M O M S M O N E Y I D
Keluarga

Berlibur ke Australia? Ini 7 Macam Culture Shock saat Pindah ke Negeri Kanguru

Berlibur ke Australia? Ini 7 Macam Culture Shock saat Pindah ke Negeri Kanguru
Reporter: Raissa Yulianti  |  Editor: Raissa Yulianti


MOMSMONEY.ID - Beragam culture shock ini hanya akan Anda alami saat pindah ke Negeri Kanguru, Australia.

Melansir dari Kompas, culture shock atau gegar budaya ialah perasaan ketika seseorang merasa terkejut saat menghadapi lingkungan & budaya yang berbeda di wilayah yang baru.

Meski Australia sangat dekat dengan Indonesia, namun budaya hingga kehidupan di sana sangat berbeda dari yang selama ini orang Indonesia lakukan.

Lantas, apa saja sih culture shock apa saja sih yang biasa dialami para turis hingga mahasiswa yang baru pertama kali tinggal di Australia? Mari intip selengkapnya!

Baca Juga: Kunjungi 5 Destinasi Wisata Ini Saat Liburan ke Eropa Timur

Aussie slang

Banyak orang merasa culture shock saat mendengar aussie slang yang asing di telinga.

Aussie slang atau bahasa gaul Australia bisa sangat membingungkan orang. Pendudu setempat terbiasa menggunakan banyak istilah asing seperti “mate”, “arvo”, hingga “brekkie”.

Jarak antar kota yang sangat jauh

Australia dikenal sebagai benua yang besar. Melansir International Education Specialist, perjalanan antara satu kota ke kota lain bisa memakan waktu dan jarak yang sangat lama!

Meski bikin orang merasakan culture shock, namun setidaknya penting untuk selalu mempersiapkan segala hal mulai dari waktu, pakaian, cuaca, hingga alat transportasi secara matang sebelum mulai bepergian.

Baca Juga: Rekomendasi 6 Tempat Indah di Praha Ibukota Ceko yang Sangat Romantis dan Indah

Australia culture shock
Australia culture shock

Cuaca ekstrim

Cuaca ekstrim di Australia membuat orang asing merasakan culture shock.

Melansir Insider Guides, di setiap negara bagian di benua Australia memiliki perbedaan cuaca yang sangat drastis.

Contohnya ketika di wilayah Australia utara beriklim tropis, maka di Victoria & Tasmania justru mengalami 4 musim yang berbeda.

Maka untuk menghadapi culture shock ini, para turis-mahasiswa di Australia wajib memantau terus aplikasi cuaca agar tak salah kostum.

Baca Juga: Masuk List Liburan, Ini 5 Destinasi Wisata Terfavorit di Ubud Bali

Orang Australia terlampau ramah

Mungkin bagi orang Indonesia sifat ramah orang Australia tak terlalu dianggap sebagai sebuah keanehan.

Namun bagi orang asing, khususnya orang Eropa, keramahan orang Australia sangat membuat mereka terheran-heran.

Orang Australia selalu menyapa semua orang dengan sapaan “Hi” & “Good morning” bahkan meski tak mengenal siapa yang mereka sapa.

Penggemar berat olahraga

Culture shock di Australia ialah rata-rata warganya merupakan penggemar berat olahraga.

Mulai dari rugby hingga kriket adalah deretan olahraga yang sangat digemari masyarakat Australia. Hampir semua penduduk di sana merupakan penggemar fanatik klub-klub olahraga.

Baca Juga: Catat 6 Destinasi Wisata Wajib Saat Berlibur Ke Australia

Budaya percintaan yang kasual

Culture shock di Australia
Culture shock di Australia

Baca Juga: 15 Negara Muslim dengan Beragam Aspek Kekuatan di Dunia, Indonesia Nomor Satu!

Orang Australia selalu dikenal akan keramahannya, termasuk juga dalam hal percintaan. Mereka tak segan mengajak kencan seseorang secara kasual. Terkadang, cara ini bikin turis & para perantau kaget.

Selain itu, seks juga bukanlah topik yang tabu di Australia. Orang-orang di sana membicarakan seks secara normal (tak sembunyi-sembunyi) kepada teman-temannya.

Kabar baiknya, masyarakat Australia sangat menghargai sex education. Mereka sadar akan pentingnya “praktik aman” dan “persetujuan” saat mengajak hubungan seksual dengan orang yang dicintai.

Namun bagaimanapun juga, hal ini tetaplah menjadi contoh dari sekian banyak culture shock yang dirasakan oleh turis asing, termasuk orang Indonesia.

Baca Juga: 6 Fenomena Alam Langka di Seluruh Dunia yang Menakjubkan, Ada dari Indonesia

Budaya “nyeker”

Melansir Horizon unknown, budaya “nyeker” atau berjalan tanpa alas kaki menjadi lumrah di kalangan orang Australia.

Culture shock ini kerap kali dihadapi para turis asing ketika pertama kali mengunjungi Australia.

Ada banyak orang yang tak menggunakan alas kaki saat berbelanja bahkan di tempat umum seperti jalan raya sekalipun.

Itulah deretan culture shock yang terjadi saat pertama kali pindah ke Australia. Apakah Anda pernah merasakan salah satunya?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Risiko Kehilangan Bilyet Deposito Bisa Sirna? BCA Beri Solusinya, Simak Yuk

Membuka deposito kini tanpa bilyet fisik. Dana Anda tetap aman, bunga rutin dikirimkan tiap bulan, dan pencairan pun mudah. Yuk, pahami sekarang.

Punya Rumah Sempit? Coba Ubah Lukisan Jadi Tempat Simpan Rahasia

Jangan biarkan rumah sempit membatasi Anda! Lukisan dinding ternyata bisa jadi lemari tersembunyi yang fungsional. Begini cara cerdas mengaturnya.

Tren Warna Pink Hangat yang Bikin Ruang Tamu Terasa Fungsional di 2026

Bosan dengan putih atau abu-abu? Pink lembut bernuansa peach terbukti bikin rumah terasa hangat dan menyambut. Simak tips memilihnya!  

NIK Jadi NPWP: Aktivasi Coretax Itu Wajib, Ini Cara Daftar Mudahnya!

Berikut cara daftar NPWP online lewat Coretax 2026, lengkap dengan panduan aktivasi NIK jadi NPWP resmi dan praktis modal HP.   &nbs

Accrual Basis vs Cash Basis: Mana yang Cocok untuk Pembukuan Bisnis di 2026?

Berikut perbedaan accrual basis dan cash basis serta cara memilih metode pembukuan yang tepat untuk bisnis Anda.

Mau Tidur Lebih Nyenyak Ini 7 Warna Cat Kamar yang Bikin Adem dan Tenang

Kamar terasa kurang nyaman padahal sudah rapi? Bisa jadi warna dindingnya penyebabnya. Hindari 3 kesalahan ini sebelum mengecat ulang.

Lewat Ekosistem Bisnis Ocean, BCA Bidik Pelaku Bisnis termasuk UMKM

BCA meluncurkan Ocean by BCA sebagai bagian dari strategi penguatan ekosistem layanan digital untuk segmen bisnis.​

10 Tanda-Tanda Masalah Ginjal pada Tubuh yang Penting Diketahui

Ini, lho, tanda-tanda masalah ginjal pada tubuh yang penting diketahui. Cari tahu selengkapnya di sini!  

Sambut Ramadan, Ngaji.ai Hadirkan Fitur Baru untuk Dampingi Ibadah Harian

​Menyambut Ramadan 1447 Hijriah, aplikasi belajar Al-Qur’an ngaji.ai menghadirkan sejumlah fitur baru untuk dampingi ibadan harian  

11 Obat Herbal agar Gula Darah Tinggi Turun secara Alami

Yuk, ketahui beberapa obat herbal agar gula darah tinggi turun secara alami berikut ini! Ada apa saja?