MOMSMONEY.ID - Bingung mau pilih cat atau sprei dulu saat menata ulang kamar tidur? Berikut rekomendasi dari para ahli yang bisa kamu coba.
Ternyata, urutan memilihnya bisa memengaruhi apakah dekorasi kamar terlihat menyatu atau justru terasa berantakan.
Melansir dari The Spruce, sejumlah desainer interior menyarankan menentukan warna dinding lebih dulu karena bagian ini cukup dominan dalam membentuk suasana ruangan.
Setelah itu, sprei bisa dipilih sebagai pelengkap melalui warna, motif, atau tekstur yang sesuai.
“Cat dinding memiliki dampak besar pada kehadiran dan suasana ruangan,” ujar Emilie Munroe, pendiri Studio Munroe.
Baca Juga: 9 Tren Kamar Mandi Retro 2026 yang Bikin Rumah Terlihat Lebih Privat
Kenapa cat dipilih lebih dulu?
Warna dinding bisa menjadi dasar untuk menentukan elemen lain di kamar. Setelah warna utama ditetapkan, memilih sprei, selimut, karpet, hingga aksesori menjadi lebih gampang.
Tidak perlu mencari sprei dengan warna yang sama persis. Justru, perpaduan warna yang masih senada tetapi memiliki sedikit perbedaan dapat membuat kamar terasa lebih hidup.
Cara ini juga cukup praktis bagi penghuni rumah di Indonesia. Mengecat ulang dinding biasanya membutuhkan lebih banyak waktu dan tenaga dibandingkan mengganti sprei.
Warna apa yang cocok untuk kamar
Pilihan warna tetap bergantung pada selera dan kondisi ruangan. Biru lembut dan hijau sage bisa dipertimbangkan untuk menghadirkan kesan tenang.
Sementara itu, putih, krem, beige, atau abu abu hangat cenderung lebih fleksibel. Warna tersebut mudah dipadukan dengan berbagai model furnitur dan perlengkapan tidur.
Namun, jangan hanya mengikuti tren. Perhatikan juga pencahayaan alami, ukuran kamar, warna lantai, dan material furnitur agar hasil akhirnya tetap nyaman dilihat.
Sprei tidak harus sama dengan warna dinding
Membuat seluruh elemen kamar memiliki warna identik bukan satu satunya cara mendapatkan dekorasi yang serasi. Jika semuanya terlalu mirip, kamar malah bisa terlihat datar.
Emily Hodge, pendiri Emily Hodge Design, menyarankan warna perlengkapan tempat tidur tetap memiliki hubungan dengan dinding, tetapi tidak harus sama persis.
Contohnya, dinding hijau sage dapat dipadukan dengan sprei putih, krem, cokelat muda, atau motif yang memiliki sedikit unsur hijau. Hasilnya tetap nyambung tanpa terlihat berlebihan.
Baca Juga: Tren Renovasi Rumah Ini Jadi Pilihan Ketika Pindah Hunian Makin Mahal
Tekstur juga penting
Selain warna, tekstur bisa membuat kamar terasa lebih menarik. Sprei polos dapat dipadukan dengan selimut bertekstur, bantal bermotif, karpet, atau furnitur berbahan kayu.
Menurut Laura Hammett, pendiri Laura Hammett Living, perpaduan tekstur, finishing, dan warna dapat membuat kamar terlihat terencana sekaligus tetap natural.
Bagi kamar minimalis, tidak perlu menambahkan banyak dekorasi. Beberapa tekstur berbeda sudah cukup untuk memberikan variasi.
Sprei putih bisa jadi pilihan aman
Kalau masih ragu, sprei putih termasuk pilihan yang mudah dipadukan. Warna ini cocok dengan berbagai warna dinding dan tidak cepat terasa ketinggalan zaman.
Biar tidak terlalu polos, warna dinding dapat diulang lewat bantal, selimut, atau aksesori kecil. Saat ingin mengganti suasana kamar, cukup ubah beberapa perlengkapan tersebut tanpa perlu mengecat ulang.
Jadi, sprei atau cat dulu?
Untuk mempermudah proses, pilih cat dinding terlebih dahulu, lalu sesuaikan sprei dengan warna yang sudah ada. Setelah itu, barulah tambahkan karpet, selimut, bantal, dan dekorasi lainnya.
Intinya bukan membuat semua benda memiliki warna sama. Kamar justru bisa terasa lebih nyaman ketika ada kombinasi warna, motif, dan tekstur yang saling melengkapi tanpa terlihat terlalu dibuat buat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News