MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global naik tipis karena para pedagang mempertimbangkan penurunan harga minyak, yang meredakan kekhawatiran atas inflasi dan imbal hasil obligasi pemerintah AS masih tinggi.
Mengutip Bloomberg, Rabu (30/9), harga emas spot diperdagangkan sedikit naik US$ 11 menjadi US$ 4.193,88 per troi ons pada pukul 15.00 WIB. Harga emas naik tipis setelah ditutup naik 1,6% pada sesi sebelumnya.
Harga minyak mentah sedikit landai karena adanya tanda-tanda bahwa pasokan dari Timur Tengah telah meningkat mendekati level sebelum perang, terutama dari Arab Saudi. Aliran minyak melalui jalur pipa utama, mengimbangi kebuntuan di Selat Hormuz. Meski demikian, harga minyak Brent naik sekitar 70% tahun ini seiring konflik mendekati bulan kedelapan.
Tekanan terhadap harga emas tetap ada dari berbagai faktor lain. Yield US Treasury jangka waktu terpanjang naik enam hari berturut-turut pada Selasa, tertinggi sejak 2002. Imbal hasil tinggi di tengah kekhawatiran bahwa biaya energi yang terus meningkat dapat memicu kenaikan tarif lebih lanjut.
Imbal hasil yang lebih tinggi biasanya membebani emas batangan, yang tidak menghasilkan imbal hasil.
Baca Juga: Harga Emas Dunia Rebound Tipis Setelah Ambles 4%, Ini Katalisnya
Para pejabat Fed telah memperingatkan bahwa kebijakan moneter yang lebih ketat masih diperlukan bahkan setelah mereka menaikkan suku bunga pada September untuk pertama kalinya sejak 2023.
Pada Selasa, Presiden Fed New York, John Williams, mengatakan bahwa satu kenaikan lagi akhir tahun ini mungkin tepat, sehingga mendorong investor untuk mengurangi kemungkinan kemungkinan untuk kenaikan pada Oktober.
Williams mengatakan konflik di Timur Tengah dan pengembangan kecerdasan buatan tetap menjadi pendorong utama inflasi yang lebih tinggi. Sementara tiga pejabat lainnya menyinggung kenaikan suku bunga dalam pidato yang terpisah.
Harga emas diperkirakan akan turun lebih dari 5% pada akhir September, karena tekanan biaya energi membebani harga. Rilis data pengeluaran konsumsi pribadi AS pada Rabu sore, serta data non-farm payroll pada Jumat, adalah indikator ekonomi yang akan dipantau secara cermat untuk mendapatkan petunjuk mengenai arah suku bunga.
Meskipun demikian, kepemilikan dana berbasis emas yang diperdagangkan di bursa (ETF) terus meningkat, bertambah sekitar 63 ton bulan ini.
Analis Macquarie Group Ltd., dikutip dari Bloomberg, Rabu, mengatakan investor jangka panjang bersama dengan pembelian bank sentral, mengimbangi beberapa faktor makroekonomi yang bearish, sehingga emas tanpa katalis arah yang jelas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News