MOMSMONEY.ID - PT Erajaya Swasembada Tbk atau ERAA mencatat kinerja positif sepanjang semester I-2026.
Penjualan ERAA mencapai Rp 42,9 triliun, naik 22,4% secara tahunan, sementara laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tumbuh 38% menjadi Rp 784 miliar.
Pertumbuhan laba ERAA yang lebih cepat dari penjualan ditopang perbaikan efisiensi.
Rasio beban operasional terhadap penjualan ERAA turun menjadi 7,8% dari 8,1%, sementara margin bersih meningkat menjadi 1,8% dari 1,6%.
Vice President Infovesta Utama dan Analis Pasar Modal Wawan Hendrayana menilai, pertumbuhan laba ERAA tersebut menjadi sinyal positif karena mencerminkan operating leverage.
"Yang utama justru kemampuan menggeser penjualan ke produk premium, mengelola persediaan dan modal kerja, serta punya daya tawar terhadap merek. Efisiensi biaya penting, tetapi sifatnya sekunder," ujar Wawan dalam keterangan resmi Rabu (19/8).
Baca Juga: Erajaya (ERAA) Raup Laba Rp 495,6 Miliar di Kuartal I-2026, Melonjak 133%
Ia melihat, penguatan segmen smartphone premium turut menjadi katalis bagi ERAA. Segmen smartphone di atas US$ 600 tumbuh 30% secara tahunan pada awal 2026.
Dari sisi jaringan, ERAA menambah 173 gerai secara bersih sepanjang semester I-2026 sehingga total jaringan mencapai 2.506 gerai.
Menurut Wawan, penurunan rasio beban di tengah ekspansi menunjukkan adanya efisiensi skala. "Fixed cost terbagi ke base yang lebih besar," ujarnya.
Selain bisnis perangkat, lini active lifestyle melalui PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL) juga mencatat pertumbuhan penjualan 41% menjadi Rp 3,7 triliun.
Menurut Wawan, diversifikasi tersebut dapat mengurangi ketergantungan ERAA terhadap siklus bisnis ponsel dan menopang margin.
Bagi investor, kinerja semester I-2026 menjadi salah satu faktor yang dapat diperhatikan dalam melihat prospek saham ERAA, terutama kemampuan perseroan mempertahankan pertumbuhan laba, produktivitas gerai baru, serta tren penjualan gerai lama pada paruh kedua tahun ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News