MOMSMONEY.ID - BMKG memprediksikan, rangkaian gempa susulan (aftershock) pasca gempa utama M7,7 Flores Nusa Tenggara Timur atau NTT akan terus berlangsung selama 3 hingga 4 minggu ke depan.
Hingga 24 Agustus 2026, BMKG mencatat, terjadi 6.409 gempa susulan, dengan magnitudo terbesar 6,2 dan gempa susulan di rasangan 139.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto menilai fase awal rangkaian gempa susulan masih memperlihatkan pola temporal yang kompleks dan belum sederhana.
"Aktivitas gempa susulan pada beberapa hari pertama masih relatif tinggi dan belum menunjukkan pola peluruhan yang signifikan," katanya dalam siaran pers, dikutip Senin (24/8).
Jumlah gempa per 24 jam tercatat 704 kejadian pada hari pertama pasca gempa utama M7,7 Flores, meningkat menjadi 746 di hari kedua.
Kemudian, berkisar 668, 649, dan 627 kejadian pada hari ketiga hingga kelima. Namun, naik lagi menjadi 802 kejadian pada hari keenam.
Baca Juga: Panduan Keselamatan Gempa Bumi: Langkah Penting Saat dan Setelah Terjadi Bencana
Berdasarkan hasil monitoring BMKG, rangkaian gempa susulan ini menyebabkan beberapa guncangan signifikan berintensitas IV-VI MMI yang dirasakan kuat oleh warga setempat.
BMKG mencatat, peristiwa guncangan kuat terjadi pada 19 Agustus 2026 pukul 23.17 WIB berkekuatan M5,6, serta 20 Agustus 2026 pukul 05.45 WIB berkekuatan M5,8.
Selanjutnya, gempa signifikan kembali mengguncang pada 20 Agustus 2026 pukul 09.47 WIB dengan kekuatan M5,8, yang memicu kerusakan susulan pada struktur bangunan dan jembatan terdampak serta menimbulkan bencana tanah longsor di sejumlah titik.
Hasil relokasi menunjukkan, gempa susulan tidak menyebar secara homogen, melainkan membentuk beberapa klaster tersendiri.
Klaster utama berada di sekitar zona sumber gempa M7,7 di utara Nagekeo dan membentang mengikuti arah Flores Back-arc Thrust.
Sementara klaster susulan lainnya muncul di bagian barat zona sumber utama, tepatnya di sebelah utara Kabupaten Manggarai.
Data seismisitas harian memperlihatkan, pergerakan fokus aktivitas yang terus dinamis dari waktu ke waktu. Pada hari pertama hingga keempat pasca-gempa utama, gempa bumi menyebar merata di seluruh klaster dari timur ke barat.
Baca Juga: Waspada Bukan Berarti Panik, yuk Kenali Gempa Megathrust
Tapi, pada hari kelima dan keenam, aktivitas seismik bergeser dan memusatkan kekuatannya di klaster bagian barat, sementara klaster bagian timur mulai menurunkan intensitas aktivitasnya secara bertahap.
Guna memantau perkembangan terkini, BMKG terus mengoperasikan sistem pemantauan real-time 24 jam sehari selama 7 hari seminggu.
Petugas BMKG secara berkelanjutan menganalisis kuantitas kejadian, magnitudo, distribusi sumber gempa, arah pergerakan aktivitas, hingga karakteristik sumber gempa.
Tujuannya, untuk memberikan informasi yang akurat dan tepat waktu kepada masyarakat serta instansi terkait.
Merespons dinamika seismik tersebut, BMKG mengimbau masyarakat terdampak untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Masyarakat juga diimbau untuk menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa dan selalu mewaspadai potensi gempa susulan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News