M O M S M O N E Y I D
Pendidikan

Cek Seberapa Peduli Anak terhadap Lingkungan, Sekolah Kini Punya Alat Ukur

Reporter: Francisca Bertha Vistika  |  Editor: Francisca bertha


MOMSMONEY.ID - JAKARTA -  Mengajarkan anak menjaga kebersihan dan peduli lingkungan memang penting, tapi bagaimana kita tahu apakah mereka benar-benar menerapkannya? Itulah alasan mengapa sekolah-sekolah yang mengikuti program Adiwiyata kini akan dilengkapi dengan alat ukur khusus untuk melihat sejauh mana siswa dan sekolahnya sudah peduli lingkungan.

Program Adiwiyata sendiri sudah berjalan sejak tahun 2006 dan bertujuan mendorong sekolah menjadi tempat yang bersih, sehat, dan penuh dengan kebiasaan baik dalam merawat lingkungan. Namun selama ini, belum banyak cara yang bisa digunakan untuk menilai apakah upaya tersebut benar-benar berhasil.

Untuk itu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama Bakti Barito dan tim peneliti dari Universitas Indonesia, menyusun dua alat ukur baru. Alat ini dibuat untuk membantu sekolah menilai apa yang sudah berjalan baik, dan apa yang masih perlu ditingkatkan dalam upaya menjaga lingkungan.

Baca Juga: Anak Lebih Baik Homeschooling atau Sekolah Formal? Simak Informasinya

Jo Kumala Dewi, Kepala Pusat Pengembangan Generasi Lingkungan Hidup mengatakan bahwa menanamkan  kepedulian terhadap lingkungan sejak dini sangat penting demi masa depan yang berkelanjutan.

"Dengan alat ukur ini, kita bisa tahu apakah pendidikan lingkungan yang diberikan di sekolah sudah efektif atau belum," kata Jo pada Rabu (6/8). 

Alat ini akan melihat bagaimana perilaku siswa sehari-hari apakah mereka sudah terbiasa membuang sampah di tempatnya, apakah mereka ikut menjaga kebersihan sekolah, dan apakah mereka peduli dengan lingkungan di sekitarnya.

Selain itu, alat ini juga membantu mengevaluasi bagaimana sekolah menjalankan programnya: apakah lingkungan dijadikan bagian dari pelajaran, apakah sekolah punya sistem pengelolaan sampah yang baik, dan apakah ada kerja sama dengan orang tua atau komunitas sekitar.

Menurut Dian A. Purbasari, Direktur Bakti Barito, alat ukur ini penting agar semua pihak yang terlibat bisa tahu di mana posisi mereka dan bagaimana memperbaikinya.

Baca Juga: Transisi ke Sekolah Tak Harus Berat, Ini Tips Ringan untuk Orang Tua

“Kita perlu alat ukur yang obyektif dan bisa menunjukkan hasil nyata, supaya semua pihak bisa mengevaluasi dan meningkatkan kinerjanya secara terarah,” ujarnya.

Sebelum diluncurkan secara luas, alat ini sudah diuji coba di beberapa sekolah dasar di Jawa Barat. Saat ini, proses uji coba sedang disiapkan untuk sekolah-sekolah di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari tingkat SD hingga SMA.

Seperti disampaikan Sulastri Sardjo dari Universitas Indonesia, alat ini juga akan membantu memperkuat kerja sama antara sekolah, pemerintah, lembaga sosial, dan kampus.

"Tujuannya satu, mencetak generasi yang benar-benar peduli lingkungan,” jelasnya.

Dengan adanya alat ukur ini, kebiasaan menjaga kebersihan di sekolah tak hanya sekadar imbauan atau kegiatan tahunan. Sekolah bisa memantau kemajuan secara nyata, dan anak-anak bisa belajar bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari kehidupan sehari-hari bukan hanya tugas orang dewasa.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Rahasia Langsing Alami, Ini 6 Manfaat Air Lemon untuk Diet dan Kesehatan, Coba yuk

Ketahui berbagai manfaat air lemon untuk diet, mulai dari melancarkan pencernaan hingga meningkatkan metabolisme tubuh.  

7 Tips Diet Rendah Purin yang Ampuh Cegah Asam Urat Kambuh, Banyak Minum Air Putih

Ini dia tips diet rendah purin yang efektif untuk menjaga kadar asam urat tetap stabil dan mencegah pembentukan kristal di persendian.  

Selimut Perca Kembali Populer? Ini Cara Menatanya biar Rumah Tetap Personal

Selimut perca kembali populer pada tahun 2026. Simak alasan trennya dan cara menata quilt agar rumah terasa hangat, unik, dan personal.

Prediksi Warna Interior Hijau Zaitun Jadi Tren Rumah yang Lebih Teduh Alami

Tren warna interior 2027 mengarah pada hijau zaitun dan warna bumi yang membuat rumah terasa hangat, tenang, dan natural.

Hujan Lebat Tetap Turun di Provinsi Ini, Cek Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (5/9)

BMKG memberikan peringatan dini cuaca besok Sabtu 5 September 2026 dengan status Waspada hujan lebat cuma di provinsi berikut ini.

Ke Ideafest 2026, Pengunjung Bisa Belajar Pilah Sampah juga lo

​Indofood bersama Rekosistem menyediakan 15 titik pengumpulan sampah di area Ideafest 2026 untuk mengajak pengunjung belajar memilah sampah.

Cek Prakiraan Cuaca DKI Jakarta di Akhir Pekan, Dominan Cerah dan Berawan

​BMKG memperkirakan cuaca besok di wilayah DKI Jakarta akan didominasi cuaca berawan, sementara lusa akan cerah di seluruh wilayah.

Keliling Yogyakarta Akhir Pekan? Simak Prakiraan Cuaca Besok (5/9) dan Lusa

BMKG memprakirakan cuaca wilayah Yogyakarta, besok (5/9), didominasi udara kabur dan berawan. Cek selengkapnya!

Akhir Pekan Berpotensi Hujan, Pantau Cuaca Sumatera Utara Besok (5/9) dan Lusa

Sejumlah wilayah Sumut berpotensi hujan ringan besok (5/9) dan lusa. Suhu udara diprakirakan mencapai 35°C di beberapa daerah.

Digitalisasi Alur Kerja Klinis, Kaiser Cancer Center Adosi EpiSoft

Kaiser Cancer Center mengimplementasikan EpiSoft, platform rekam medis elektronik khusus onkologi yang dikembangkan di Australia.​