MOMSMONEY.ID - Ingin mendalami sejarah desain ruangan asal Swedia? Dalam perayaan 75 tahun hubungan diplomatik Swedia dan Indonesia, ada pameran Tyra Kleen, A Swedish Artist Celebrating Indonesian Culture: A Journey Through Java & Bali 1919–1921 yang masih bisa datangi hingga 30 September. Tepatnya, pameran ini berlangsung di di UPFinity Level 85, UP at Thamrin Nine, Autograph Tower, Jakarta.
Ini adalah pameran yang menghadirkan perspektif desain Swedia dalam ruang yang merayakan budaya Indonesia. Pameran yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Swedia di Jakarta ini juga menampilkan sekitar 30 reproduksi karya seni dan fotografi Tyra Kleen dari koleksi Etnografiska Museet atau Museum of Ethnography di Stockholm. Pameran ini membawa kembali karya Kleen ke Indonesia, tempat yang ia kunjungi dalam perjalanannya melalui Jawa dan Bali pada 1919 hingga 1921.
Pengunjung juga dapat mengikuti guided tour yang diselenggarakan pada 12, 13, 19, 20, 26, dan 27 September 2026.
Acara tersebut resmi dibuka oleh Putri Mahkota Victoria dari Swedia dan diawali dengan sambutan dari Duta Besar Swedia untuk Indonesia, H.E. Daniel Blockert, pada Selasa, 8 September 2026 di UP at Thamrin Nine, Jakarta.
IKEA Indonesia berpartisipasi dalam pameran ini dengan menampilkan produk-produk yang sudah dikurasi, di antaranya adalah koleksi IKEA PS 2026, kursi POÄNG, lampu NYMÅNE, dan tikar SWAN. Selain itu, hadir juga cushion cover dari IKEA Indonesia yang menunjukkan perpaduan material, bentuk, dan warna dalam satu ruang.
Baca Juga: Bermain Tak Perlu Ruang Khusus, IKEA Indonesia Hadirkan Koleksi GREJSIMOJS
"Melalui dukungan terhadap pameran Tyra Kleen, IKEA Indonesia ingin turut merayakan hubungan tersebut sekaligus menghadirkan perspektif Swedia dalam sebuah pengalaman yang berangkat dari cerita tentang Indonesia,” ujar Muhammad Taufiqurrakhman, Country Marketing Manager IKEA Indonesia, dalam keterangan tertulis, Rabu (9/9).
Kehadiran IKEA Indonesia dalam pameran ini berangkat dari gagasan bahwa dua budaya dapat bertemu dalam satu ruang. Desain Swedia dapat hadir berdampingan dengan elemen yang dekat dengan Indonesia, dan karakter dan ciri khas keduanya tetap terasa pada setiap elemen dan saling melengkapi.
“Desain selalu tumbuh dari tempat, orang, dan kehidupan di sekitarnya. Ketika kita melihat karya, material, dan cara hidup dari perspektif yang berbeda, muncul kemungkinan baru untuk memahami bagaimana sebuah ruang dapat digunakan dan dirasakan. Bagi kami, pameran ini menjadi kesempatan untuk melihat desain bukan hanya sebagai bentuk, tetapi juga sebagai bagian dari percakapan tentang budaya dan kehidupan,” ujar Ardan Hanafi, Country Home Furnishing & Retail Design IKEA Indonesia.
Kurasi tersebut memperlihatkan pendekatan desain IKEA melalui perpaduan material seperti kayu, rotan, kaca, dan tekstil, serta permainan bentuk dan warna yang hadir bersama elemen pameran. Beberapa produk juga membawa karakter yang akrab dalam konteks budaya Indonesia, termasuk penggunaan rotan dan tikar, sehingga menciptakan pertemuan antara perspektif desain Swedia dan elemen khas Indonesia dalam satu ruang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News