MOMSMONEY.ID - Erling Haaland kini tengah menjadi sorotan di setiap sudut dunia. Striker Timnas Norwegia itu tak hanya memiliki prestasi yang mengagumkan, tetapi juga banyak disorot terkait pola makannya yang ekstrem.
Dengan koleksi 62 gol dalam 54 penampilan untuk negaranya, ia telah menjelma menjadi mesin pencetak angka yang membuat banyak warga dunia berdecak kagum.
Performa moncer itu semakin memuncak di Piala Dunia FIFA 2026, di mana ia menggelontorkan tujuh gol hanya dalam empat pertandingan.
Baca Juga: Ini Perjalanan Spanyol Menuju Gelar Juara Kedua Piala Dunia
Namun, di balik aksi hebatnya di rumput hijau, ada sebuah fakta mengejutkan terkait pola makannya yang tak biasa dengan orang umum.
Haaland dilaporkan secara rutin mengonsumsi sekitar 6.000 kalori per hari. Jumlah kalori yang jauh di atas porsi makan manusia normal.
Dikutip dari www.forbes.com, Haaland mengusung konsep yang disebut ancestral diet atau diet leluhur, yakni menghindari semua makanan modern pasca-Revolusi Industri.
Artinya, ia menghindari makanan ultra-olahan, gula rafinasi, minyak biji industri, dan suplemen kimia.
Baca Juga: Kalahkan Prancis 2-0, Spanyol ke Final Kedua Piala Dunia
Dalam sebuah film dokumenter di tahun 2022 Haaland: The Big Decision, film tersebut mendokumentasikan makanan apa saja yang ada di dalam dietnya, seperti jantung dan hati sapi, madu murni dan ikan kakap, serta asparagus dan nasi goreng telur.
Dalam penelitian pun menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan ultra-olahan berkaitan dengan risiko penyakit kanker kolorektal dan kematian dini. Selain itu, makanan olahan juga bisa membuat seseorang makan lebih banyak.
Baca Juga: Hasil Japan Open 2026: 2 Wakil Indonesia ke 16 Besar, Jonatan Tumbang
Dengan asupan sebesar itu, tentu tubuhnya harus bekerja ekstra keras untuk membakar kelebihan energi. Sehingga, dibutuhkan aktivitas fisik yang setara.
Karena untuk membakar 6.000 kalori, maka rata-rata seseorang harus berlari selama 6 hingga 7,5 jam atau melakukan lompat tali sekitar 5 hingga 6 jam.
Diet yang dijalani Haaland ini tentu bukanlah diet yang bisa dijalani oleh setiap orang. Mengingat ia adalah pemain sepakbola yang menuntut aktivitas fisik, dengan begitu metabolismenya pun kemungkinan sangat berbeda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News