MOMSMONEY.ID - Sinemaku Pictures merilis official teaser poster dan teaser trailer terbaru film Memburu Pemangsa karya sutradara Umay Shahab.
Dalam teaser tersebut diperlihatkan investigasi empat jurnalis perempuan terhadap kasus hilangnya anak-anak membawa mereka semakin dekat dengan sosok predator yang diduga berada di balik serangkaian kejahatan tersebut.
Teaser posternya memperlihatkan sejumlah anak terlihat berdiri memandangi sebuah akuarium raksasa. Namun, di balik kaca terlihat sosok misterius yang seolah mengawasi mereka.
Teaser poster tersebut diambil dari salah satu adegan kunci yang akan ada di film Memburu Pemangsa, ketika seorang predator memburu anak-anak dari tempat keramaian dan menjadi pemantik empat jurnalis tersebut memburu pemangsa anak.
Teaser trailer ini menghadirkan nuansa horror-crime-action. Empat jurnalis perempuan, Laura Basuki, Prilly Latuconsina, Taskya Namya, dan Yasamin Jasem menjadi tim investigasi yang tengah menyelidiki kasus hilangnya anak-anak yang marak terjadi.
Baca Juga: 5 Film Olahraga Indonesia, Kisahkan Perjalanan Atlet Dalam Negeri
Perjalanan mengungkap kasus itu justru membawa mereka ke dalam sebuah bahaya yang tak hanya melibatkan manusia, tapi juga iblis.
Laura, Prilly, Taskya, dan Yasamin juga menunjukkan sisi yang berbeda dalam film ini. Tak hanya keunggulan akting, mereka juga dituntut untuk terlibat dalam adegan-adegan aksi laga.
Di sisi lain, Teuku Rifnu Wikana, tampil sebagai karakter menunjukkan kepiawaian perannya sebagai sosok yang tak biasa. Ia menjadi sosok yang tengah diburu keempat jurnalis perempuan dan menjadi salah satu pusat investigasi.
Dia diduga berkaitan dengan hilangnya sejumlah anak dan menjalankan kejahatan yang berkaitan dengan ritual demonologi. Inilah yang membawa cerita Memburu Pemangsa pada sisi paling gelap dari kekerasan terhadap anak.
Memburu Pemangsa merupakan film produksi terbaru Sinemaku Pictures yang ceritanya berangkat dari keresahan tentang persoalan yang nyata dan masih terjadi.
Apalagi, Kemenko PMK menyebut Indonesia berada di peringkat keempat dunia dalam jumlah laporan konten eksploitasi anak secara daring yang diterima NCMEC (National Center for Missing & Exploited Children).
Baca Juga: Rekomendasi 6 Film Biografi Pahlawan Indonesia, Tonton Saat Rayakan HUT RI
Tak hanya itu, NCMEC juga mencatat laporan yang berkaitan dengan penggunaan Generative AI dalam eksploitasi seksual anak meningkat dari sekitar 4.700 laporan pada 2023 menjadi 67.000 pada 2024.
Dalam enam bulan pertama 2025 saja, NCMEC menerima 440.419 laporan yang berkaitan dengan Generative AI dan eksploitasi seksual anak.
Keseriusan mengangkat isu tersebut juga terlihat dari proses pengembangan cerita. Tim produksi melakukan riset dan berdiskusi dengan sejumlah pihak untuk memahami isu kekerasan terhadap anak secara lebih mendalam.
“Kekerasan terhadap anak yang menjadi bagian dari cerita film ini adalah isu yang nyata dan dekat dengan kita. Ini adalah keresahan yang penting untuk dibicarakan lebih luas. Karena itu, kami merasa punya tanggung jawab untuk memahami persoalan ini lebih dalam," ujar Sutradara Memburu Pemangsa Umay Shahab dalam keterangan tertulis, Selasa (18/8).
Film Memburu Pemangsa akan tayang di bioskop Indonesia mulai 24 September 2026. Perkembangannya bisa diikuti melalui akun media sosial Sinemaku Pictures di Instagram @sinemaku_pictures dan @memburupemangsa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News