M O M S M O N E Y I D
Bugar

Bisa Sebabkan Kanker Kulit, Ini Bahaya Sinar UV bagi Manusia

Reporter: Benedicta Prima  |  Editor: Benedicta Alvinta


MOMSMONEY.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kemarin menyebutkan, Indonesia mengalami fenomena paparan radiasi sinar UV yang cukup tinggi dan ekstem. Lalu, apa bahaya sinar UV bagi manusia? 

Apa itu sinar UV dari Matahari?

Sebelum membahas soal bahaya sinar UV bagi manusia, ada baiknya Moms memahami apa itu sinar UV.

Radiasi sinar UV adalah bagian dari spektrum sinar Matahari yang sampai ke Bumi. Melansir laman BMKG, secara umum pita gelombang cahaya Matahari dibagi menjadi tiga bagian utama. 

Pertama, sinar sinar ultraviolet (UV) dengan panjang gelombang 100-400 nm. Kedua, cahaya tampak atau cahaya yang terlihat oleh mata manusia pada panjang gelombong 400-700 nm. Ketiga, sinar inframerah dengan panjang gelombang 700 nm-1 mm. 

Baca Juga: Ini Indeks Sinar Ultraviolet alias UV Index untuk Menghitung Kadar Manfaat & Bahaya

Nah, sinar UV merupakan bagian gelombang elektromagnetik dari energi radiasi Matahari. Radiasi Matahari yang menjangkau permukaan Bumi berada pada sekitar panjang gelombang 100 nm sampai 1 mm. 

Sinar UV berada pada pita gelombang 100-400 nm terbagi menjadi tiga: UV A pada panjang gelombang 315-400 nm, UV B pada panjang gelombang 280-325 nm, dan UV C pada panjang gelombang 100-280 nm. 

Pada saat memasuki lapisan atmosfer Bumi, hampir seluruh sinar UV C tertahan di lapisan ozon dan 90% sinar UV B diserap oleh ozon, uap air, dan gas lain yang ada di atmosfer.

Sementara UV A sebagian besar dapat mencapai permukaan Bumi. Sehingga, dari total sinar UV yang dikandung radiasi Matahari, saat berada di permukaan Bumi terdiri dari UV A dengan sedikit UV B sekitar kurang dari 10%. 

Baca Juga: 5 Cara Mengatasi Kulit Wajah Bertekstur Menjadi Halus Kembali, Coba yuk

Apa yang menyebabkan banyaknya sinar UV di permukaan Bumi? 

Menurut BMKG, banyak faktor yang memengaruhinya. Mulai dari sudut sinar datang, semakin tegak maka semakin banyak mengandung sinar UV, hingga kadar lapisan ozon yang semakin banyak akan semakin baik menyaring sinar UV. 

Melansir laman Farmaku, sinar Matahari adalah sumber radiasi UV alami terkuat. Departemen Kesehatan Amerika Serikat dan Organisasi Kesehatan DUnia (WHO) mengategorikan radiasi sinar UV sebagai karsinogen. 

Apa bahaya terlalu banyak terpapar sinar UV Matahari? 

Karsinogen adalah zat, radiasi, dan radionuklida yang dapat menyebabkan karsinogesis atau terbentuknya sel kanker dalam tubuh manusia. Sehingga, terkena paparan radiasi sinar UV dalam waktu yang lama dan berlebihan dapat membuat seseorang berisiko terkena kanker kulit. 

Selain itu, sinar UV dalam kadar uang tidak ekstrem bisa menyebabkan sensasi kulit terbakar saat terkena panas sinar Matahari. Gejala kulit terbakar adalah kulit kemerahan, terasa gatal, perih, dan terkelupas. 

Sinar UV juga menyebabkan proses perubahan warna kulit menjadi lebih gelap. Adapun perubahan warna kulit menjadi lebih gelap pada manusia terjadi karena aktivitas kelenjar putriari yang menghasilkan hormon Melanocyte-stimulating hormone.

Hormon ini merangsang sebuah sel bernama melanosit untuk memproduksi melanin yaitu pigmen kulit yang menyerap dan melindungi kulit dari sinar UV. 

Baca Juga: Harus Tahu! Inilah Bahan Skincare yang Tidak Boleh Digabung dengan AHA BHA

Saat kulit terpapar sinar UV secara berlebihan, tubuh akan memproduksi banyak melanin. Semakin banyak melanin yang diproduksi maka akan semakin berbahaya bagi kesehatan dan menyebabkan kanker kulit. 

Sebab, pada akhirnya, sinar UV akan menyebabkan kerusakan pada kromosom dan mutasi DNA dalam tubuh. Akumulasi mutasi DNA yang sudah terjadi dalam kurun waktu tertentu inilah yang menyebabkan seseorang terkena risiko kanker kulit. 

Sinar UV yang terlalu besar juga dapat merusak mata khususnya orang yang memiliki pupil berwarna terang. Radiasi sinar UV dapat membuat mata terbakar, atau disebut dengan istilah fotokeratitis.

Dalam jangka panjang, hal tersebut akan menyebabkan terkena katarak, kerusakan retina dan degenerasi makular yang menyebabkan kebutaan. 

Demikian bahaya dari paparan sinar UV dengan indeks yang cukup tinggi atau berada pada level berbahaya hingga ekstrem. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Prakiraan Cuaca Jawa Barat Besok dan Lusa Didominasi Berawan, Subang Mencapai 38°C

​BMKG memprakirakan cuaca Jawa Barat 16–17 Oktober didominasi berawan, dengan suhu tertinggi mencapai 38 derajat Celsius.

Bahasa Inggris jadi Mapel Wajib pada 2027, Begini Persiapan Guru Madrasah

Kemenag bersama British Council gelar pelatihan kompetensi 6.000 guru madrasah sebagai persiapan hadapi mapel wajib Bahasa Inggris di 2027.

Ini Peran Ibu dalam Mendukung Perjalanan Hidup Yura Yunita hingga Menjadi Musisi

Yura Yunita juga membagikan pengalamannya mengenai peran sang ibu dalam mendukung perjalanan hidupnya hingga menjadi musisi.

Mayoritas Cuaca Jawa Tengah Besok dan Lusa Cerah, Suhu Wonosobo Capai 13°C

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Tengah pada Jumat-Sabtu, 16–17 Oktober, didominasi cerah dan suhu tertinggi mencapai 36°C.

Ramalan Zodiak Besok Jumat 16 Oktober 2026, Ada Peluang di Karier dan Asmara

Simak ramalan zodiak besok Jumat 16 Oktober 2026, mulai dari karier, keuangan, asmara hingga kesehatan untuk setiap zodiak lengkap.

Prakiraan Cuaca DKI Jakarta Jumat (16/10), Seluruh Wilayah Berawan

BMKG memperkirakan seluruh wilayah DKI Jakarta akan berawan dengan suhu udara berkisar antara 26 hingga 35 derajat Celsius.​

Ramalan Shio Besok Jumat 16 Oktober 2026, Harimau Berpeluang Hoki dan Ular Waspada

Ramalan shio besok Jumat 16 Oktober 2026 untuk 12 shio. Simak prediksi karier, keuangan, asmara, dan kesehatan, siapa yang beruntung?

Cuaca di Banten Diprediksi Berawan Besok Jumat (16/10), Cek Suhunya

BMKG memperkirakan seluruh wilayah di Banten akan berawan dengan suhu udara berkisar antara 23 hingga 34 derajat Celsius.​

Cari Aktivitas Bersama Anak? Ada Mothercare Museum of Moments di Jakarta

Merayakan 21 tahun kehadirannya di Indonesia, Mothercare menyajikan pengalaman interaktif untuk orang tua dan anak di Grand Indonesia.

Harga Buyback Emas Hari ini: Antam Turun ke Rp 2,37 Juta, UBS Naik Rp 5.000

Harga buyback emas hari ini sebagian besar turun. Antam mencatat penurunan terbesar, sementara hanya UBS yang naik.