MOMSMONEY.ID - Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) menyatakan, memperkuat ekosistem asuransi keberlanjutan mampu meningkatkan kepercayaan pasar serta memberikan perlindungan bagi investor.
Sempurna Bahri, Ketua Komite Organisasi dan Hubungan Kelembagaan IAPI, menyebutkan, organisasinya kini mempersiapkan pembangunan ekosistem asuransi keberlanjutan (sustainability assurance) di Indonesia.
"Langkah ini merupakan bagian dari upaya IAPI untuk meningkatkan kualitas dan kredibilitas laporan keberlanjutan yang semakin dibutuhkan oleh dunia usaha dan pasar modal," ujarnya dalam keterangan resmi Rabu (6/5).
IAPI menekankan, laporan keberlanjutan dan laporan keuangan memiliki keterkaitan yang erat. Keduanya bukan merupakan laporan yang berdiri sendiri secara terpisah, melainkan dua laporan yang saling terhubung dan harus sinkron serta sejalan satu dengan yang lainnya.
Informasi yang disajikan dalam laporan keberlanjutan harus konsisten dan selaras dengan informasi yang tercermin dalam laporan keuangan, sehingga keduanya membentuk satu kesatuan pelaporan korporat yang utuh dan terpadu.
Baca Juga: Asuransi Makin Prospektif di 2026, Ini Panduan Membeli Proteksi dari Qoala Plus
Praktik asuransi tidak bisa dipisahkan dari ekosistem standar internasional. Khususnya asuransi atas informasi keberlanjutan harus mengacu pada standar-standar berlevel internasional, antara lain:
Pertama, International Standards on Sustainability Assurance (ISSA) 5000 sebagai dasar pelaksanaan pekerjaan asurans. ISSA 5000 saat ini dalam tahap pengadopsian oleh Dewan Standar Profesional Akuntan Publik I IAPI;
Kedua, International Ethics Standards for Sustainability Assurance (IESSA) sebagai pedoman etika dalam pelaksanaan asurans keberlanjutan. IESSA saat ini dalam tahap pengadopsian oleh Dewan Etika Profesi IAPI;
Ketiga, International Education Standards (IES) 2–4 yang mengintegrasikan kompetensi terkait asurans keberlanjutan sebagai kompetensi wajib bagi akuntan publik.
Keterhubungan laporan keberlanjutan dan laporan keuangan juga tercermin dalam kerangka IES ini: IFAC memandang kompetensi terkait keberlanjutan sebagai bagian yang integral dari sistem pelaporan keuangan secara keseluruhan.
Baca Juga: Terlalu Banyak Asuransi Bikin Keuangan Seret? Ini 3 Tanda dan Tips Mengatasi
Dengan demikian, kompetensi untuk memberikan asurans atas informasi keberlanjutan pun merupakan bagian integral dari kompetensi seorang auditor laporan keuangan
Keempat, Standar Manajemen Mutu (SMM) yang diadopsi dari International Standards on Quality Management, memperkuat manajemen mutu di level kantor akuntan publik (KAP).
Ini untuk memastikan, KAP dan personelnya memenuhi tanggung jawab mereka sesuai dengan standar profesional dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, dan melaksanakan perikatan sesuai standar dan ketentuan tersebut.
Lebih lanjut, IAPI ingin memperkuat infrastruktur yang diperlukan agar kualitas asuransi keberlanjutan di Indonesia dapat terus meningkat dan sejalan dengan praktik global.
Sebagai organisasi profesi, IAPI berperan penting dalam mengembangkan kualitas jasa akuntan publik di tanah air. Komitmen IAPI untuk memperkuat ekosistem asuransi keberlanjutan diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan pasar serta memberikan perlindungan bagi investor.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News