M O M S M O N E Y I D
InvesYuk

Dua Ujian Penentu Nasib Bitcoin, Voting CLARITY Act dan Keputusan The Fed

Dua Ujian Penentu Nasib Bitcoin, Voting CLARITY Act dan Keputusan The Fed
Reporter: Dupla Kartini  |  Editor: Dupla Kartini


MOMSMONEY.ID - Moms yang berinvestasi pada Bitcoin perlu mencermati dua agenda penting, yang berpotensi menentukan arah pergerakan aset kripto itu dalam jangka pendek.

Agenda pertama, Senat Amerika Serikat dijadwalkan melakukan voting prosedural terhadap CLARITY Act pada Selasa (15/9). Agenda kedua, Federal Reserve memulai rapat dua hari FOMC, yang hasilnya akan diumumkan pada Rabu (16/9).

Andri Fauzan, Crypto Analyst Reku, mengatakan, dua agenda tersebut menjadi kombinasi yang jarang terjadi dalam satu waktu. Biasanya pasar hanya menghadapi satu katalis besar dalam satu pekan.

"Kali ini ada dua sekaligus, dan keduanya bisa bergerak ke arah yang saling menguatkan atau justru saling menekan. Ini yang membuat minggu ini sangat penting untuk dicermati," kata Andri melalui siaran pers, Selasa (15/9).

Voting CLARITY Act jadi perhatian

CLARITY Act merupakan rancangan undang-undang yang bertujuan memberikan kepastian hukum bagi aset digital di Amerika Serikat. Voting yang berlangsung Selasa merupakan voting prosedural untuk menentukan apakah pembahasan rancangan aturan tersebut dapat dilanjutkan. Dibutuhkan sedikitnya 60 suara agar prosesnya berlanjut.

Versi terbaru rancangan tersebut memuat sejumlah ketentuan yang menjadi perhatian, termasuk aturan etika bagi pejabat publik yang berinvestasi di aset kripto, aktivitas keuangan berbasis teknologi terdesentralisasi, serta ketentuan mengenai imbal hasil stablecoin.

Baca Juga: Bitcoin Hati-Hati di Tengah Ancaman Eskalasi, Ini Penentu Arah Selanjutnya

Menurut Andri, keberhasilan voting dapat mengurangi ketidakpastian regulasi yang selama ini menjadi salah satu hambatan bagi masuknya dana institusional ke pasar kripto.

"Investor institusional besar tidak akan masuk dalam skala penuh selama status hukum aset kripto di pasar terbesar dunia belum jelas. CLARITY Act adalah kunci untuk membuka pintu itu. Voting hari ini adalah sinyal pertama apakah pintu itu akan dibuka," papar Andri.

Namun, jika voting gagal memenuhi 60 suara, ketidakpastian mengenai regulasi aset digital dapat berlanjut dan berpotensi menekan sentimen pasar dalam jangka pendek. Perkembangan terbaru menunjukkan dukungan terhadap rancangan aturan tersebut masih menjadi tanda tanya karena sejumlah perbedaan politik belum sepenuhnya terselesaikan.

Keputusan The Fed tak kalah penting

Selain perkembangan CLARITY Act, investor kripto juga menunggu hasil rapat FOMC yang berlangsung pada 15-16 September. Pasar memperkirakan kenaikan suku bunga sebesar 0,25% pada pertemuan kali ini, setelah inflasi dan harga energi masih menjadi perhatian.

Namun, menurut Andri, keputusan suku bunga bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan. Nada komunikasi The Fed mengenai kebijakan selanjutnya juga akan menjadi penentu bagi Bitcoin.

Baca Juga: Harga Emas Makin Loyo di bawah US$ 4.300, Pasar Bertaruh The Fed Naikkan Bunga

Jika pernyataan The Fed lebih hawkish dari perkiraan, dia menaksir, area US$ 75.000-US$ 76.000 berpotensi kembali diuji. Sebaliknya, jika bank sentral memberikan sinyal yang lebih berhati-hati, Bitcoin berpeluang kembali menguji level US$ 80.000.

Dari sisi arus dana institusional, ETF Bitcoin mencatatkan arus keluar dalam beberapa sesi terakhir. Kondisi ini berbeda dengan ETF Ethereum yang masih mencatatkan arus masuk, menunjukkan adanya penyesuaian alokasi di kalangan investor besar.

Di sisi lain, akumulasi Bitcoin oleh sejumlah perusahaan korporasi masih berlangsung dan menjadi salah satu faktor yang dapat menopang harga dalam jangka menengah.

Dua skenario yang paling mungkin minggu ini, jika CLARITY lolos dan The Fed tidak terlalu agresif, Bitcoin punya bahan bakar untuk breakout dari zona konsolidasi. "Jika keduanya mengecewakan, support US$ 75.000 hingga US$ 76.000 akan menjadi ujian berikutnya," prediksi Andri.

Belakangan ini, Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$ 77.000-US$ 78.000, setelah mencatatkan penguatan sepanjang Agustus. Mengutip coinmarketcap.com, Selasa (15/9) pukul 17.17 WIB, Bitcoin diperdagangkan seharga US$ 76.969, turun sekitar 1,3% dalam 24 jam terakhir.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Ramalan Shio Besok Rabu 16 September 2026, Harus Pintar Baca Situasi

Simak ramalan shio Rabu 16 September 2026, cek peruntungan karier, keuangan, cinta, dan kesehatan 12 shio lengkap hari ini.

Provinsi Ini Masih Turun Hujan Lebat, Cek Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (16/9)

BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca besok Rabu 16 September dengan status Siaga hujan sangat lebat dan Waspada hujan lebat di provinsi ini.

Ramalan Zodiak Besok Rabu 16 September 2026, Mulai Cinta Sampai Karier

Simak ramalan 12 zodiak besok Rabu 16 September 2026, mulai dari karier, keuangan, asmara hingga kesehatan dan peluang terbaru.

Promo Gadget Tengah Bulan Blibli, Ada Diskon hingga 70%

​Blibli menghadirkan promo gadget di pertengahan bulan dengan sejumlah potongan harga dan voucher mulai dari smartphone hingga action cam.

4 Zodiak yang Sering Terjebak dalam Toxic Relationship, Ada yang Obsesi Berlebihan

Ada 4 zodiak yang sering terjebak dalam toxic relationship dan perlu menetapkan batasan emosional secara lebih tegas. Ini daftarnya.

Dua Ujian Penentu Nasib Bitcoin, Voting CLARITY Act dan Keputusan The Fed

Voting CLARITY Act dan Keputusan The Fed bisa bergerak ke arah yang saling menguatkan atau justru saling menekan terhadap Bitcoin.

4 Minuman Tinggi Kalori yang Harus Dibatasi Konsumsinya, Nomor 1 jadi Favorit

Berikut adalah 4 minuman tinggi kalori yang harus dibatasi konsumsinya agar kesehatan dan berat badan Anda tetap terjaga secara optimal.

Prakiraan Cuaca Banten Besok Rabu (16/9), Diramal Cerah hingga Berawan

Berdasarkan prakiraan BMKG, cuaca di wilayah Banten pada Rabu (16/9) diprediksi bervariasi, mulai dari cerah hingga berawan​.

Promo Indomaret Ice Cream Fair 3-21 September 2026, Magnum-Aice Beli 2 Gratis 1

Promo Indomaret Ice Cream Fair Periode 3-21 September 2026. Cek dan manfaatkan untuk belanja hemat es krim favorit.

Anak Sulit Membaca Bukan Berarti Malas, Kenali Tanda Gangguan Belajar Spesifik

Anak yang kesulitan membaca belum tentu malas belajar. IDAI menjelaskan tanda gangguan belajar spesifik yang perlu dikenali orang tua dan guru.