MOMSMONEY.ID - Apakah pepaya baik untuk penderita gula darah tinggi? Pepaya merupakan buah tropis yang kaya nutrisi, memiliki potensi dalam mendukung pengelolaan kadar gula darah.
Imashi Fernando, dokter gizi, menyebutkan bahwa pepaya memiliki indeks glikemik yang rendah, tidak menyebabkan kenaikan kadar gula darah. Selain itu, pepaya kaya akan serat pangan yang memperlambat pencernaan dan penyerapan karbohidrat.
Dilansir dari Healthline.com, serat membantu mengatur kadar glukosa sekaligus memberikan rasa kenyang lebih lama yang dapat membantu pengelolaan berat badan. Terlebih lagi, pepaya kaya akan antioksidan seperti vitamin C yang dapat membantu mengurangi stres oksidatif.
Baca Juga: Gula Darah Normal Berapa? Ini Targetnya untuk Cegah Risiko Komplikasi
Apakah pepaya baik untuk penderita gula darah tinggi?
Mengonsumsi pepaya dapat memberikan manfaat berkat profil nutrisi dan sifat antidiabetiknya. Pepaya kaya akan serat, antioksidan, dan senyawa bioaktif yang semuanya dapat mendukung pengendalian gula darah yang lebih baik.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Ethnopharmacology menemukan bahwa ekstrak daun pepaya meningkatkan sensitivitas insulin dan menurunkan kadar glukosa darah. Hal ini mengindikasikan bahwa senyawa tertentu dalam pepaya dapat membantu mengatur metabolisme glukosa.
Selain itu, penelitian dari Asian Pacific Journal of Tropical Biomedicine mengungkapkan bahwa sediaan pepaya fermentasi mampu memperbaiki pengendalian gula darah dan mengurangi stres oksidatif.
Pepaya mengandung senyawa bioaktif yang kuat seperti flavonoid dan saponin yang terbukti dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan menurunkan kadar gula darah. Sifat-sifat ini menyoroti adanya potensi hubungan positif antara pepaya dan kadar gula darah.
Bagaimana pepaya memengaruhi kadar gula darah?
Lantas, bagaimana sebenarnya pepaya memengaruhi kadar gula darah? Buah tropis ini menawarkan beberapa manfaat yang dapat mendukung pengaturan glukosa.
Pepaya kaya akan serat pangan yang berperan penting dalam memperlambat proses pencernaan dan penyerapan karbohidrat. Proses ini membantu mencegah lonjakan kadar gula darah secara tiba-tiba setelah makan.
Pepaya mengandung flavonoid, senyawa yang diketahui dapat meningkatkan sensitivitas insulin. Dengan meningkatkan respons tubuh terhadap insulin, senyawa-senyawa ini membantu sel menyerap dan memanfaatkan glukosa secara lebih efektif.
Komponen berharga lainnya yang terdapat dalam pepaya adalah saponin. Senyawa bioaktif ini terbukti dapat mengurangi penyerapan glukosa di usus, sehingga turut mendukung keseimbangan kadar gula darah.
Manfaat kesehatan lain yang ditawarkan buah pepaya
Pepaya kaya akan vitamin C, antioksidan kuat yang memperkuat sistem kekebalan tubuh dan membantu tubuh melawan infeksi. Buah tropis ini juga kaya akan vitamin A yang mendukung kesehatan penglihatan, kesehatan kulit dengan mendorong perbaikan dan regenerasi sel.
Kandungan beta-karoten turut membantu melindungi mata dari masalah kesehatan terkait usia seperti degenerasi makula. Enzim dalam pepaya yaitu papain dikenal karena manfaatnya bagi pencernaan.
Enzim alami ini membantu memecah protein, sehingga melancarkan pencernaan serta mengurangi gejala perut kembung atau gangguan pencernaan. Selain itu, pepaya adalah buah yang menghidrasi tubuh dan mendukung kesehatan jantung.
Kandungan kaliumnya membantu mengatur tekanan darah. Sementara, antioksidan di dalamnya mengurangi stres oksidatif dan menurunkan risiko penyakit jantung.
Kandungan serat yang tinggi pada pepaya tidak hanya mendukung pencernaan, tetapi juga membantu menjaga kadar kolesterol tetap sehat. Terlebih lagi, sifat antibakteri dan antijamurnya dapat berkontribusi pada peningkatan kesehatan usus.
Baca Juga: Manfaat Timun untuk Gula Darah: Efek Antioksidannya Redakan Resistensi Insulin
Alternatif buah dengan indeks glikemik rendah
Berikut alternatif buah dengan indeks glikemik rendah:
- Apel
- Aprikot
- Blueberry
- Cranberry
- Jeruk bali
- Buah plum
- Blackberry
- Pir
- Stroberi
- Raspberry
Buah-buahan yang memiliki GI tinggi antara lain:
- Semangka
- Pisang matang
- Nanas
- Kurma kering
Makan terlalu banyak buah-buahan ini bisa menyebabkan lonjakan gula darah.
Cara lain membangun kebiasaan makan sehat
Cara lain untuk membangun kebiasaan makan sehat adalah melalui mindful eating atau makan dengan penuh kesadaran. Praktik ini melibatkan kesadaran dan membangun sikap tanpa menghakimi saat mengonsumsi makanan.
Praktik ini mendorong untuk lebih memperhatikan tubuh serta mengenali kapan perut merasa kenyang atau lapar. Mindful eating juga mempertimbangkan faktor-faktor seperti stres dan makan karena dorongan emosi dapat menyulitkan seseorang untuk menjalani pola makan sehat.
Mindful eating dapat mendukung kebiasaan sehat sekaligus membantu mengelola kadar gula darah. Jika sudah menjalani pola makan seimbang, berolahraga, dan mengonsumsi obat-obatan namun kadar gula darah tetap tinggi, konsultasikanlah dengan dokter.
Itulah manfaat pepaya untuk penderita gula darah tinggi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News