MOMSMONEY.ID - Kemampuan pekerja dalam menghadapi tekanan dan beradaptasi terhadap perubahan atau resilience semakin menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas kerja.
Temuan Global People Resilience Study 2026 yang dikembangkan Zurich bersama sejumlah akademisi menunjukkan, pekerja dengan tingkat resilience tertinggi cenderung memiliki kinerja lebih baik dibandingkan yang tingkat ketahanan dirinya rendah.
Dalam studi tersebut, sebanyak 88% pekerja dengan tingkat resilience tertinggi melaporkan kinerja kerja baik atau sangat baik. Angka ini hampir dua kali lipat dibandingkan kelompok pekerja dengan tingkat resilience terendah yang mencapai 44%.
Temuan tersebut memperlihatkan, produktivitas tidak hanya berkaitan dengan keterampilan, pengalaman, maupun insentif yang diterima pekerja. Kesehatan fisik, psikologis, hubungan sosial, keamanan finansial, hingga kemampuan beradaptasi dengan teknologi digital turut memengaruhi ketahanan pekerja.
Direktur PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk Musi Samosir mengatakan, membangun ketahanan pekerja perlu dimulai dari kesadaran menjaga kesehatan, bahkan ketika seseorang belum mengalami gangguan kesehatan.
Menurutnya, perusahaan perlu melihat upaya menjaga produktivitas tidak hanya dari sisi penanganan penyakit atau pembayaran klaim kesehatan, tetapi juga melalui langkah pencegahan dan deteksi dini.
Baca Juga: Beban Pengasuhan Masih Banyak Ditanggung Perempuan, Zurich Terapkan Kerja Hybrid
"Jadi bukan hanya untuk klaim dan servicing pada saat teman-teman atau sahabat itu sakit, tapi juga pada saat sehat bagaimana biar tetap sehat. Ini yang jadi salah satu strategi," kata Musi di Jakarta, Selasa (3/11).
Ia menambahkan bahwa salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam membangun ketahanan pekerja adalah kualitas tidur. Tidur yang berkualitas menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga ketahanan psikologis dan fisik seseorang.
Selain menjaga kesehatan fisik, pekerja juga perlu memiliki kesadaran terhadap kondisi kesehatan mental. Musi mengingatkan agar karyawan tidak menghadapi tekanan psikologis seorang diri ketika mulai merasa kewalahan.
"Pada saat kita sudah mulai merasa overwhelmed, find support," kata Musi.
Menurutnya, tempat kerja menjadi salah satu lingkungan yang efektif untuk mendorong edukasi dan pencegahan penyakit.
Sejalan dengan hal tersebut, Zurich menekankan, kesejahteraan karyawan atau wellbeing perlu menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan.
Upaya membangun tenaga kerja yang tangguh dinilai membutuhkan dukungan dari pemberi kerja, penyedia layanan kesehatan, pembuat kebijakan, hingga masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News