MOMSMONEY.ID - Untuk lebih memahami tentang trust issue atau krisis kepercayaan, berikut adalah beberapa tanda yang bisa dijadikan indikator seseorang memiliki krisis kepercayaan atau trust issue.
Trust issue atau masalah kepercayaan berkembang sebagai akibat dari pengalaman di masa lalu atau sekarang.
Masa kanak-kanak, khususnya hubungan kita dengan orang tua, memainkan peran yang sangat besar dalam cara menghadapi hubungan saat ini.
Menurut psikolog berlisensi Nicole Beurkens, Ph.D, kepada laman Mind Body Green, jika seseorang mengalami pengkhianatan, pengabaian, atau disakiti ketika mereka masih muda, hal ini dapat menyebabkan masalah kepercayaan saat dewasa.
Bukan cuma dari keluarga, Beurkens menambahkan, masalah kepercayaan juga dapat berkembang sebagai akibat dari pengkhianatan atau rasa sakit hati dalam hubungan sebagai orang dewasa, termasuk teman, anggota keluarga, dan/atau pasangan romantis.
Agar tidak menjadi masalah yang semakin berlanjut, penting untuk mengenali beberapa tanda yang mungkin muncul dari seseorang dengan trust issue atau krisis kepercayaan.
Baca Juga: Produktivitas Anjlok? 6 Cara Ampuh Atasi Prokastinasi Ini Wajib Coba
Overthinking
Orang-orang dengan trust issue selalu memikirkan hal-hal negatif yang belum tentu terjadi. Seperti dikhianati, perselingkuhan, atau pun ditinggalkan.
Skenario-skenario terburuk yang ada di pikiran orang-orang dengan trust issue bisa menjadi tanda adanya krisis kepercayaan pada pasangan, sahabat, maupun orang lain.
Merasa over protektif
Over protektif merupakan salah satu tanda seseorang yang sedang mengalami trust issue. Biasanya, hal tersebut terjadi karena adanya ketakutan yang dirasakan dan dipikirkan sendiri.
Akhirnya, hal tersebut membuat orang-orang dengan trust issue cenderung menjadi lebih over protektif dengan dirinya untuk melindungi dirinya sendiri dan orang yang mereka percaya.
Menjauhi orang lain
Mengutip dari laman Bustle, orang-orang yang memiliki trust issue memiliki kesulitan untuk menjalin kedekatan dengan orang lain walaupun menyukai waktu kebersamaannya.
Sehingga, kecenderungan untuk mendorong jauh dan menjauhi orang terdekatnya bisa saja terjadi. Hal tersebut karena ada ketakutan untuk dilukai karena trauma dan pengalaman di masa lalunya.
Baca Juga: 6 Kebiasaan Toxic Ini Harus Segera Dihilangkan jika Ingin Hidup Lebih Baik
Menutup diri
Ketakutan untuk ditinggalkan atau tidak disukai merupakan tanda dari orang-orang yang mengalami trust issue.
Kecenderungan untuk menutup diri dan merahasiakan pemikirannya bisa menjadi sebuah tanda seseorang yang sedang mengalami trust issue.
Menjauhi komitmen
Laman Mind Body Green menyebutkan, orang-orang yang memiliki krisis kepercayaan atau trust issue memiliki kesulitan dalam hal komitmen.
Orang-orang yang mengalami trust issue akan terus mempertanyakan banyak hal yang tidak pasti dan cenderung berusaha untuk menjauhi komitmen pada akhirnya.
Menurut Mind Body Green, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi trust issue, seperti:
- Memproses pengalaman masa lalu yang menyakitkan
- Terbiasa dengan risiko maupun hal-hal buruk
- Melibatkan pasangan dalam proses penyembuhan
Nah, itulah tadi beberapa tanda orang yang sedang mengalami trust issue atau krisis kepercayaan serta cara untuk mengatasinya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News