MOMSMONEY.ID - Mengapa luka pada pasien gula darah tinggi lebih sulit sembuh? Luka-luka ini sering muncul di area kaki dan tungkai, proses penyembuhan yang lambat ini dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi dan komplikasi lainnya.
Marina Basina, dokter endokrinologi dari Medicalnewstoday.com, menyebutkan, infeksi dapat menyebar ke jaringan dan tulang di sekitar luka atau menjalar ke bagian tubuh lainnya yang lebih jauh. Jika luka tersebut tidak segera ditangani, bisa menyebabkan infeksi yang mengancam jiwa atau bahkan berakibat fatal.
Bahkan jika tidak terjadi infeksi pada luka, proses penyembuhan yang lambat dapat berdampak buruk pada kesehatan dan kualitas hidup individu secara keseluruhan. Luka atau cedera pada kaki dan tungkai dapat menyulitkan aktivitas berjalan dan menimbulkan rasa nyeri saat berolahraga.
Baca Juga: Ingin Sehat? Jangan Lewatkan Sarapan Demi Menjaga Kadar Gula Darah Normal!
Ulkus kaki terjadi pada sekitar 1 dari 4 penderita gula darah tinggi. Ulkus kaki adalah luka terbuka yang menyakitkan dan pada akhirnya dapat berujung pada amputasi kaki.
Mengapa gula darah tinggi mengganggu proses penyembuhan luka?
Terdapat korelasi yang jelas antara kadar gula darah dan penyembuhan luka. Gula darah tinggi mengganggu kemampuan tubuh dalam memproduksi atau merespons insulin, yaitu hormon yang memungkinkan sel-sel tubuh mengambil dan memanfaatkan glukosa dari aliran darah untuk menghasilkan energi.
Gangguan pada fungsi insulin ini menyulitkan tubuh untuk mengendalikan kadar glukosa darah. Ketika glukosa darah tetap tinggi secara permanen, hal ini mengganggu fungsi sel darah putih.
Sel darah putih sangat penting dalam peran sistem kekebalan tubuh. Ketika sel darah putih tidak mampu berfungsi dengan baik, tubuh kurang mampu melawan bakteri dan menutup luka.
Gula darah tinggi yang tidak terkontrol juga dapat mempengaruhi sirkulasi, menyebabkan darah bergerak lebih lambat. Sehingga, lebih sulit bagi tubuh untuk mengirimkan nutrisi ke luka.
Akibatnya, lukanya akan sembuh dengan lambat atau mungkin tidak sembuh sama sekali. Gula darah tinggi juga dapat menyebabkan neuropati diabetik yang dapat mempengaruhi penyembuhan luka.
Glukosa darah yang tidak terkontrol dapat merusak saraf dan membuat sensasi mati rasa di area tersebut. Hal ini membuat penderita gula darah tinggi yang mengalami trauma pada kaki mereka mungkin tidak menyadari cedera tersebut.
Kombinasi penyembuhan yang lambat dan berkurangnya sensasi di area tersebut secara signifikan meningkatkan risiko infeksi. Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko ini infeksi meliputi:
- Gangguan berkeringat
- Kulit kering dan pecah-pecah
- Infeksi kuku kaki
- Kelainan kaki
Diabetes juga dapat mempengaruhi penyembuhan luka dengan cara lain, seperti:
- Mengurangi produksi hormon pertumbuhan dan penyembuhan
- Menurunkan produksi dan perbaikan pembuluh darah baru
- Melemahkan penghalang kulit
- Mengurangi produksi kolagen
- Komplikasi
Jika luka yang tidak diobati menjadi terinfeksi, infeksi dapat menyebar secara lokal ke otot dan tulang. Dokter menyebutnya osteomielitis. sAAT infeksi berkembang pada luka dan tidak diobati, penyakit ini dapat berkembang menjadi gangren.
Gangren adalah penyebab umum amputasi pada orang yang kehilangan anggota tubuh akibat diabetes. Terkadang, orang dengan infeksi yang tidak terkontrol mengalami sepsis Yang terjadi ketika infeksi menyebar ke aliran darah yang mengancam nyawa.
Baca Juga: Bahaya Alkohol Saat Gula Darah Tinggi, Hati-hati Serangan Hipoglikemia!
Pencegahan dan pengobatan luka pada penderita gula darah tinggi
Pencegahan dan pengobatan luka pada penderita gula darah tinggi bisa dilakukan dengan langkah berikut:
- Mencuci kaki setiap hari
- Mengeringkan kulit dengan cara menepuk-nepuknya sebelum menggunakan pelembap
- Menghindari berjalan tanpa alas kaki
- Memotong kuku kaki dengan hati-hati
- Mengenakan sepatu yang nyaman
- Memeriksa kondisi kaki dan bagian dalam sepatu setiap hari
- Meminta dokter memeriksa kaki pada setiap kunjungan medis
- Penanganan luka
Penyandang gula darah tinggi dapat memperoleh manfaat dari pola makan yang membatasi asupan karbohidrat. Kombinasi antara pengobatan antibiotik intensif, pembersihan luka, pengangkatan jaringan mati melalui pembedahan, dan pengendalian glukosa yang lebih efektif juga dapat membantu.
Langkah-langkah pencegahan sebaiknya dilakukan sebelum luka terbentuk guna mengurangi risiko komplikasi penyembuhan luka. Itulah informasi mengenai cara mengatasi luka pada pasien gula darah tinggi agar lebih cepat sembuh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News