MOMSMONEY.ID - Persaingan dalam sebuah bisnis adalah hal wajar. Untuk bertahan dan mampu bersaing dengan kompetitor, perlu berbagai strategi. Nah, berikut ini cara membangun dan membesarkan brand usaha Anda.
Di tengah biaya digital yang mahal dan tekanan performa pemasaran, banyak brand masih mengandalkan pola lama. Yakni, mengganti kampanye setiap kali hasil tidak sesuai target. Visual diperbarui, influencer diganti, kanal ditambah. Namun, pertumbuhan tidak selalu mengikuti.
Menurut Faiz Fashridjal, Co-Founder dan Chief Executive Officer sepenuhati, persoalannya bukan pada kurangnya kreativitas, melainkan pada absennya strategi relevansi yang konsisten.
“Digital mengubah perilaku manusia secara fundamental. Karena itu, yang perlu berubah bukan hanya cara brand berkomunikasi, tetapi cara brand berpikir, termasuk ketika merancang produk, membangun pengalaman bagi konsumen, hingga menentukan arah pertumbuhan,” ucap Faiz dalam keterangan resmi Senin (16/3).
Temuan McKinsey & Company menunjukkan, perusahaan dengan strategi brand kuat menghasilkan ROI jangka panjang 20%–30% lebih tinggi dibandingkan dengan perusahaan yang hanya berfokus pada taktik jangka pendek.
Hal ini menjelaskan, mengapa branding kembali menjadi prioritas bagi banyak perusahaan, terutama di tengah naik turunnya biaya media digital.
Baca Juga: Berawal dari Kamar Rumah, Begini Cara Sheriz Tumbuh Jadi Brand Kecantikan
Di sinilah agensi kreatif dapat mengambil peran sebagai mitra strategis. “Di sepenuhati, kami tidak bekerja dalam pola brief, campaign, selesai. Kami menemani klien dan menjadi growth partner mereka,” sebut Faiz.
Implementasi nyata dari pendekatan ini terlihat pada kolaborasi bersama ParagonCorp. Untuk brand Wardah, peran agensi tidak berhenti pada satu periode kampanye, melainkan merancang sistem komunikasi berkelanjutan.
Salah satu manifestasinya adalah pengembangan ekosistem House of W, ruang yang dirancang Wardah untuk menghubungkan women, wisdom, dan wellness dalam satu pengalaman komunitas.
Dengan membangun rumah bagi komunitasnya, Wardah kini hadir sebagai lifestyle partner yang relevan dalam keseharian konsumen.
Latar belakang Faiz di berbagai perusahaan teknologi dan consumer brand memberinya perspektif bahwa marketing tidak pernah berdiri sendiri, melainkan selalu berada dalam konteks bisnis yang lebih besar.
Baca Juga: Tak Sekadar Promosi, Ini Alasan Penting Bawa Brand ke Pameran Internasional
Sementara Andreas Edwitia, Co-Founder dan Chief Creative Officer sepenuhati, membawa perspektif dari industri kreatif dan digital commerce. Baginya, tantangan industri kreatif hari ini bukan kekurangan ide.
“Industri ini gak pernah kekurangan ide kreatif. Yang lebih sulit adalah menjaga relevansi brand secara konsisten. Banyak brand sibuk membuat kampanye baru, tetapi lupa membangun hubungan jangka panjang dengan konsumennya. Di situlah kreativitas seharusnya bekerja,” ujarnya.
Pendekatan serupa diterapkan di kategori yang berbeda. Komunikasi pada Telkomsel Enterprise, segmentasi B2B yang cenderung rasional tetap dibangun dengan narasi emosional, mengingat pada akhirnya, keputusan bisnis tetap dibuat oleh individu yang membutuhkan rasa percaya.
Di tengah pasar yang semakin bising, diferensiasi tidak lagi ditentukan oleh siapa yang paling kreatif, tetapi oleh siapa yang paling konsisten menjaga relevansi dengan audiensnya.
Bagi banyak brand, kreativitas kini bukan lagi tujuan akhir, melainkan alat untuk memastikan mereka tetap hadir dalam kehidupan konsumen secara berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News