M O M S M O N E Y I D
BisnisYuk

Cerita Sukses Pengusaha Kacamata Demodas Kembangkan Usaha dari Kamar

Cerita Sukses Pengusaha Kacamata Demodas Kembangkan Usaha dari Kamar
Reporter: Jane Aprilyani  |  Editor: Jane Aprilyani


MOMSMONEY.ID - Simak, yuk, kisah sukses Priyanto Utomo merintis usaha kacamata Demodas lewat kamar sederhananya.

Tren fesyen tak dipungkiri terus berubah dan berkembang. Di samping gaya baju yang kerap berganti model, tren penggunaan kacamata untuk menunjang fesyen mulai dilirik.

Melihat hal itu, Priyanto Utomo merintis usaha kacamata gaya dengan label Demodas. Usaha yang didirikan saat usianya 23 tahun ini pun menuai sukses.

Priyanto bercerita awal menjalankan usaha dirinya dari menjadi reseller kacamata. Kata dia, pengalaman itu mengajarkannya belajar banyak tentang seluk-beluk membangun bisnis.

Pria yang akrab disapa Tommy ini pun membangun usaha kacamata Demodas dengan modal yang sedikit. Dari sebuah kamar dengan ruang sempit, ia menjalani hari-harinya dengan penuh ketekunan.

Bangun pagi menyiapkan pesanan, memotret produk secara mandiri, menjawab pertanyaan pelanggan satu per satu, hingga begadang membungkus paket agar bisa dikirim tepat waktu.

Target pasarnya anak muda hingga dewasa yang ingin tampil percaya diri, nyaman, dan mendapat kacamata berkualitas tinggi dengan harga terjangkau.

Baca Juga: Mudah dan Praktis! Ini Cara Bisnis di Shopee Tanpa Modal Cuma Lewat HP

Kata Tommy, keunikan Kacamata Demodas terletak pada kualitas frame ringan, lentur, awet, serta desain stylish yang cocok dipakai ke kampus, kantor, maupun hangout santai.

Awalnya, Demodas hanya menerima beberapa order per minggu. Namun, setiap order selalu Tommy perlakukan dengan istimewa, bahkan tak jarang ditambahkan catatan kecil berisi ucapan terima kasih agar pelanggan merasa diperhatikan.

“Saya ingat betul rasanya menunggu notifikasi order pertama di Shopee. Itu sederhana, tapi jadi bahan bakar semangat untuk terus melangkah,” ucap Tommy dalam keterangan resmi Jumat (29/8).

Perjalanan membangun brand kesayangannya tentu tidak mudah. Industri kacamata penuh persaingan dengan dominasi brand internasional, sementara tren fashion bergerak cepat. Model yang populer bulan ini bisa saja usang bulan berikutnya.

“Bagi saya, tantangannya bukan hanya mengikuti tren, tapi bagaimana menciptakan tren baru yang sesuai dengan karakter brand. Hal yang memang terlihat sulit, tapi justru lebih menantang,” tambahnya.

Tak hanya fokus pada kualitas produk, Demodas juga menempatkan pelayanan sebagai prioritas utama. Mulai dari proses produksi yang cepat, pengiriman instan, hingga layanan after-sales gratis untuk perbaikan ringan seperti sekrup longgar atau bantalan hidung.

“Kami ingin setiap pelanggan merasa dilayani secara personal. Itu yang membuat mereka loyal. Prinsip pelayanan tulus inilah yang membedakan Demodas dari kompetitor,” sebut Tommy.

Baca Juga: Cara Daftar Shopee Affiliate Melalui Gadget dan Laptop, Ikuti Panduannya di Sini

Transformasi besar Demodas dimulai pada November 2020, ketika Priyanto mulai mengoptimalkan ekosistem Shopee untuk memperluas jangkauan bisnisnya.

Langkah ini bukan sekadar membuka toko daring, tetapi juga memperluas kanal penjualan dan merancang strategi pemasaran yang lebih terukur dengan memanfaatkan berbagai program serta fitur yang ditawarkan Shopee.

Bagi Priyanto, Shopee adalah wadah inklusif yang memberi kesempatan besar bagi UMKM untuk bertumbuh.

Perlahan, ia mulai merasakan dampak nyata yaitu visibilitas kacamata Demodas semakin meluas, produk lebih dikenal di berbagai daerah dan lintas demografi, serta mendorong peningkatan penjualan yang signifikan.

Cermat melihat perilaku belanja masyarakat yang semakin menggemari tren live shopping, sejak 2023 Demodas aktif mengembangkan strategi penjualan melalui fitur interaktif Shopee Live.

Fitur ini memberi ruang bagi tim untuk menjelaskan detail produk secara langsung, menjawab pertanyaan pelanggan secara real-time, dan membangun interaksi lebih personal. Dampaknya luar biasa, penjualan dari Shopee Live melonjak dua kali lipat dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Tidak berhenti di sana, Demodas juga memanfaatkan Shopee Affiliate Program dan Shopee Video untuk memperluas jangkauan pasar dengan menggandeng para kreator konten.

Baca Juga: Ini 4 Resep Merek Sepatu Lokal Mario Minardi Bertahan Lebih dari 40 tahun

Ditambah keikutsertaannya dalam kampanye tematik angka kembar Shopee yang secara konsisten memberi eksposur besar dan panggung kreatif bagi lini produk Demodas.

Hasilnya sangat terasa, omzet Demodas pada periode tahun 2024–2025 tercatat meningkat hampir 100 persen dibandingkan periode tahun sebelumnya.

“Pertumbuhan ini mendorong kami untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru, dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitar,” terang Tommy.

Inovasi produk tetap menjadi fokus utama Demodas. Pada 2025, brand ini mempersiapkan koleksi spesial kacamata dengan frame berbahan titanium.

Material ini terkenal sangat ringan, kuat, dan memberi kesan premium, cocok bagi mereka yang ingin tetap nyaman memakai kacamata seharian tanpa kehilangan sisi stylish.

Tidak berhenti di situ, Demodas juga menghadirkan koleksi smart glasses modern yang menggabungkan teknologi dengan fashion, sehingga pelanggan kami bisa merasakan pengalaman menggunakan smart glasses berkualitas tinggi dengan harga yang tetap terjangkau.

“kunci sukses adalah konsistensi, kemampuan beradaptasi, dan mau mendengar pelanggan. Kalau ingin memulai, jangan tunggu waktu yang sempurna. Mulailah dengan apa yang ada. Bisnis tidak menjamin keuntungan, tapi kalau mau untung, cobalah berbisnis,” pungkas Tommy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Tips Beli HP Baru dan Bekas: Cek 5 Hal Penting Ini, Jangan Sampai Menyesal!

Membeli HP baru dan bekas ternyata butuh trik khusus agar tidak rugi. Pahami cara cek IMEI hingga kondisi baterai ponsel Anda.

Moms Wajib Tahu! Ini Perbandingan Otak Anak yang Suka Baca vs Kecanduan Gadget

Ada perbedaan pada otak anak yang rajin baca buku dengan yang sering bermain gadget lo. Screen time berlebih bisa menghambat tumbuh kembangnya.

Harga Emas Antam Selasa (14/7) Turun ke Rp 2.615.000 per Gram, Buyback Susut Rp43.000

Harga emas Antam turun menjadi Rp 2.615.000 per gram. Simak juga harga buyback dan daftar harga terbarunya. (116 karakter)

13 Promo KA99ET Bank Saqu Juli 2026, Serba Rp 9.900 di Kopi Kenangan hingga HokBen

Makan enak di tengah bulan tanpa khawatir dompet menipis? Promo Bank Saqu KA99ET hadirkan menu favorit Rp 9.900. Buruan, cek daftar restonya!

4 Potensi Final Piala Dunia 2026: Ada Peluang Ulangan Final di Qatar 2022

Rabu (15/7) dini hari nanti waktu Indonesia barat, laga Semifinal Piala Dunia 2026 dimulai. Berikut ini empat potensi Final Piala Dunia 2026.

HP Redmi Baru Terbaik: Kamera 200MP & RAM Monster, Jangan Salah Beli

Bingung pilih HP Redmi? Temukan model dengan kamera 200MP, baterai tahan 2 hari, dan RAM besar yang wajib Anda miliki. Cek rekomendasi terbaik!

7 Rekomendasi Film Animasi Laut Tampilkan Petualangan Bawah Air Penuh Keajaiban

Bosankah dengan tontonan itu-itu saja? Film animasi laut ini menawarkan petualangan seru dan edukatif. Cek daftarnya sekarang!

IHSG Tembus Level 6.000, BRI Danareksa Rekomendasikan 4 Saham Ini (14/7)

IHSG diproyeksikan melanjutkan penguatan pada perdagangan Selasa (14/7/2026).​ Cek rekomendasi saham dari BRI Danareksa Sekuritas untuk hari ini.

Saatnya Sekolah Ubah Air Hujan dari Ancaman Menjadi Sumber Daya

Manajemen pengelolaan air akan memberi solusi ke sekolah agar air tidak menjadi ancaman saat hujan dan tidak kekurangan air.  

IHSG Diproyeksi Lanjut Menguat, Cek 6 Rekomendasi Saham dari BNI Sekuritas (14/7)

IHSG berpotensi melanjutkan menguat pada perdagangan Selasa (14/7/2026).​ Cek rekomendasi saham dari BNI Sekuritas untuk hari ini.