MOMSMONEY.ID - Tanda-tanda asam urat tinggi wajib diwaspadai. Hiperurisemia atau asam urat tinggi adalah kondisi yang ditandai dengan peningkatan kadar asam urat dalam darah.
Dr. Kulwant Singh, dokter nefrologi, mengungkapkan, asam urat adalah produk limbah yang biasanya disaring oleh ginjal dan dikeluarkan melalui urin. Ketika tubuh memproduksi terlalu banyak atau ginjal tidak mampu membuangnya, maka asam urat akan menumpuk di aliran darah.
Kelebihan asam urat ini dapat membentuk kristal tajam berbentuk jarum yang mengendap di persendian. Hiperurisemia juga dikaitkan dengan masalah kesehatan lainnya seperti batu ginjal dan penyakit ginjal.
Dilansir dari Maxhealthcare.in, mengelola hiperurisemia seringkali melibatkan perubahan gaya hidup, pengobatan, dan pemantauan kadar asam urat untuk mencegah komplikasi.
Baca Juga: Obat Asam Urat Mana Paling Efektif Redakan Nyeri dan Cegah Kambuh
Bagaimana kadar asam urat tinggi memengaruhi tubuh?
Hiperurisemia ditandai dengan peningkatan kadar asam urat dalam darah. Kondisi tersebut dapat memengaruhi tubuh dalam beberapa cara, seperti:
1. Nyeri sendi
Efek yang paling terkenal adalah perkembangan asam urat, sejenis radang sendi. Kadar asam urat yang tinggi dapat menyebabkan pembentukan kristal urat di persendian dan menyebabkan nyeri, pembengkakan, dan kemerahan.
2. Batu ginjal
Kelebihan asam urat dapat membentuk kristal di ginjal yang menyebabkan batu ginjal. Batu-batu ini dapat menyebabkan nyeri hebat dan berpotensi memengaruhi fungsi ginjal.
3. Kerusakan ginjal
Hiperurisemia kronis dapat menyebabkan kerusakan ginjal dari waktu ke waktu. Kadar asam urat yang tinggi dapat mengganggu fungsi ginjal dan menyebabkan kondisi seperti penyakit ginjal kronis.
4. Sindrom metabolik
Terdapat hubungan antara hiperurisemia dan sindrom metabolik yang meliputi kondisi seperti tekanan darah tinggi, obesitas, dan diabetes. Faktor-faktor ini dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.
5. Risiko kardiovaskular
Peningkatan kadar asam urat telah dikaitkan dengan peningkatan risiko hipertensi dan masalah kardiovaskular seperti penyakit jantung dan stroke. Mengatasi hiperurisemia sangat penting untuk mencegah komplikasi dan menjaga kesehatan secara keseluruhan.
Apa penyebab asam urat tinggi?
Asam urat tinggi disebabkan oleh beberapa faktor seperti berikut:
- Hiperurisemia terjadi ketika ada kelebihan asam urat dalam darah, hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor:
- Faktor diet, mengonsumsi makanan yang kaya purin seperti daging merah, kerang, ikan sarden dan teri.
- Konsumsi alkohol, terutama bir dapat meningkatkan kadar asam urat.
- Minuman yang tinggi fruktosa seperti soda juga dapat berkontribusi pada peningkatan asam urat.
- Obesitas, kelebihan berat badan dikaitkan dengan kadar asam urat yang lebih tinggi.
- Genetika, riwayat keluarga penyakit asam urat atau hiperurisemia dapat meningkatkan kemungkinan terkena kondisi tersebut.
- Gangguan fungsi ginjal dapat mengurangi kemampuan tubuh untuk mengeluarkan asam urat.
- Obat-obatan diuretik yang sering digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi atau kondisi jantung dapat meningkatkan kadar asam urat.
- Obat kemoterapi tertentu juga dapat menyebabkan kadar asam urat tinggi dengan memecah sel dengan cepat.
- Penyakit ginjal kronis dan penurunan fungsi ginjal dapat memengaruhi pengeluaran asam urat.
- Kondisi seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dan kolesterol tinggi dapat berkontribusi pada peningkatan kadar asam urat.
- Pergantian sel kulit yang cepat pada psoriasis juga dapat meningkatkan kadar asam urat.
- Asupan cairan yang tidak tercukupi menyebabkan konsentrasi asam urat yang lebih tinggi dalam darah.
- Kurangnya aktivitas fisik dapat berkontribusi pada obesitas dan gangguan metabolisme yang jadi faktor risiko hiperurisemia.
Baca Juga: Sendi Bengkak Akibat Asam Urat? Ini Gejala dan Cara Mengatasinya
Apa gejala asam urat tinggi?
Asam urat tinggi ditandai dengan gejala seperti berikut:
1. Nyeri sendi yang datang dan pergi
Asam urat ditandai dengan nyeri tajam tiba-tiba di jempol kaki. Rasa sakit dapat berpindah ke pergelangan kaki, lutut, pergelangan tangan, atau jari.
Seringkali kondisi ini memburuk di malam hari atau pagi hari.
2. Kekakuan atau pembengkakan pada sendi
Saat terkena asam urat, sendi terasa tidak nyaman, kaku, atau bengkak. Ketika asam urat menumpuk, maka energi akan menurun dan memicu rasa lelah meski sudah tidur semalaman.
3. Sensasi terbakar saat buang air kecil
Ketika asam urat mulai mengiritasi ginjal atau kandung kemih, maka akan muncul rasa panas saat buang air kecil. Penderitanya jug akan merasa seperti ingin mengosongkan kandung kemih secara terus-menerus.
Frekuensi buang air kecil akan meningkat, terutama di malam hari.
4. Nyeri punggung yang tidak kunjung hilang
Akan muncul rasa nyeri tajam atau tumpul di punggung bawah atau samping. Kondisi ini dapat memburuk setelah mengonsumsi makanan tinggi purin.
5. Kulit kering dan gatal di atas sendi
Peradangan tidak hanya menimbulkan rasa sakit, tapi juga terlihat pada kulit Anda. Akan muncul bercak-bercak bersisik atau mengelupas di siku, lutut, atau kaki.
Kulit tampak meregang atau mengkilap di area yang bengkak, kadang-kadang memerah atau terasa panas.
6. Kesemutan di area sendi
Gejala selanjutnya adalah sensasi kesemutan di jari tangan atau kaki. Kondisi ini bisa memburuk saat cuaca dingin. Nyeri ditambah peradangan yang terjadi malam hari juga mengganggu jam tidur penderitanya.
Sistem kekebalan tubuh juga akan bereaksi terhadap peradangan internal, sehingga badan jadi demam. Itulah informasi mengenai tanda-tanda asam urat tinggi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News