M O M S M O N E Y I D
AturUang

Cara Mudah Menghitung Biaya Penyusutan Aset Bisnis agar Kondisi Keuangan Stabil

Cara Mudah Menghitung Biaya Penyusutan Aset Bisnis agar Kondisi Keuangan Stabil
Penulis: Ramadhan Widiantoro  |  Editor: Ramadhan Widiantoro


MOMSMONEY.ID - Berikut cara menghitung biaya penyusutan aset bisnis dengan empat metode mudah dan contoh sederhana agar laporan keuangan makin akurat.

Di tengah persaingan usaha yang semakin ketat, memahami cara menghitung penyusutan aset jadi hal penting supaya laporan keuangan menggambarkan kondisi nyata bisnis. 

Perhitungan depresiasi yang tepat bukan cuma soal akuntansi, tapi bagian dari strategi mengelola keuangan jangka panjang. 

Melansir dari laman Sahabat Pegadaian, pencatatan penyusutan membantu pelaku usaha menilai nilai riil aset serta mengambil keputusan yang lebih matang. 

Kalau penyusutan tidak dihitung secara benar, laba yang ditampilkan bisa terlihat lebih besar dari kenyataannya dan memicu keputusan yang kurang tepat bagi perkembangan usaha.

“Penyusutan aset yang dihitung secara benar mampu mencerminkan kondisi finansial perusahaan secara realistis,” kutip laman Sahabat Pegadaian.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Keuangan dan Karier Besok Selasa 9 Desember 2025: Finansial Stabil

Apa itu biaya penyusutan?

Biaya penyusutan adalah pengurangan nilai aset tetap yang dicatat perlahan setiap tahun sesuai masa penggunaan. 

Nilai aset turun karena pemakaian terus menerus, kerusakan alami, hingga perkembangan teknologi yang membuat fungsi aset tidak lagi maksimal.

Contoh aset yang mengalami penyusutan antara lain mesin pabrik, kendaraan operasional, peralatan kantor, komputer, bangunan, dan furnitur. 

Dengan mencatat depresiasi, beban penggunaan aset bisa dibagi rata selama masa manfaatnya sehingga laporan laba rugi lebih akurat dan tidak terkesan berlebihan.

Manfaat dari perhitungan penyusutan yaitu membantu menilai nilai aset sebenarnya, menjaga kredibilitas laporan keuangan, menjadi dasar evaluasi pengeluaran dan investasi, serta memperkuat posisi perusahaan ketika mengajukan pembiayaan.

Cara menghitung biaya penyusutan

Ada empat metode yang sering dipakai untuk menghitung depresiasi. Pemilihannya bisa disesuaikan dengan jenis aset dan kebutuhan bisnis masing masing.

1. Metode garis lurus

Metode garis lurus membagi biaya penyusutan secara merata setiap tahun. Cocok untuk aset yang penurunan nilainya stabil.

Rumus:

  • Harga Beli dikurangi Nilai Residu dibagi Masa Manfaat

Contoh:

  • Harga mesin Rp200.000.000 Nilai residu Rp5.000.000 Umur manfaat 5 tahun

Hasilnya:

  • (200.000.000 - 5.000.000) dibagi 5 = Rp39.000.000 per tahun

Kalau tanpa nilai residu:

  • 200.000.000 dibagi 5 = Rp40.000.000 per tahun

Penyusutan per bulan:

  • Dengan residu Rp3.250.000
  • Tanpa residu Rp3.333.333

Baca Juga: Kehabisan Gaji Pasca PHK? Ini Solusi Finansial tanpa Stres dan Tetap Stabil

2. Metode saldo menurun

Depresiasi paling besar dihitung di tahun awal, lalu menurun setiap tahun berikutnya.

Rumus:

  • Depresiasi = Nilai Buku Awal x Tarif Depresiasi

Contoh:

  • Tarif 40%, nilai awal Rp200.000.000

Tahun pertama:

  • 200.000.000 x 40% = Rp80.000.000

Tahun kedua:

  • 120.000.000 x 40% = Rp48.000.000

Metode ini cocok untuk aset produksi yang performanya kuat di tahun awal.

3. Metode unit produksi

Menghitung penyusutan berdasarkan jumlah hasil produksi, bukan waktu pemakaian.

Rumus:

  • Depresiasi = Biaya Perolehan dikurangi Nilai Sisa dibagi Total Produksi x Produksi Tahun Berjalan

Contoh:

  • Kapasitas produksi total 125.000 unit Produksi tahun pertama 30.000 unit

Depresiasi per unit:

  • (200.000.000 - 5.000.000) dibagi 125.000 = Rp1.560

Depresiasi tahun pertama:

  • 30.000 x Rp1.560 = Rp46.800.000

4. Metode jumlah angka tahun

Metode ini memberikan penyusutan paling besar di awal dan mengecil di tahun berikutnya.

Rumus:

  • Depresiasi = Sisa Tahun dibagi Total Angka Tahun x Biaya Perolehan dikurangi Nilai Sisa

Contoh:

  • Harga aset Rp200.000.000 Masa manfaat 5 tahun Nilai sisa Rp5.000.000

Total angka tahun:

  • 5 + 4 + 3 + 2 + 1 = 15

Tahun pertama,
5/15 x Rp195.000.000 = Rp65.000.000
Tahun kedua,
4/15 x Rp195.000.000 = Rp52.000.000
Tahun ketiga,
3/15 x Rp195.000.000 = Rp39.000.000

Menghitung biaya penyusutan bukan hanya formalitas akuntansi. Penyusutan memastikan laporan keuangan menggambarkan kondisi perusahaan secara transparan dan realistis. 

Baca Juga: Cara Orang Sukses Menyusun Investasi Jangka Panjang untuk Amankan Finansial

Para pelaku usaha bisa menilai profitabilitas yang sebenarnya, mengelola keuangan lebih bijak, serta mempersiapkan bisnis untuk tumbuh lebih besar dan lebih kuat.

Dengan pemahaman metode penyusutan, setiap keputusan investasi, pembelian aset baru, hingga pengajuan pembiayaan bisa dilakukan dengan dasar data yang jelas dan terpercaya. 

Penyusutan yang tepat pada akhirnya membantu usaha berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Promo Burger Bangor Payday Exclusive, Cek Paket Hemat Mulai 45K di ShopeeFood

Dapatkan diskon spesial promo Burger Bangor Payday Exclusive untuk pemesanan via ShopeeFood hingga 31 Agustus. Pesan paket favorit Anda sekarang!

6 Film Action Tentang Gangster Penuh Aksi Kriminal

Penggemar film action tentu juga suka dengan film bertema gangster yang lekat dengan dunia kriminal. Ini rekomendasinya.

Niacinamide 10% Apakah Aman? Ketahui Dulu 4 Manfaatnya Sebelum Coba

Niacinamide 10% menjadi primadona karena menawarkan hasil yang lebih cepat. Ini 4 manfaat kandungan niacinamide 10% dalam produk skincare.

Stop Gorengan! Konsumsi 2 Butir Telur Lebih Aman Bagi Penderita Kolesterol 

Gorengan kaya akan lemak trans dan kalori tinggi. Telur mengandung 207 mg kolesterol namun tidak menaikkan tingkat peradangan.

Otot Lebih Rileks, Ini 6 Keuntungan Ice Bath bagi Tubuh setelah Olahraga

Walau terdengar aneh, ternyata ice bath atau mandi dengan berendam air es punya banyak manfaat baik bagi tubuh.​

Hati-Hati! 5 Kebiasaan Sepele Ini Bisa Bikin Anda Mengalami Sakit Punggung lo

Nyeri yang menusuk sering berawal dari ketegangan otot dan penekanan tulang belakang. Kenali pemicu sakit punggung dan perbaiki postur Anda.

Ramalan Shio Hari Ini Minggu 23 Agustus 2026, Ada yang Hoki dalam Keuangan

Ramalan shio hari ini Minggu 23 Agustus 2026 untuk 12 shio, lengkap dengan karier, keuangan, cinta, kesehatan, angka dan warna.

Ramalan Zodiak Hari Ini Minggu 23 Agustus 2026, Sagitarius Paling Menonjol

Cek ramalan 12 zodiak Minggu 23 Agustus 2026 berikut untuk melihat gambaran cinta, karier, keuangan, kesehatan, dan hoki hari ini.

Ramalan Zodiak Besok Minggu 23 Agustus 2026, Mulai Evaluasi Diri dari Segala Hal

Simak ramalan zodiak besok Minggu 23 Agustus 2026 untuk cinta, karier, keuangan, kesehatan, dan keberuntungan hari ini.

Ramalan Shio Besok Minggu 23 Agustus 2026, Beberapa Shio Wajib Waspada Ini

Ramalan shio besok Minggu 23 Agustus 2026 lengkap 12 shio, dari karier, keuangan, cinta, kesehatan hingga angka keberuntungan.