MOMSMONEY.ID - Setelah momen Lebaran yang identik dengan santapan bersantan, manis, dan berlemak, tak sedikit orang mulai merasakan efek samping pada tubuh. Perubahan pola makan yang cukup drastis dari yang lebih teratur saat Ramadan menjadi cenderung berlebihan kerap memicu gangguan kesehatan, terutama pada sistem pencernaan dan metabolisme.
Data klaim kesehatan Allianz Indonesia menunjukkan, dalam periode pasca-Lebaran hingga tiga bulan setelahnya, tekanan darah tinggi atau hipertensi menjadi keluhan yang paling banyak muncul dengan 718 kasus. Di bawahnya, sembelit tercatat sebanyak 284 kasus, disusul gastritis atau maag sebanyak 141 kasus.
Dokter umum Rina Pratiwi menjelaskan, kondisi tersebut cukup wajar terjadi setelah perubahan pola makan yang ekstrem. “Setelah sebulan tubuh beradaptasi dengan pola makan yang lebih teratur, tiba-tiba asupan tinggi lemak, gula, dan garam meningkat. Ini membuat tubuh ‘kaget’ dan memicu berbagai keluhan,” ujarnya, dalam siaran pers, Rabu (1/4).
Ia menambahkan, hipertensi bisa dipicu oleh konsumsi makanan bersantan dan tinggi garam seperti opor dan rendang. Sementara itu, maag kerap muncul akibat jadwal makan yang kembali tidak teratur. “Banyak juga yang mengeluhkan gula darah naik karena konsumsi kue dan minuman manis berlebihan,” jelasnya.
Baca Juga: Usai Lebaran, Saatnya Benahi Keuangan dengan Tips dari Sequis Life
Selain itu, gangguan pencernaan seperti diare dan sembelit juga cukup sering terjadi. Menurut Rina, hal ini bisa disebabkan oleh makanan yang kurang higienis atau minimnya asupan serat selama Lebaran. “Sayur dan buah biasanya kurang dikonsumsi saat Lebaran, padahal itu penting untuk pencernaan,” tambahnya.
Melihat tren ini, ia menyarankan masyarakat untuk segera mengembalikan pola hidup sehat. Mulai dari mengatur kembali jadwal makan, mengurangi makanan tinggi gula, garam, dan lemak, hingga memperbanyak konsumsi serat.
“Jangan lupa juga cukup minum air putih dan mulai kembali aktivitas fisik ringan. Tidak perlu langsung olahraga berat, jalan kaki rutin saja sudah membantu,” katanya.
Ia mengingatkan, jika keluhan kesehatan tidak membaik atau justru memburuk, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan. “Penanganan lebih awal bisa mencegah kondisi menjadi lebih serius sekaligus menghindari biaya pengobatan yang lebih besar,” tutupnya.
Baca Juga: Selesai Mudik Lebaran, Saatnya Evaluasi Risiko Aset
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News