MOMSMONEY.ID - Beban pengasuhan atau caregiving yang masih banyak ditanggung pekerja perempuan menjadi salah satu perhatian perusahaan dalam membangun lingkungan kerja yang mendukung kesejahteraan karyawan.
Fleksibilitas kerja dinilai dapat membantu perempuan menjalankan tanggung jawab pekerjaan sekaligus mengelola kebutuhan keluarga.
Direktur PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk Musi Samosir mengatakan, kebijakan kerja hybrid yang diterapkan perusahaan memberikan dampak positif bagi karyawan perempuan.
Fleksibilitas tersebut dinilai membantu karyawan dalam menghadapi tanggung jawab pengasuhan yang kerap menjadi beban tambahan di luar pekerjaan.
"Caregiving itu banyak memang bebannya itu ditanggung oleh karyawan kita yang perempuan. Dan fleksibilitas dari Zurich dalam model bekerja, ini juga dipandang sangat positif dari karyawan kita yang perempuan," ujar Musi di Jakarta, Selasa (3/11).
Menurut Musi, kebijakan kerja hybrid tersebut memang tidak secara khusus ditujukan bagi perempuan. Namun, Zurich melihat, fleksibilitas dalam bekerja cukup membantu sebagian pekerja, terutama karyawan perempuan.
Baca Juga: Peran Perempuan di Dunia Kerja Perlu Diperkuat, Ini Alasannya
"Hybrid working memang tidak khusus perempuan, tapi kita mengetahui berdasarkan data dan diskusi kita dengan employee, dengan karyawan yang kita, bahwa banyak teman-teman, rekan-rekan kita yang sangat terbantu dengan adanya hybrid working," imbuhnya.
Di sisi lain, Zurich mengakui, pengembangan program kesejahteraan yang secara khusus menyasar perempuan masih menjadi hal yang perlu dipelajari lebih lanjut.
Musi menyebutkan, Zurich saat ini belum memiliki kategori program yang secara khusus diperuntukkan bagi perempuan. Meski demikian, Zurich melihat, aspek kesejahteraan dan manfaat bagi karyawan perempuan telah mendapatkan perhatian dalam lingkup perusahaan secara global.
"Untuk yang sekarang belum ada yang khusus untuk wanita. Tapi memang secara global, ini kita lebih melihat secara global, well-being dan benefit untuk karyawan wanita ini memang sedang mendapatkan perhatian khusus," ungkapnya.
Ke depan, evaluasi terhadap program kesejahteraan perempuan tersebut berpotensi menjadi salah satu perhatian perusahaan dalam mengembangkan kebijakan internal.
Selain dukungan perusahaan, Musi juga menekankan pentingnya kesadaran individu dalam menjaga kesejahteraan fisik dan psikologis. Ia menyebut kualitas tidur sebagai salah satu faktor penting dalam membangun ketahanan diri atau resilience.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News