MOMSMONEY.ID - Minat masyarakat terhadap mobil listrik di Indonesia terus meningkat. Bagi Anda yang sedang mempertimbangkan membeli kendaraan listrik, ada baiknya memahami dulu perkembangan pasar dan ekosistemnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah memberikan berbagai insentif untuk mendorong adopsi kendaraan listrik, seperti pembebasan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP), hingga relaksasi bea masuk kendaraan impor.
Kebijakan ini mendorong masuknya berbagai merek global seperti AION, BYD, VinFast, Citroen, XPENG, hingga Great Wall Motor ke pasar Indonesia.
Meski sebagian insentif mulai dirasionalisasi, harga mobil listrik dinilai masih cukup kompetitif.
Analis dan Founder Republik Investor Hendra Wardana mengatakan produsen kini semakin agresif menghadirkan model dengan harga lebih terjangkau.
Baca Juga: Penjualan Mobil Listrik RI Naik 141%: BYD Kuasai Pasar 2025, Cek Harga Terbaru 2026
“Produsen juga semakin agresif menghadirkan model dengan harga yang lebih terjangkau untuk menjangkau pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Ia menambahkan, mobil listrik juga memiliki sejumlah keunggulan dibanding kendaraan konvensional, seperti biaya energi yang lebih murah, pajak lebih rendah, serta perawatan yang lebih sederhana.
Dari sisi pasar, pertumbuhan kendaraan listrik juga cukup pesat. Data PricewaterhouseCoopers Indonesia pada November 2025 mencatat pasar kendaraan listrik nasional tumbuh 49%.
Pakar otomotif ITB Yannes Martinus Pasaribu menilai industri kendaraan listrik di Indonesia kini memasuki fase yang lebih kompetitif.
“Transformasi EV di Indonesia bergeser dari pola demand-pull berbasis stimulus fiskal menuju market-pull berbasis kompetisi riil,” jelasnya.
Baca Juga: Penjualan Mobil Listrik Meledak 141% di 2025: Ini Daftar Harga Resmi 2026
Di sisi lain, ekosistem kendaraan listrik juga terus berkembang. Jumlah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) tercatat sudah mencapai lebih dari 4.655 unit di 3.007 lokasi pada awal 2026, meski sebagian besar masih terkonsentrasi di Pulau Jawa.
Sejumlah produsen juga mulai memperkuat produksi lokal. XPENG, misalnya, telah memulai perakitan secara completely knocked down (CKD) melalui fasilitas PT Handal Indonesia Motor di Purwakarta, Jawa Barat. Dengan langkah ini, Indonesia menjadi basis produksi pertama XPENG di luar Tiongkok.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News