M O M S M O N E Y I D
Santai

Fenomena Nebeng di Tengah Kondisi Kenaikan Biaya Hidup

Fenomena Nebeng di Tengah Kondisi Kenaikan Biaya Hidup
Reporter: Danielisa Putriadita  |  Editor: Danielisa Putriadita


MOMSMONEY.ID - Harga-harga kebutuhan kompak naik. Tak terkecuali dalam sektor transportasi. Bagi banyak pekerja dengan mobilitas tinggi, biaya transportasi menjadi salah satu pengeluaran rutin yang memakan alokasi cukup tinggi. 

Apalagi, jika pekerja terpaksa harus menggunakan mobil dan melewati tol setiap kali kerja, biaya transportasi bisa menjadi besar, terutama jika jaraknya jauh. 

Belum lagi, jika komponen utama  dalam pengeluaran transportasi, yaitu harga BBM dan tarif tol di Indonesia terus naik dan meningkatkan biaya berkendara bagi pemilik kendaraan pribadi. 

Seperti kita tahu, di Juni lalu harga BBM jenis Pertamax naik dari Rp 12.300 per liter menjadi Rp 16.250 per liter, meski di Agustus harga Pertamax turun ke Rp 15.950 per liter. 

Begitupun harga tol yang naik tiap dua tahun sekali. Alternatif tol baru yang lebih tidak macet juga mayoritas memiliki tarif yang lebih mahal dari jalur tol lama. 

Untuk bisa berhemat, masyarakat kerap berbagi tumpangan (carpooling). Biasanya, masyarakat Indonesia kerap memanfaatkan grup komunitas di media sosial untuk mencari informasi mengenai berbagi tumpangan atau kegiatan nebeng ini.

Direktur Ekonomi Celios, Nailul Huda mengatakan, budaya nebeng di Indonesia memang bukan budaya baru. Bahkan, sebelum adanya jasa ride-hiling, komunitas untuk nebeng menebeng sudah ada.

Kegiatan ini juga tidak terbatas hanya terjadi pada penumpang mobil tetapi juga motor. Dengan iuran yang beragam mulai dari bensin, tol, hingga snack. 

Baca Juga: Aplikasi Carpooling BlaBlaCar Hadir, Biaya Perjalanan Antarkota Bisa Lebih Murah

"Patungan tidak diukur dengan nilai tertentu, tergantung dari kesepakatan. Bahkan, dahulu driver ride-hailing juga menggunakan sistem nebeng dengan pengaturan value oleh platform. Driver dulu mencari yang searah jalan berangkat kerja atau pun pulang ke rumah," jelas Huda, Kamis (10/9). 

Konsep tersebut pada dasarnya merupakan bentuk sharing economy, ketika seseorang berbagi kapasitas kendaraan yang dimilikinya dengan orang lain yang memiliki tujuan perjalanan serupa. 

Dampak ride-hiling

Namun, model nebeng secara perlahan mulai tergeser setelah layanan ride-hailing berkembang menjadi sebuah industri.

Salah satu perubahan terbesar terjadi ketika pengemudi ride-hailing bukan lagi sekadar aktivitas sampingan, tetapi berkembang menjadi pekerjaan utama. Pada saat yang sama, persoalan mengenai penentuan tarif juga muncul.

Dalam sistem nebeng konvensional, nilai yang diberikan penumpang sangat bergantung pada kesepakatan. Ada yang memasang iuran terlalu tinggi, sementara di sisi lain ada pula yang menawar terlalu rendah.

Kondisi tersebut kemudian menciptakan ruang bagi platform ride-hailing untuk menawarkan sistem tarif yang lebih terstruktur. 

Nebeng tetap eksis

Meski demikian, bukan berarti budaya nebeng benar-benar menghilang. Aktivitas tersebut justru bergeser ke dalam komunitas-komunitas yang lebih kecil dan bersifat mikro.

Saat ini, misalnya, masih terdapat komunitas yang secara rutin melakukan perjalanan pulang-pergi dari suatu kota ke Jakarta. Anggotanya berkomunikasi melalui aplikasi pesan instan seperti WhatsApp dan memiliki aturan internal mengenai mekanisme berbagi biaya.

Baca Juga: Tak Hanya Premi, Layanan Klaim Jadi Pertimbangan Pilih Asuransi Kendaraan

Skemanya pun tetap sederhana. Selama perjalanan searah, anggota dapat berbagi kendaraan dan biaya perjalanan sesuai kesepakatan. Karena jumlah anggotanya relatif kecil, mereka juga cenderung sudah saling mengenal sehingga aspek kepercayaan dan keamanan menjadi lebih terjaga.

Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan bagi platform berbagi perjalanan seperti BlaBlaCar yang mencoba menghidupkan kembali konsep carpooling di tengah masyarakat.

Pasalnya, platform tidak hanya harus berhadapan dengan layanan ride-hailing, tetapi juga dengan komunitas-komunitas mikro yang sudah lebih dahulu terbentuk dan memiliki mekanisme sendiri.

“Jadi BlaBlaCar bisa berhadapan dengan komunitas-komunitas mikro ini yang sudah eksis dan ada aturan yang mengikat,” jelas Huda. 

Meski demikian, peluang pasar untuk layanan berbagi perjalanan dinilai masih tetap terbuka. Terlebih, kebutuhan masyarakat untuk melakukan perjalanan dengan biaya yang lebih efisien masih ada.

Namun, tantangan bagi platform adalah bagaimana menawarkan sistem yang memberikan nilai tambah dibandingkan komunitas informal yang sudah berjalan tanpa biaya aplikasi.

“Prospeknya tetap ada, tetapi pada akhirnya juga akan berpindah kepada sistem yang lebih tidak memberatkan dan tidak berbiaya,” ujar Huda. 

Menurut dia, komunitas mikro memiliki keunggulan dari sisi biaya karena tidak membutuhkan platform khusus. Anggota cukup menggunakan grup pesan instan untuk berkoordinasi, sementara aturan mengenai perjalanan dan iuran dapat disepakati bersama.

Karena itu, keberhasilan platform seperti BlaBlaCar pada akhirnya akan sangat bergantung pada kemampuannya memberikan nilai tambah, baik dari sisi kemudahan menemukan teman perjalanan, keamanan, maupun kepastian dalam mekanisme berbagi biaya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Cek Ide Trading dari MNC Sekuritas Hari Ini (9/10), Ada INKP, KLBF, RAJA, dan AADI

MNC Sekuritas membagikan sejumlah rekomendasi saham untuk perdagangan Jumat (9/10/2026). Simak ulasannya berikut ini.

IHSG Ada Peluang Rebound, Simak 6 Rekomendasi Saham dari BNI Sekuritas (9/10)

IHSG berpotensi rebound pada perdagangan Jumat (9/10/2026).​ Simak rekomendasi saham dari BNI Sekuritas

9 Film Horor Barat Terbaru Tahun 2026 untuk Ditonton Jelang Halloween

Berikut ada beberapa rekomendasi film horor Barat terbaru tahun 2026 yang seru ditonton menjelang Halloween.​

Pre-Order iPhone 18 Pro Sudah Dibuka, Bawa Chip A20 Pro & Fitur Kamera Mewah

Pre-Order iPhone 18 Pro Max resmi dibanderol Rp 29,499 juta. Terkuak alasan mengapa sektor kameranya jauh lebih unggul ketimbang kompetitor.

7 Kebiasaan Sehari-hari yang Bikin Rumah Makin Berantakan Tanpa Disadari

Ini 7 kebiasaan sehari-hari ternyata bisa bikin rumah makin berantakan tanpa disadari. Kenali penyebab dan ubah rutinitas kecil agar lebih rapi.

Harga Emas Pegadaian Hari Ini (9/10) Turun Hingga Rp 11.000, Cek Harga Terbaru

Harga emas batangan yang dijual di Pegadaian hari ini kompak mengalami penurunan hingga Rp 11.000 per gram. Cek harga terbaru. 

Naik MRT Jakarta Bisa Pakai Kartu Kredit BCA, Begini Cara Aktifkan Contactless

Naik MRT Jakarta kini bisa pakai Kartu Kredit BCA. Cek syarat, cara aktifkan Contactless, dan panduan tap di gate di sini, yuk.  

Daftar Film Populer Letterboxd Seminggu Ini, Banyak Film Baru

Yuk, tonton semua judul film viral yang sedang banyak ditonton dan menjadi tren di Letterboxd sepanjang minggu ini.​

Area Tangga Jadi Lebih Menarik, Ini 3 Cara Simpel Menatanya di Tahun 2026

Area tangga sering kali hanya dianggap sebagai jalur untuk berpindah lantai, padahal sudut ini bisa ikut memperkuat tampilan interior rumah. 

Bukan Cuma Lansia! Ini 7 Penyebab Stroke yang Serang Anak Muda, Termasuk Stres

Jangan anggap remeh! Kenali berbagai penyebab stroke pada usia muda mulai dari kebiasaan merokok, stres berlebihan, hingga gaya hidup sedenter.