MOMSMONEY.ID - Menjelang pelaksanaan wajib sertifikat halal yang mulai diterapkan pertengahan Oktober nanti, sudah berlangsung perhelatan Halal Indonesia International Industry Expo (Halal Indo) 2026 akhir pekan kemarin di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City. Pameran tersebut menghadirkan lebih dari 350 merek dari dalam dan luar negeri.
Adapun pameran hasil kolaborasi antara PT Dyandra Promosindo dan Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (Kemenperin) ini selain menjaring mitra bisnis dan penjualan, juga untuk lebih mengenalkan lebih jauh industri dan bisnis halal, baik itu dalam bentuk edukasi, pengembangan jejaring bisnis, dan hiburan.
Integrasi dari seluruh elemen ini dirancang secara khusus untuk memperkenalkan keragaman ekosistem industri halal secara komprehensif, baik kepada mitra pelaku usaha maupun konsumen masyarakat luas.
“Halal Indo sendiri bukan hanya sekedar pameran dan promosi semata tapi sekaligus tempat untuk transfer knowledge dan membangun jejaring. Halal Indo menjadi platform untuk mempertemukan industri, pasar, dan investasi dalam rangka memperkuat ekosistem industri halal nasional,” terang Emmy Suryandari, Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri Kementerian Perindustrian pada acara penutupan Halal Indo 2026 (27/9) di keterangan, Selasa (29/9).
Baca Juga: Produk Halal, Parfum Niche, hingga AI, Ini Tren Kecantikan yang Makin Dilirik
Adapun Kementerian Perindustrian sendiri menargetkan transformasi posisi Indonesia dari sekadar pasar konsumen menjadi produsen dan pemain utama dalam rantai pasok halal dunia.
Secara spesifik, langkah strategis ini didukung oleh pencapaian Indonesia yang berhasil mempertahankan peringkat pertama dunia untuk sektor modest fashion, naik ke peringkat ketiga untuk makanan halal, serta menduduki posisi keempat untuk farmasi dan kosmetik halal.
Sejalan dengan upaya perluasan pasar tersebut, area pameran bisa memfasilitasi interaksi langsung yang dinamis antara pelaku usaha dan masyarakat. Momentum keterlibatan aktif audiens ini menjadi sorotan utama bagi Project Manager Halal Indo 2026, Ismi Puspita.
Baca Juga: Menjangkau 7 Wisata Halal di Maroko Terpopuler
"Di sektor hilir, pameran ini menjadi panggung utama bagi pesatnya inovasi produk Industri Kecil dan Menengah (IKM). Selain itu rangkaian talk show yang edukatif dan inspiratif juga kami sediakan agar baik pengunjung maupun exhibitor mendapatkan edukasi atau transfer knowledge dalam mengembangkan ekosistem industri halal Indonesia,” jelas Ismi.
Beranjak dari momentum positif tersebut, besarnya ketertarikan publik dan masifnya jejaring bisnis yang terbentuk diharapkan dapat segera terkonversi menjadi permintaan pasar yang berkelanjutan.
Transformasi dari antusiasme pameran menjadi ekosistem daya beli yang stabil ini pada akhirnya akan memacu peningkatan kapasitas produksi, mendorong eskalasi skala bisnis para pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM), serta menstimulasi sektor ekonomi kreatif nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News