MOMSMONEY.ID - Banyak orang berfokus memangkas porsi makan saat ingin menjaga berat badan atau menerapkan gaya hidup sehat, namun sering kali mengabaikan kandungan asupan cairannya.
Tanpa disadari, asupan kalori cair (liquid calories) dari berbagai jenis minuman populer bisa menjadi pemicu utama kenaikan berat badan berlebih karena tidak memberikan efek kenyang yang bertahan lama pada tubuh.
Mengonsumsi minuman tinggi kalori secara rutin dapat membebani metabolisme, memicu lonjakan gula darah mendadak, serta meningkatkan risiko obesitas dan penyakit kardiovaskular.
Baca Juga: 4 Jenis Kopi Paling Sehat dan Fakta Medisnya, Pecinta Kopi Wajib Tahu!
Mengutip Harvard T.H. Chan School of Public Health, Cleveland Clinic dan Healthline, berikut 4 minuman tinggi kalori yang harus dibatasi konsumsinya agar kesehatan dan berat badan Anda tetap terjaga.
1. Minuman Kopi Kekinian
Kopi hitam memang hampir bebas kalori. Namun, racikan kopi modern dengan tambahan sirup, gula, krimer, whipped cream, dan topping seperti boba dapat mengubahnya menjadi bom kalori.
Satu gelas minuman kopi manis ukuran sedang bisa mengandung 300 hingga 500 kalori. Jumlah ini setara dengan porsi makan siang lengkap.
Kandungan gula dan lemak jenuh yang tinggi di dalamnya sangat cepat diserap oleh tubuh. Hal ini dapat memicu lonjakan insulin secara drastis serta menyumbang penumpukan lemak di area perut jika dikonsumsi secara rutin.
2. Soda
Minuman soda merupakan salah satu pemicu utama asupan gula tambahan terbesar dalam pola makan modern.
Satu kaleng soda ukuran standar umumnya mengandung sekitar 140-150 kalori yang seluruhnya berasal dari gula murni (sekitar 35-40 gram gula), tanpa ada kandungan vitamin, mineral, atau serat sama sekali.
Karena tidak membutuhkan proses pencernaan yang kompleks, cairan kaya gula ini akan langsung mengalir ke sistem pembuluh darah dan organ hati. Sehingga, meningkatkan risiko resistensi insulin serta penumpukan lemak hati (fatty liver).
Baca Juga: 4 Jenis Buah yang Sebaiknya Tidak Dikonsumsi Setiap Hari, Catat Ya!
3. Minuman Olahraga
Minuman olahraga dirancang khusus untuk atlet yang melakukan aktivitas fisik berat berdurasi panjang guna menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang.
Namun, bagi masyarakat umum yang tidak melakukan olahraga intensif, mengonsumsi minuman ini hanya akan menambah asupan kalori dan gula yang tidak diperlukan.
Satu botol minuman energi atau olahraga bisa menyumbang 100 hingga 200 kalori berlebih. Jika tidak dibakar melalui aktivitas fisik, kalori akan disimpan oleh tubuh sebagai cadangan lemak.
4. Jus Buah Kemasan
Jus buah sering kali dipersepsikan sebagai minuman yang sepenuhnya sehat. Padahal, jus buah kemasan kerap ditambahi gula pasir, kental manis, atau sirup konsentrat.
Bahkan, pada jus buah murni tanpa gula, proses pemerasan telah menghilangkan sebagian besar serat alami buah.
Tanpa serat, gula buah (fruktosa) akan diserap sangat cepat oleh tubuh dan menyumbang kalori yang padat tanpa memberikan rasa kenyang yang lama. Akibatnya, Anda mudah merasa lapar kembali dalam waktu singkat.
Membatasi konsumsi minuman tinggi kalori merupakan langkah krusial dalam menjaga stabilitas metabolisme dan mencapai berat badan ideal. Dengan mengalihkan pilihan cairan harian ke air putih, teh tanpa gula, atau kopi hitam polos, dapat memangkas ratusan kalori tak terduga setiap hari, sekaligus melindungi tubuh dari risiko penyakit kronis jangka panjang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News