M O M S M O N E Y I D
InvesYuk

Bitcoin Hati-Hati di Tengah Ancaman Eskalasi, Ini Penentu Arah Selanjutnya

Bitcoin Hati-Hati di Tengah Ancaman Eskalasi, Ini Penentu Arah Selanjutnya
Reporter: Dupla Kartini  |  Editor: Dupla Kartini


MOMSMONEY.ID - Harga Bitcoin bergerak hati-hati di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, setelah Amerika Serikat menyerang peluncur roket Iran di kawasan Selat Hormuz.

Mengutip coinmarketcap.com, Senin (31/8) pukul 17.56 WIB, Bitcoin diperdagangkan di level US$ 78.616. Dalam 24 jam terakhir, harga aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar tersebut naik tipis 0,60%. 

Sebelumnya, Bitcoin sempat menyentuh US$ 80.000 pada 25 Agustus dalam reli yang panjang, sebelum bergerak melandai.

Crypto Analyst Reku Andri Fauzan mengatakan, minggu ini sebagai salah satu yang paling krusial sepanjang kuartal ketiga. Bitcoin sedang diuji dari dua sisi sekaligus. Geopolitik di Hormuz mendorong investor ke mode defensif, sementara ekspektasi kebijakan The Fed yang masih hawkish membuat ruang gerak aset berisiko semakin sempit.

"Kedua faktor ini harus mereda bersamaan untuk membuka jalan kenaikan yang lebih meyakinkan," ujar Andri dalam keterangan tertulis, Senin (31/8).

Baca Juga: Bitcoin tembus US$ 80.000, Jangan Buru-Buru Mengejar Reli

Pada 30 Agustus, militer AS melancarkan serangan terhadap peluncur roket milik Iran di kawasan Selat Hormuz. Serangan tersebut dilakukan setelah AS mendeteksi persiapan pemasangan ranjau laut oleh Garda Revolusi Islam Iran.

Iran kemudian mengancam akan melakukan pembalasan. Namun, hingga saat ini belum ada aksi militer lanjutan dari Teheran. Ancaman tersebut tetap menjadi perhatian pasar karena berpotensi meningkatkan ketidakpastian geopolitik dan mendorong investor lebih defensif.

Dampaknya juga terlihat pada pasar minyak. Harga minyak mentah Brent kini berada di kisaran US$ 89-US$ 90 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) berada di level US$ 84-US$ 85 per barel.

Jika Iran benar-benar merespons secara militer dalam 48 jam-72 jam ke depan, harga minyak berpotensi kembali melonjak. Kondisi tersebut dapat memperkuat tekanan inflasi global yang masih berlangsung.

Data AS jadi penentu Bitcoin

Selain perkembangan di Timur Tengah, pasar juga mencermati arah kebijakan The Fed setelah Ketua The Fed Kevin Warsh menyampaikan pidato di Jackson Hole pekan lalu.

Warsh mempertegas sikap hati-hati The Fed dengan menempatkan inflasi sebagai perhatian utama. Opsi kenaikan suku bunga pada pertemuan September juga masih terbuka. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi Bitcoin karena suku bunga yang lebih tinggi dan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang meningkat cenderung menekan aset berisiko.

Baca Juga: Bitcoin cs Rebound Tajam, Cek Katalis Pemicu dan Prospek Harganya

Pasar AS libur pada Senin (31/8) dalam rangka Labor Day. Perhatian investor selanjutnya akan beralih ke sejumlah data ekonomi AS, mulai dari ISM Manufacturing, laporan JOLTS, hingga data ketenagakerjaan Agustus atau non-farm payrolls (NFP) yang akan dirilis Jumat.

Jika data pekerjaan AS lebih kuat dari perkiraan, imbal hasil obligasi pemerintah AS berpotensi meningkat. Kondisi itu dapat memberikan tekanan tambahan terhadap Bitcoin dan aset berisiko lainnya.

Sebaliknya, data ketenagakerjaan yang lebih lemah dari ekspektasi dapat meredam kekhawatiran terhadap kenaikan suku bunga dan memberikan ruang bagi Bitcoin untuk kembali menguji level US$ 80.000.

"Dua katalis besar minggu ini adalah respons Iran dalam waktu dekat dan angka NFP Jumat. Sebelum kedua hal itu memberikan kejelasan, Bitcoin kemungkinan tetap bergerak dalam kisaran sempit dan sensitif terhadap setiap berita baru dari Timur Tengah," prediksi Andri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Enak tapi Berisiko! Ini 6 Bahaya Nyata Makanan Kaleng Siap Saji bagi Kesehatan Tubuh

Di balik kepraktisannya, makanan kaleng siap saji menyimpan garam nitrat dan bahan kimia yang berisiko memicu stroke hingga kanker.

Selain Bikin Lengket, Ini 6 Manfaat Berhubungan Intim di Malam Hari buat Kesehatan

Tak sekadar bikin hubungan makin lengket, berhubungan intim di malam hari juga ampuh kurangi stres hingga menjaga kesehatan jantung Anda.  

Coba 6 Resep Minuman Rempah Ini untuk Bantu Bakar Lemak Lebih Maksimal, yuk

Dari kunyit asam hingga jahe lemon, racikan minuman rempah ini siap dukung proses diet Anda secara alami dan aman.

Memanfaatkan Program Pendampingan Untuk Ekspansi Usaha

Sejumlah program pendampingan usaha banyak digelar oleh berbagai pihak, salah satunya dari Kementerian Perdagangan. 

Berlari Sambil Berpetualang di Taman Wisata Ancol

Ajang lari Isekai Run Vol. 4: The Mysterious Forbidden Desert akan berlangsung 20 Desember 2026 di  Ancol.

3 Jenis Suplemen yang Sebaiknya Dihindari, Nomor 1 Jadi Favorit Banyak Orang!

Berniat untuk mencoba suplemen? Ketahui dulu 3 jenis suplemen yang sebaiknya dihindari berikut ini, Moms.

Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (6/11), Hujan Lebat Siram 26 Provinsi Berikut

BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca besok 6 November dengan status Siaga hujan sangat lebat dan Waspada hujan lebat di banyak provinsi ini.

Ada Potensi Kabut Asap, Simak Prakiraan Cuaca Sulawesi Selatan Besok (6/11)

BMKG memprakirakan cuaca besok di wilayah Sulawesi Selatan akan cukup beragam termasuk kabut asap pada Jumat (6/11).

Prakiraan Cuaca Jawa Timur Jumat (6/11), Mayoritas Berawan dan Suhu Capai 35°C

BMKG merilis prakiraan cuaca besok di Jawa Timur Jumat (6/11), mayoritas wilayah diprediksi berawan dengan suhu diperkirakan mencapai 35°C.

Promo Alfamart Home Care 1-15 November 2026, SoSoft-Mama Lemon Diskon hingga 50%

Manfaatkan promo Alfamart Home Care periode 1-15 November 2026 untuk belanja hemat kebutuhan rumah tangga.