M O M S M O N E Y I D
BisnisYuk

Bisnis Untung Besar: WhatsApp Kini Jadi Mesin Penjualan Otomatis!

Bisnis Untung Besar: WhatsApp Kini Jadi Mesin Penjualan Otomatis!
Reporter: Danielisa Putriadita  |  Editor: Danielisa Putriadita


MOMSMONEY.ID - Bisa dibilang saat ini semua usaha dilakukan melalui WhatsApp. Aplikasi chat berlogo hijau ini memang memegang peran utama dan menjadi medium interaksi suatu bisnis dengan konsumennya. Cara komunikasi melalui aplikasi pesan berwarna hijau tersebut memang ampuh dalam menjangkau komunikasi personal dengan konsumen secara langsung. 

Apalagi, masyarakat banyak menggunakan WhatsApp untuk komunikasi sehari-hari. Tentu, akan lebih mudah menghasilkan profit, jika suatu bisnis bisa melakukan pendekatan dengan konsumennya melalui aplikasi chat yang paling sering digunakan masyarakat saat ini. 

Jadi karena konsumen Indonesia memilih aplikasi perpesanan WA sebagai cara utama untk berkomunikasi dengan bisnis, maka penting bagi para pelaku bisnis untuk memanfaatkan platform tersebut dalam berinteraksi dengan konsumen. 

Selain itu penting bagi pebisnis juga mengerti tentang peran AI Sales Agent yaitu sistem perangkat lunak berbasis kecerdasan buatan (AI) otonom yang dirancang untuk mengotomatisasi seluruh siklus penjualan, mulai dari pencarian lead, kualifikasi, hingga penutupan (closing).

Covena menjadi salah satu perusahaan teknologi yang dapat menyediakan solusi AI Sales Agent dengan medium WhatsApp. 

Baca Juga: 5 Cara Digitalisasi yang Bikin Bisnis UMKM Anda Lebih Efisien

erusahaan ini berdiri sejak Mei 2024 dan mulai fokus ke AI agent untuk mengotomatisasi penjualan B2C khususnya pada WhatsApp pada Mei 2025. 

Dengan menggunakan teknologi dari Covena para pebisnis bisa terbantu dalam menjawab pesan yang masuk dari konsumen. "Solusi yang Covena berikan adalah menyediakan AI agent yang bisa menjawab kebutuhan atas pertanyaan yang masuk ke WhatsApp saat melakukan penjualan," kata Marvel Gomulya, Co-Founder & CEO Covena, kepada Kontan. 

Lebih lanjut, Marvel menjelaskan kini melalui WhatsApp konsumen sudah bisa melakukan registrasi atas transaksi mereka. Misalnya untuk klien yang memiliki bisnis tempat les, AI Sales Agent dari Covena dapat menjawab pertanyaan berdasarkan data, membantu memilih kelas, sampai mencatat pembayaran. 

Teknologi ini pun mampu membuat bisnis semakin efisien dengan menghemat biaya sumber daya manusia. Marvel menjelaskan, pada bisnis yang masih manual dibutuhkan 20-30 orang untuk bertanggung jawab atas pesanan yang masuk dari konsumen. Dengan menggunakan AI, pebisnis hanya membutuhkan dua hingga tiga karyawan saja pada bagian pelayanan konsumen. Hasilnya, konsumen pun bisa tidak menyadari bahwa yang membalas pesan mereka adalah AI, karena komunikasi yang terjadi lancar dan jelas. 

Dalam menyajikan layanan yang lancar, Marvel mengatakan Covena memang mengembangkan sendiri teknologi AI yang mereka punya, kecuali foundation model seperti Large Language Model (LLM). "Teknologi AI kami develop in-house, di atas LLM kami membuat semua teknologi AI secara mandiri," jelas Marvel. 

Selain pesan yang masuk melalui WhatsApp, Covena juga dapat mengintegrasikan pada semua tools yang dipakai oleh klien.

Baca Juga: Dari Garasi ke Jaringan Resto Global, Ini Tips Bisnis Makanan dari Pendiri Magfood

Sebagai pelengkap, Covena juga tetap menghadirkan human agent atawa kolaborasi manusia jika AI tidak bisa menjawab tipe-tipe pertanyaan tertentu. "Jadi kalau ada kasus di mana pertanyaan tidak bisa dijawab oleh agent AI masih akan ada manusia dari tim klien yang akan menjawab pertanyaan tersebut dan menjadikan layanan yang full end to end," kata Marvel. 

Sejauh ini pengguna covena banyak datang dari industri bisnis pendidikan, klinik, dan otomotif. Rata-rata klien Covena memiliki skala bisnis dengan jumlah pendapatan berkisar Rp 100 juta hingga Rp 200 juta per bulan. Selain itu, Covena juga melayani klien dari perusahaan terbuka dan BUMN. 

"Dari sisi biaya mulai dari Rp 7,5 juta ke atas tergantung penggunaan AI yang diinginkan dari Covena seperti apa," kata Marvel. 

Ke depan, Marvel optimistis bisnis ini akan mendapat peningkatan permintaan. Sebab, para pebisnis kini sudah mulai berpikir bagaimana bisa lebih produkif dan fokus pada produk dan layanan mereka. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

PVN Batch 5 Dibuka: Prioritas Pencari Kerja, Korban PHK, dan Calon Wirausahawan

Masyarakat dapat mendaftar Pelatihan Vokasi Nasional atau PVN Batch 5 yang berlangsung 16 September 2026.

Riset HILL ASEAN: Usia 40+ Tetap Ingin Berkembang hingga Makin Terbuka

Mereka yang berusia di atas 40 tahun ingin berkembang, terbuka dengan teknologi, punya cara berbeda menentukan prioritas dan menikmati hidup.

Panduan Pemula Liburan ke Dubai, dari Urus Visa hingga Cari Hotel

Ini sejumlah panduan bagi yang ingin ke Dubai pertama kali, dari cara mengurus visa, transportasi, beragam makanan, hingga lokasi menginap.

Harga Emas Dunia Loyo, Faktor Minyak Ikut Menekan

Harga emas dunia kembali tertekan di tengah menguatnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Lonjakan harga minyak menambah tekanan.

Gemini Enterprise for Financial Services, Solusi AI Bantu Profesional Sektor Keuangan

Gemini Enterprise for Financial Services, solusi AI yang dirancang khusus untuk membantu para profesional di sektor keuangan.

Hujan Ringan Dominasi Sumatera Utara, Cek Prakiraan Cuaca Besok (8/9)

BMKG memprakirakan sebagian besar wilayah Sumatera Utara berpotensi hujan ringan besok. Suhu udara mencapai 36°C di Padang Lawas Utara.

Promo Alfamart Paling Murah Sejagat 7 September 2026, Mie Sedaap Goreng Beli 3 Hemat

Promo Alfamart Paling Murah Sejagat hadir lagi. Potongan harga spesial untuk aneka produk berlaku 1-7 September 2026.

Bali Cerah Berawan Besok (8/9), Cek Prakiraan Cuaca di 9 Kabupaten/Kota

Cuaca Bali besok diprakirakan cukup bersahabat. Enam dari sembilan kabupaten/kota berpotensi cerah berawan, dengan suhu mencapai 28°C.

Prakiraan Cuaca Sumatera Barat Besok (8/9), Antisipasi Kabut Asap hingga Hujan

Prakiraan BMKG menunjukkan cuaca Sumatera Barat cukup beragam besok. Sejumlah daerah diprediksi udara kabur dan berpotensi hujan.

Waspada Udara Kabur, Pantau Prakiraan Cuaca Sumatera Selatan Besok (8/9)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di Sumatera Selatan pada Selasa (8/9) didominasi udara kabur dan berawan.