MOMSMONEY.ID - Film terbaru karya sutradara Edwin, Monster Pabrik Rambut, bakal tayang di bioskop Indonesia mulai 4 Juni 2026. Film ini menyajikan horor fantasi retro dari latar pabrik rambut dan situasi para pekerjanya yang kurang tidur.
Lewat film ini Edwin menghadirkan sosok monster, yang menawarkan keberagaman genre horor di Indonesia. Situasi-situasi horor di film ini dibangun dari atmosfer pabrik rambut yang menyeramkan, sosok Bos Maryati (diperankan Didik Nini Thowok) yang tersenyum manis namun eksploitatif, serta serangkaian kejadian janggal yang menimpa para pekerja mereka.
Di film ini, Edwin pun menghadirkan ketegangan horor yang berasal dari rutinitas kerja sehari-hari, bukan horor spiritual. Film ini menyoroti realita bahwa kerja berlebihan juga bisa membawa pada situasi yang menyeramkan. FIlm ini juga mengangkat keresahan jutaan pekerja saat lembur dinormalisasi. Gagasan horor punm hadir dari rutinitas keseharian para pekerja dan menggabungkannya dengan genre yang paling populer.
“Ketegangan dan teror horor di Monster Pabrik Rambut tercipta dari situasi kita bekerja sehari-hari yang kita hadapi, tanpa harus bersinggungan dengan setan. Ada bentuk lain yang menjadi sumber teror,” ujar Edwin dalam keterangan tertulis, Rabu (3/6).
Untuk menciptakan nuansa atmosferik horor fantastis retro di Monster Pabrik Rambut, Edwin menggandeng desainer produksi Menfo Tantono, Pemenang Piala Citra FFI 2024 untuk Penata Artistik Terbaik.
Edwin dan Menfo membuat Studio PFN menjadi sebuah pabrik rambut dengan kehadiran rambut asli hingga sekitar dua truk, beserta manekin, prostetik, sisir paku, dan berbagai elemen yang ada di pabrik rambut/wig di dunia nyata.
Baca Juga: Liburan di Australia Barat, Berikut 5 Pengalaman untuk Kembali Berenergi
Film yang dibintangi oleh Rachel Amanda, Lutesha, Iqbaal Ramadhan, Sal Priadi dan Kev ini pun diproduseri oleh Meiske Taurisia dan Muhammad Zaidy. Monster Pabrik Rambut turut menjadi ko-produksi internasional lima negara, Indonesia, Singapura, Jepang, Jerman, dan Prancis.
Film ini lebih dulu tayang perdana (world premiere) di Berlin International Film Festival 2026. Monster Pabrik Rambut juga telah tayang di berbagai festival film internasional termasuk Brussels Fantastic Film Festival, Hong Kong International Film Festival (HKIFF) 2026, dan yang akan datang Fantasia Film Festival 2026 di Montreal, Kanada.
Sementara itu, Meiske mengatakan, keinginan Palari Films membuat film horor adalah sebuah kebutuhan untuk mencoba menghasilkan karya baru, sambil memperkaya khasanah film horor Indonesia. “Ide awal film Monster Pabrik Rambut muncul saat Edwin datang dengan pernyataan bahwa sepertinya tempat kerja kita bisa lebih horor dibandingkan film horor itu sendiri. Kita semua pernah merasakan ini, apapun bidang pekerjaan kita,” katanya.
Adapun film ini bercerita tentang Putri (diperankan oleh Rachel Amanda) yang kehilangan ibunya, yang mati setelah beberapa hari tak tidur karena bekerja siang dan malam. Menurut Maryati (Didik Nini Thowok), pemilik pabrik, ibunya mati bunuh diri. Awalnya ia percaya, tapi Ida (diperankan Lutesha), adiknya, mengatakan bahwa ibu mereka mati karena kesurupan. Untuk membuktikan perkataannya, Ida memutuskan untuk lembur, tak tidur berhari-hari, demi melihat sendiri sosok hitam yang merebut tubuh ibunya.
Bona (diperankan Iqbaal Ramadhan), adik bungsu mereka, memiliki kemampuan spesial yang mampu meregenerasi bagian tubuhnya. Sosok hitam berhasil menyandera Bona. Simak apakah Putri dan Ida mampu menyelamatkan Bona di bioskop mulai 4 Juni.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News