MOMSMONEY.ID - Film Operasi Pesta Copet persembahan rumah produksi Imajinari menghadirkan kisah persahabatan empat anak muda yang terdesak oleh keadaan hingga nekat menjalankan aksi pencopetan di tengah festival musik besar Pestapora.
Film yang menjadi debut penyutradaraan Edy Khemod ini dibintangi oleh Iqbaal Ramadhan, Kristo Immanuel, Zulfa Maharani, Kawai Labiba, serta debut vokalis grup band Sisitipsi, Fauzan Lubis.
Cerita berpusat pada Ijal yang diperankan Iqbaal Ramadhan bersama geng copetnya. Berasal dari lingkungan pinggiran Jakarta dan berada dalam himpitan ekonomi, mereka melihat keramaian Pestapora sebagai kesempatan untuk menjalankan aksi pencopetan.
Namun, aksi tersebut bukan sekadar operasi kriminal biasa. Di tengah keramaian festival musik, mereka harus menjalankan rencana sambil menghadapi berbagai situasi tak terduga. Persahabatan, dinamika kelompok, serta persoalan hidup masing-masing anggota geng turut menjadi bagian dari perjalanan mereka.
Karakter Ijal digambarkan sebagai anak muda yang memiliki mimpi dan rasa ingin tahu. Namun, ia lahir dari keluarga yang tidak memiliki privilese untuk menopang kehidupannya. Kondisi tersebut membuat Ijal berada dalam situasi yang memaksanya mengambil pilihan sulit.
Iqbaal mengatakan, karakter Ijal menjadi gambaran kelompok anak muda yang tertekan oleh keadaan dan tidak memiliki banyak pilihan dalam hidup.
Baca Juga: Rilis Teaser Terbaru, Film Memburu Pemangsa Angkat Sisi Gelap Kejahatan terhadap Anak
“Setelah aku mengenal Ijal, dia tidak jauh berbeda dengan kita. Dia juga anak muda yang punya mimpi. Yang membedakan Ijal dan kita, dia tidak dilahirkan di keluarga yang bisa menopang dia dengan segala privilesenya untuk berada di titik kayak kita sekarang,” ujar Iqbaal dalam keterangan resmi, Kamis (20/8/2026).
Di sisi lain, Adut yang diperankan Kristo Immanuel menjadi karakter yang lebih santai dan mengikuti keadaan. Ia ikut ketika Ijal mengajaknya melakukan aksi pencopetan. Kehadiran Adut juga memberikan warna komedi sekaligus memperkuat dinamika persahabatan dalam geng tersebut.
Sementara itu, Kawai Labiba memerankan Melodi, salah satu anggota geng copet. Melodi harus menjalankan aksi di tengah kerumunan penonton Pestapora, sehingga membuat situasi yang dihadapi kelompok tersebut semakin menegangkan sekaligus menghibur.
Meski mengangkat pencopetan sebagai premis utama, Operasi Pesta Copet tidak berusaha mengglorifikasi tindakan kriminal. Sutradara Edy Khemod justru memilih pendekatan yang menempatkan empati sebagai dasar cerita.
Menurut Edy, film ini ingin mengajak penonton memahami kondisi yang dialami para karakter tanpa menghakimi pilihan yang mereka ambil.
“Sebagai orang yang pernah berada di posisi seperti karakter Ijal, saya merasa empati menjadi hal yang didahulukan sebagai pondasi dalam menggarap film Operasi Pesta Copet. Sebab itu, kami juga tak ingin sekadar menghakimi apa yang dilakukan oleh Ijal dan Geng Copetnya, tetapi kami ingin mengajak penonton untuk bisa menaruh empati, merasakan apa yang mereka alami,” ungkap Edy.
Baca Juga: 5 Film Olahraga Indonesia, Kisahkan Perjalanan Atlet Dalam Negeri
Sebagai rumah produksi yang dikenal dengan karya komedi, Imajinari tetap menghadirkan unsur humor dalam film ini. Namun, Operasi Pesta Copet mencoba menawarkan pendekatan komedi dengan skala dan genre yang berbeda.
Produser sekaligus pendiri Imajinari, Ernest Prakasa, mengatakan ide mengenai pencopet yang beraksi di sebuah konser menjadi salah satu hal yang membuat cerita film ini menarik.
“Tidak mudah untuk bisa mendapatkan cerita yang fresh, dan menurut Imajinari, Operasi Pesta Copet punya ide dan cerita yang sangat unik dan otentik. Sesuatu yang menggelitik dari awal adalah adanya copet di konser, apakah itu memang beneran copet yang belajar tentang skena musik, atau memang anak musik yang belajar nyopet?” ujar Ernest.
Lewat perpaduan komedi, drama persahabatan, dan persoalan sosial, Operasi Pesta Copet tidak hanya menampilkan kisah tentang aksi pencopetan. Film ini juga membawa cerita mengenai anak-anak muda yang berusaha bertahan hidup di tengah keterbatasan dan tekanan ekonomi.
Operasi Pesta Copet dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 27 Agustus 2026. Sebelum penayangan reguler, film ini juga menggelar roadshow di 11 kota pada 22–31 Agustus 2026, yakni Malang, Surabaya, Sidoarjo, Solo, Yogyakarta, Semarang, Purwokerto, Cirebon, Bandung, Bekasi, dan Bogor.
Roadshow tersebut akan dihadiri Iqbaal Ramadhan, Kristo Immanuel, Zulfa Maharani, Kawai Labiba, Fauzan Lubis, sutradara Edy Khemod, serta produser Ernest Prakasa dan Dipa Andika.
Dengan premis tentang aksi pencopetan di tengah festival musik, film ini membawa cerita yang lebih luas mengenai persahabatan dan kondisi sosial. Seperti yang diusung Imajinari, Operasi Pesta Copet bukan hanya tentang copet, tetapi tentang persahabatan, konteks sosial, dan emosi yang melatarbelakangi pilihan para karakternya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News