MOMSMONEY.ID - Semakin banyak aktivitas administrasi dan pekerjaan kini dilakukan secara digital, mulai dari kontrak kerja, perjanjian bisnis, hingga dokumen resmi lainnya.
Di tengah perubahan ini, tanda tangan digital menjadi salah satu fitur yang semakin sering digunakan karena dianggap lebih praktis dan efisien.
Lalu, apa saja manfaat tanda tangan digital dalam aktivitas sehari-hari?
Pertama, mempermudah proses tanpa harus bertemu langsung. Tanda tangan digital memungkinkan dokumen ditandatangani secara jarak jauh tanpa perlu pertemuan fisik atau pencetakan dokumen.
Hal ini membuat proses administrasi menjadi lebih cepat dan praktis, terutama untuk kebutuhan kerja lintas lokasi.
Baca Juga: Kasih Ibu Hospital Bali Gandeng Privy Integrasikan Ekosistem Tanda Tangan Digital
Kedua, membantu menjaga keaslian dokumen. Salah satu fungsi utama tanda tangan digital adalah memastikan dokumen yang sudah ditandatangani tidak dapat diubah secara sembarangan. Ini membantu meningkatkan kepercayaan dalam transaksi digital.
Dalam ekosistem kepercayaan digital, hal ini menjadi bagian dari konsep digital trust yang mencakup verifikasi identitas, keamanan komunikasi, dan keaslian transaksi digital.
Ketiga, mendukung verifikasi identitas digital. Tanda tangan digital juga berkaitan dengan proses verifikasi identitas, sehingga membantu memastikan bahwa pihak yang menandatangani dokumen adalah benar orang yang bersangkutan.
CEO Privy Marshall Pribadi menyampaikan, sejak berdiri pada 2016, perusahaannya berfokus pada pengembangan ekosistem kepercayaan digital, bukan hanya tanda tangan elektronik.
Ia mencatat, saat ini Privy telah memiliki lebih dari 71 juta pengguna terverifikasi, dengan pertumbuhan bisnis hingga 25 kali lipat sejak perusahaan berdiri.
Baca Juga: Privy Catat Hampir 13 Juta Dokumen Digital Terverifikasi Sejak Awal 2026
"Seiring dengan meningkatnya aktivitas digital lintas industri, kepercayaan merupakan mata uang atau currency utama dalam interaksi digital," ujar Marshall dalam keterangan resmi Jumat (5/6).
Keempat, menjadi bagian dari sistem keamanan transaksi digital. Dalam praktiknya, sistem kepercayaan digital mencakup tiga lapisan utama, yaitu Trusted Identity, Trusted Communication Channel, dan Trusted Transaction Authenticity.
Pada lapisan transaksi, teknologi seperti tanda tangan elektronik, digital seal, dan timestamping digunakan untuk memastikan keaslian dokumen digital dapat diverifikasi.
Kelima, semakin relevan di tengah meningkatnya aktivitas digital dan AI. Dengan semakin banyaknya aktivitas digital dan penggunaan kecerdasan buatan (AI), kebutuhan akan sistem verifikasi dan keamanan dokumen juga semakin meningkat.
COO Privy Nitin Mathur menegaskan, ketahanan bisnis digital perlu dibangun sejak awal. "Di Privy, kepercayaan merupakan fondasi, bukan hanya sekadar fitur," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News