MOMSMONEY.ID - Belakangan santer terdengar kabar mengenai kapan gempa megathrust akan terjadi. Jangan panik, yuk, kenali gempa megathrust.
"Perlu diingat, hingga saat ini belum ada teknologi yang mampu memprediksi waktu kejadian gempa secara akurat," tegas BMKG di akun Instagramnya Minggu (3/5).
BMKG menyebutkan, megathrust adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan gempa bumi yang terjadi di sepanjang batas subduksi di mana satu lempeng tektonik bergerak ke bawah lempeng lainnya.
"Gempa megathrust biasanya memiliki magnitudo yang sangat besar," sebut BMKG.
Gempa megathrust adalah jenis gempa bumi dengan magnitudo di atas 8 yang kemungkinan besar terjadi di wilayah yang terletak di sepanjang patahan besar serta area di mana lempeng-lempeng tektonik bertemu satu sama lain.
Baca Juga: Gempa Magnitudo 7,6: BMKG Deteksi Tsunami Hantam Sulawesi Utara dan Maluku Utara
Karena itu, BMKG menyatakan, kita harus waspada dengan gempa megathrust. Mengapa?
Potensi magnitude yang sangat besar
Berbeda dengan gempa darat atau sesar yang biasanya memiliki batas magnitudo tertentu, zona megathrust mampu menghasilkan gempa dengan magnitudo 8 hingga 9.
Sebagai perbandingan, gempa Aceh 2004 adalah contoh nyata dari aktivitas megathrust dengan magnitudo 9,1.
Ada seismic gap atau kekosongan gempa
Para ahli menyoroti seismic gap, yaitu zona megathrust yang lama tidak mengalami gempa besar namun menyimpan energi. Contohnya, Selat Sunda terakhir 1757 dan Mentawai-Siberut (1797).
"Semakin lama energi tertahan, semakin besar potensi gempa kuat di masa depan," ungkap BMKG.
Baca Juga: Cuaca Terik, BMKG Catat Suhu Panas Tertinggi Terjadi di Daerah Ini
Pemicu utama tsunami
Gempa megathrust terjadi di zona subduksi bawah laut. Jika terjadi patahan dengan pergerakan vertical (dasar laut naik atau turun secara tiba-tiba), volume air laut akan terangkat.
"Dan memicu gelombang tsunami yang bisa mencapat daratan dalam Waktu singkat (20-30 menit)," ujar BMKG.
Dampak kerusakan
Karena sumbernya yang sangat besar, jangkauan guncangannya tidak hanya merusak area pesisir, tapi bisa dirasakan hingga jauh ke daratan.
Contoh, gempa dari Selatan Jawa yang getarannya bisa mencapai Jakarta atau Bandung dengan durasi yang cukup lama.
Ketidakpastian waktu atau tidak bisa diprediksi
Hingga saat ini, tidak ada teknologi di dunia yang bisa memprediksi kapan tepatnya gempa megathrust akan terjadi, Kita hanya tahu di mana lokasinya dan berapa potensi maksimalnya.
Oleh karena itu, BMKG menekankan, waspada adalah satu-satunya cara untuk meminimalisir korban.
"Waspada bukan berarti panik. Kabar mengenai megathrust adalah informasi kesiapsiagaan, bukan prediksi gempa akan terjadi besok atau lusa," tegas BMKG.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News