MOMSMONEY.ID - Pilihan produk kecantikan kini semakin beragam. Selain makeup dan skincare, konsumen juga memiliki lebih banyak pilihan yang menyesuaikan kebutuhan dan preferensi, mulai dari produk halal hingga wewangian dengan karakter yang lebih personal.
Produk kecantikan halal menjadi salah satu segmen yang mendapat perhatian. Di Indonesia, kebutuhan terhadap produk yang memperhatikan aspek kehalalan semakin relevan seiring tingginya permintaan terhadap produk berkualitas dan transparan mengenai bahan yang digunakan.
Halal juga semakin dipandang bukan hanya sebagai pemenuhan kebutuhan keagamaan, tetapi berkaitan dengan kualitas, keamanan, transparansi, dan kepercayaan konsumen.
Di sisi lain, wewangian atau fragrance juga menjadi bagian dari perkembangan tren kecantikan. Minat terhadap niche fragrance ikut berkembang, dengan konsumen yang semakin tertarik mengeksplorasi aroma personal dan pilihan parfum dari merek independen.
Dalam keterangan resmi Cosmoprof Asia, fragrance addicts disebut memiliki antusiasme yang terus berkembang terhadap wewangian sebagai salah satu kategori dengan perkembangan paling pesat di industri kecantikan.
Baca Juga: Indonesia Masih Jadi Pasar Produk Halal Terbesar, Industri Didorong Naik Kelas
Perkembangan kecantikan juga semakin bersentuhan dengan teknologi. Inovasi dalam formulasi, bahan baku, kemasan, kecerdasan buatan (AI), keberlanjutan, hingga teknologi produksi ikut menjadi bagian dari perkembangan produk kecantikan.
Selain itu, munculnya merek kecantikan independen dan challenger brands menunjukkan adanya pelaku yang mencoba menawarkan pendekatan berbeda sekaligus mendorong perubahan selera konsumen.
Perkembangan tersebut menjadi latar belakang kampanye global Wanted yang diluncurkan Cosmoprof Asia 2026. Kampanye ini mengangkat tiga pilar, yaitu rule-breakers, innovators, dan fragrance addicts.
“Kampanye Wanted menempatkan Cosmoprof Asia 2026 sebagai wadah bagi para profesional dan pakar industri yang berperan dalam membentuk masa depan industri kecantikan," katanya Angel Fu, Event Director Cosmoprof Asia 2026, dalam keterangan resmi Jumat (11/9).
“Setiap materi kampanye dirancang untuk menarik rasa ingin tahu, mendorong audiens melihat lebih dekat, memahami pesannya, dan mengenal kisah di balik berbagai inovasi menarik di industri kecantikan,” tambahnya.
Adapun tren tersebut akan menjadi bagian dari Cosmoprof Asia 2026 yang digelar di Hong Kong pada November 2026. Cosmoprof Asia berlangsung pada 11–13 November di Hong Kong Convention and Exhibition Centre, sedangkan Cosmopack Asia digelar pada 10–12 November di AsiaWorld-Expo.
Edisi tahun ini diperkirakan dihadiri lebih dari 78.000 pengunjung dan 2.900 peserta pameran dari lebih dari 40 negara dan wilayah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News