MOMSMONEY.ID - Apa itu BBM jenis B50? Pertanyaan ini santer terdengar sejak pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengeluarkan pengumuman tentang rencana pengadaan jenis BBM B50 mulai 1 Juli 2026.
Hal ini pun telah dilakukan uji coba B50 yang telah menghasilkan perkembangan positif. Sejauh ini, sekitar 80-90% pengujian yang dilakukan sudah memberikan hasil yang baik.
Baca Juga: Sering Ganti Jenis BBM? Ini Bahaya Tak Terduga yang Mengintai Kendaraan Anda
Dikutip dari solarindustri.com, bahan baku utama B50 adalah minyak kelapa sawit (CPO) yang diolah menjadi fatty acid methyl ester (FAME).
Seperti yang diketahui, sawit adalah salah satu sumber daya yang melimpah di tanah Indonesia. Tak hanya sawit, bahan bakar hijau ini juga diperkaya dengan limbah minyak goreng yang menjadi sumber utama biodiesel.
Untuk mengetahui lebih jelasnya bagaimana rantai dari produksi biodiesel, berikut adalah prosesnya secara berurutan:
Pengumpulan feedstock - pretreatment - proses transesterifikasi (untuk FAME) atau hydrotreatment (untuk HVO) - pemurnian - blending dengan diesel mineral untuk mencapai kadar target (mis. B50).
Baca Juga: Harga BBM Melejit, Selamatkan Dompet Anda dengan 7 Cara Hemat Bensin Ini
Sifat BBM jenis B50
Berikut adalah sifat yang dimiliki oleh bahan bakar jenis B50:
- Densitas: cenderung mengalami peningkatan seiring dengan kadar biodiesel. Hal ini berpengaruh pada massa bahan bakar yang disuntikkan.
- Viskositas: biodiesel biasanya memiliki viskositas lebih tinggi daripada diesel mineral. Jadi, bisa berpengaruh pada pola injeksi dan atomisasi.
- Nilai kalor: biodiesel memiliki energi per volume yang lebih rendah. Jadi, konsumsi volume bisa meningkat marginal untuk menghasilkan output tenaga yang sama.
- Cold-flow properties: biodiesel umumnya rentan membeku atau keruh saat berada di suhu yang rendah. Jadi, perlu adanya mitigasi saat berada di iklim yang dingin.
- Stabilitas oksidasi dan korosivitas: Jika kualitas feedstock dan proses pemurnian tidak dijaga dengan baik, maka bisa berpengaruh pada umur simpan dan kecenderungan terjadinya endapan.
Baca Juga: Resmi! Harga Pertamax Rp 16.250 per 10 Juni 2026, Pertamax Green Juga Ikut Naik
Manfaat menggunakan biodiesel B50
Lalu, apa manfaat yang didapat jika menggunakan bahan bakar biodiesel B50?
1. Ketahanan energi nasional
Hal ini bisa mengurangi penggunaan bahan bakar yang berbahan baku dari fosil yang semakin hari akan mengalami kelangkaan. Selain itu, dengan B50 juga bisa mengurangi kebutuhan impor akan bahan bakar dalam negeri.
2. Penyerapan industri agrikultur domestik
Ketika permintaan biodiesel mengalami peningkatan, hal ini juga turut meningkatkan CPO dan limbah minyak. Sehingga bisa memberikan nilai tambah pada tingkat produksi.
3. Pengurangan emisi bersih
Jika feedstock dan produksi dikelola dengan baik dan berkelanjutan atau dalam arti kata bisa menghindari deforestasi dan pengolahan energi yang rendah karbon, maka B50 bisa menurunkan emisi siklik dibandingkan dengan diesel murni.
4. Dukungan kebijakan hijau dan sosial-ekonomi
Dengan adanya biodiesel ini, maka bisa menjadi alat kebijakan fiskal atau industri untuk redistribusi dan perlindungan lapangan kerja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News