MOMSMONEY.ID - Bagi masyarakat yang akan naik pesawat dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, siap-siap akan melihat patung besar baru di kawasan keberangkatan Terminal 3.
Ya, sebelum pintu Terminal 3 dibuka pagi, Senin (22/6), ada sebuah figur berlapis krom setinggi delapan meter dan berat tujuh ton telah berdiri di area Keberangkatan Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Selain menjajakan donat, Butter Baby di bandara ini juga menyediakan sudut permainan bagi pengunjungnya.
Patung besar tersebut adalah Butter Baby, sebuah Global IP berbasis karakter yang lahir di Jakarta dan resmi membuka toko donat kelimanya.
Karen Tjahja, Head of Marketing & Business Development Butter Baby, mengatakan, ini bukan sekadar pembukaan gerai baru.
Ini adalah momen ketika sebuah IP yang dibangun dari kreativitas, komunitas, dan semangat Indonesia mengambil tempatnya di salah satu gerbang internasional paling strategis di kawasan dan bersiap untuk bertemu dengan dunia.
Baca Juga: Butter Baby Ungkap Kisah Karakter Ikoniknya Melalui Premier Film Animasi Pendek Ini
Sekadar informasi, Butter Baby pertama kali hadir pada 9 Agustus 2025. Dalam waktu kurang dari satu tahun, karakter ini berhasil meraih nominasi Webby Award serta dua penghargaan di bidang inovasi brand.
Butter Baby juga ditemukan secara organik oleh nama-nama global seperti Jackson Wang, Bright Vachirawit, Gulf Kanawut, North West, hingga SEVENTEEN.
Di balik karakter tersebut, terdapat sebuah semesta bernama Butterlandia, planet asal Butter Baby yang perlahan sekarat akibat kekurangan butter. Dalam misinya menyelamatkan dunia asalnya, Butter Baby melakukan pendaratan darurat di Indonesia, dan di sanalah semuanya bermula.
Setiap gerai yang dibuka membawa Butter Baby selangkah lebih dekat menuju misinya. Terminal 3 Soekarno-Hatta bukan sekadar lokasi kelima, tetapi menjadi titik keberangkatan yang sesungguhnya. Lima gerai dan lima langkah lebih dekat menuju 500 triliun ton butter.
"Dua belas tahun lalu, kami memilih Indonesia bukan sebagai sebuah pasar, melainkan sebagai rumah. Jakarta membentuk cara kami memandang kreativitas, komunitas, dan cerita," ucap Nick Burch & Henry Burch, Founders Butter Baby, Jumat (19/6).
"Butter Baby lahir dari energi kota ini dan dari orang-orang Indonesia yang membangunnya bersama kami. Patung yang berdiri di area Keberangkatan ini adalah milik mereka, komunitas yang membuat semua ini menjadi nyata," ujar dia.
Baca Juga: Butter Baby Hadirkan Butter Baby Kiosk di PIM 2, Ada Menu Baru
Sebanyak 99% tim yang membangun Butter Baby adalah orang Indonesia. Kreator, desainer, strategi, konten, dan operasional semuanya lahir dan besar di negeri ini. Ketika Butter Baby melangkah ke dunia, Indonesia melangkah bersamanya.
"Butter Baby bukanlah kisah tentang sebuah brand yang datang ke Indonesia. Ini adalah kisah yang lahir di sini, dibangun oleh tangan-tangan Indonesia, dan kini berdiri di area Keberangkatan Bandara Soekarno-Hatta karena memang di sanalah tempatnya," jelas karen.
"Patung ini menghadap ke luar karena dalam setiap langkahnya menuju dunia, Butter Baby membawa DNA Indonesia bersamanya. Keberangkatan inilah titik yang sesungguhnya," imbuhnya.
Shane Lewis, CEO Butter Baby, mengatakan, selama lebih dari dua puluh tahun, ia telah memasak di dapur-dapur di lima benua. Tidak ada negara yang menghentikan saya dan meninggalkan kesan sedalam Indonesia: dari budaya, cita rasa, kreativitas, hingga orang-orangnya. Butter Baby adalah refleksi dari semua itu.
"Kisah ini lahir di sini. Dan dari Terminal Keberangkatan Soekarno-Hatta, perjalanannya berlanjut," ungkap Shane.
Dengan rencana ekspansi internasional ke Bangkok pada tahun 2027, Butter Baby terus membangun sesuatu yang sejak awal diyakininya yaitu IP Indonesia yang dikenal dunia, bukan dengan mengikuti tren global, melainkan dengan keberanian untuk menjadi dirinya sendiri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News