MOMSMONEY.ID - Dapur putih Anda mulai bergeser? Simak warna netral baru yang lebih hangat, fleksibel, dan tetap cocok untuk rumah masa kini.
Selama bertahun-tahun, dapur putih dianggap sebagai pilihan paling aman untuk hampir semua jenis rumah. Warna ini identik dengan kesan bersih, rapi, dan mudah dipadukan dengan gaya apa pun.
Namun, seiring perubahan gaya hidup dan cara orang memandang rumah sebagai ruang hidup, dapur serba putih mulai terasa kurang personal.
Banyak pemilik rumah kini mencari suasana dapur yang lebih hangat, nyaman, dan terasa “hidup”. Melansir dari Real Simple, para desainer interior internasional menilai bahwa definisi warna netral kini telah bergeser ke arah material alami yang lebih berkarakter.
“Kayu kini dipandang sebagai netral baru karena mampu menghadirkan kehangatan tanpa mengurangi fleksibilitas desain,” ujar Shannon Askinasi, desainer interior dan pendiri Ash & Pine Interiors.
Baca Juga: Memilih Kucing yang Tepat Jadi Tantangan, WarnaGo Buka Gerai di Tangerang
Dapur putih masih relevan, tapi bukan lagi pilihan utama
Perlu digarisbawahi, dapur putih tidak sepenuhnya ditinggalkan. Dalam banyak kasus, warna ini masih bekerja dengan sangat baik, terutama untuk rumah dengan pencahayaan terbatas atau tata ruang terbuka. Putih juga memberi kebebasan bagi pemilik rumah yang belum yakin ingin bermain warna atau pola.
Namun, masalah muncul ketika dapur putih diterapkan tanpa detail yang matang. Tanpa tekstur, kontras, atau elemen pembeda, dapur bisa terlihat datar dan terasa seperti ruang standar tanpa karakter.
Inilah yang membuat banyak orang mulai merasa dapur putih terlalu aman dan kurang mencerminkan kepribadian penghuninya.
Mary Beth Sullivan, desainer interior dan pendiri MB Sullivan Design, menyebut dapur putih paling efektif jika difungsikan sebagai latar belakang, bukan pusat perhatian. Dengan begitu, elemen lain seperti meja dapur, kompor, atau aksen dekoratif bisa lebih menonjol.
Warna kayu alami jadi netral baru yang lebih hangat
Saat ini, kayu tidak lagi dianggap sebagai elemen dekorasi tambahan. Banyak desainer justru menjadikannya fondasi visual utama dalam dapur modern. Kabinet kayu bernuansa alami, pulau dapur dari kayu solid, hingga rak terbuka dengan serat kayu terlihat jelas semakin populer.
Keunggulan kayu terletak pada kemampuannya menciptakan suasana hangat dan nyaman tanpa terasa berlebihan. Secara visual, kayu juga memberi kedalaman dan tekstur yang tidak dimiliki warna putih polos. Inilah alasan mengapa kayu kini diposisikan sebagai warna netral generasi baru.
Dari sisi keawetan tren, warna kayu cenderung lebih tahan lama karena terhubung langsung dengan elemen alam. Selama dipilih dengan finishing yang tepat, dapur bernuansa kayu tetap relevan meski tren desain terus berubah.
Baca Juga: 10 Benda yang direkomendasikan Tidak Ada di Ruang Tamu Menurut Desainer Interior
Tidak perlu renovasi besar untuk ikut tren dapur 2026
Mengikuti arah desain terbaru tidak selalu berarti harus merenovasi dapur secara total. Justru, banyak desainer menyarankan perubahan bertahap agar lebih aman dan realistis. Salah satu cara paling mudah adalah menambahkan elemen kayu hanya pada satu titik fokus.
Contohnya, mengganti satu sisi kabinet dengan finishing kayu, menambahkan panel kayu pada pulau dapur, atau memasang rak kayu dari lantai ke plafon. Perubahan kecil ini sudah cukup memberi nuansa baru tanpa mengganggu keseluruhan desain dapur.
Pendekatan seperti ini juga memungkinkan pemilik rumah menilai apakah estetika kayu benar-benar cocok dengan gaya hidup dan karakter rumah mereka sebelum melakukan perubahan lebih besar.
Kunci desain dapur kayu agar tidak terasa berat
Meski kayu menawarkan banyak kelebihan, penggunaannya tetap perlu dikontrol. Terlalu banyak elemen kayu dalam satu ruang bisa membuat dapur terasa gelap dan berat, bahkan menyerupai rumah bergaya pedesaan ekstrem.
Kuncinya ada pada keseimbangan. Mengombinasikan kabinet kayu dengan dinding berwarna netral, countertop sederhana, atau kabinet bercat polos akan menjaga dapur tetap terasa modern dan ringan. Perpaduan ini juga membuat dapur lebih fleksibel jika suatu saat ingin mengganti gaya tanpa renovasi besar.
Pendekatan seimbang seperti ini menunjukkan pemahaman desain yang matang, sekaligus meningkatkan kenyamanan jangka panjang.
Baca Juga: Estetika Ruangan Semakin Meningkat Drastis, Ini Rekomendasi Model Tirai Modern
Dapur putih tidak akan benar-benar usang, tetapi posisinya kini lebih sebagai pilihan, bukan keharusan. Kehadiran kayu sebagai warna netral baru mencerminkan kebutuhan masyarakat modern akan rumah yang terasa hangat, tenang, dan personal.
Pada akhirnya, dapur yang ideal bukanlah yang paling mengikuti tren, melainkan yang paling nyaman digunakan sehari-hari.
Sentuhan kayu yang tepat dan perencanaan yang matang, dapur bisa menjadi ruang favorit di rumah, bukan sekadar tempat memasak, tetapi juga tempat berkumpul dan berbagi cerita.
Selanjutnya: SMF Bakal Rilis Obligasi dan Sukuk Musyarakah Tawarkan Imbal Hasil Hingga 5,25%
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News