M O M S M O N E Y I D
Bugar

Berisiko Amputasi, Kenali Gejala dan Penyebab Luka Diabetes yang Harus Diwaspadai

Penulis: Rezki Wening Hayuningtyas  |  Editor: Rezki Wening Hayuningtyas


MOMSMONEY.ID - Luka diabetes merupakan salah satu komplikasi serius yang dapat terjadi pada penderita diabetes. Luka ini dapat berkembang menjadi infeksi yang parah dan bahkan berisiko amputasi jika tidak ditangani dengan baik.

Oleh karena itu, penting bagi penderita diabetes untuk mengenali gejala dan penyebab luka diabetes yang perlu diwaspadai.

Gejala luka diabetes

Gejala utama luka diabetes adalah luka yang sulit sembuh atau tidak sembuh dalam waktu yang lama. Selain itu, luka diabetes juga dapat disertai dengan gejala lain, seperti:

  • Kulit di sekitar luka berubah warna menjadi merah, hitam, atau kebiruan.
  • Nyeri atau sensasi terbakar di sekitar luka.
  • Penebalan kulit di sekitar luka.
  • Keluar cairan atau nanah dari luka.
  • Bau tidak sedap dari luka.

Baca Juga: Apakah Kunyit Bisa Mengobati Asam Lambung? Cek Faktanya

Penyebab luka diabetes

Melansir dari laman Kemenkes, adapun penyebab luka diabetes adalah sebagai berikut:

1. Kerusakan saraf atau sirkulasi darah yang buruk

Penderita diabetes rentan mengalami kerusakan saraf atau neuropati, serta masalah sirkulasi darah. Kondisi ini dapat mengurangi sensasi nyeri dan memperlambat penyembuhan luka.

2. Durasi menderita diabetes yang panjang

Semakin lama seseorang menderita diabetes, semakin besar risiko mereka untuk mengalami komplikasi seperti luka diabetes.

3. Kadar gula darah yang tidak terkontrol

Kadar gula darah yang tinggi atau tidak terkontrol dapat merusak pembuluh darah dan saraf, serta menghambat proses penyembuhan luka.

Baca Juga: Daftar Tanaman Herbal untuk Diabetes, Ayo Cek di Sini!

4. Kurang menjaga kesehatan, khususnya perawatan kaki

Merawat kaki dengan baik sangat penting bagi penderita diabetes untuk mencegah terjadinya luka.

5. Infeksi

Luka diabetes yang tidak ditangani dengan baik dapat terinfeksi bakteri, yang dapat memperburuk kondisi luka.

Meskipun luka diabetes dapat terjadi di seluruh tubuh, luka tersebut lebih sering muncul di kaki dan tungkai. Hal ini disebabkan oleh penurunan aliran darah dan sensitivitas saraf yang buruk pada area tersebut. 

Pencegahan dan pengobatan luka diabetes

Untuk mencegah terjadinya luka diabetes, penderita diabetes disarankan untuk:

  • Memeriksa kaki secara rutin untuk mendeteksi adanya luka atau masalah kaki lainnya.
  • Membersihkan dan merawat luka dengan benar.
  • Mengontrol kadar gula darah secara ketat.
  • Memakai sepatu yang sesuai dan nyaman.

Baca Juga: Bisa Bikin Gula Darah Melonjak, Inilah Pantangan Makanan untuk Diabetes

Jika sudah terjadi luka diabetes, pengobatannya meliputi membersihkan luka, mengobati infeksi jika ada, dan memastikan aliran darah dan gula darah terkontrol dengan baik. Dalam kasus yang parah, amputasi mungkin diperlukan untuk menghentikan penyebaran infeksi.

Itulah ulasan lengkap terkait gejala dan penyebab luka diabetes. Luka diabetes adalah komplikasi serius yang dapat terjadi pada penderita diabetes. Penting bagi penderita diabetes untuk mengenali gejala dan penyebab luka diabetes serta melakukan tindakan pencegahan yang tepat.

Dengan perawatan yang baik dan pengendalian gula darah yang ketat, risiko amputasi akibat luka diabetes dapat dikurangi. Semoga bermanfaat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Tidak Boleh Asal, Ini 5 Cara Merawat Botol Parfum agar Aromanya Tahan Lama

Membeli parfum mahal ternyata belum tentu menjamin aroma awet. Simpan botol parfum di tempat gelap dan stabil suhunya.

Pilih Bra Biasa atau Sport Bra? Ketahui 4 Perbedaannya Sebelum Beli

Bingung mau beli bra biasa atau sport bra? Sebelum beli, ketahui dulu 4 perbedaan sport bra dan bra biasa ini.

Prediksi Belanda vs Swedia Piala Dunia 2026: Duel Sengit Dua Tim Serang

Minggu, 21 Juni 2026, dini hari WIB. Pertandingan krusial Belanda vs Swedia akan sajikan duel taktik dan kualitas pemain. Jangan sapai terlewat.

Prediksi Jerman vs Pantai Gading (21/6): Perebutan Puncak Grup E

Pantai Gading punya kecepatan, Jerman punya lini serang mematikan. Siapa yang akan menang di Toronto Stadium? Cek prediksinya!  

Fitur Baru WhatsApp Android Tingkatkan Interaksi, Tak Perlu Repot Lagi

Jangan lewatkan update WhatsApp Android yang paling ditunggu. Menu pesan baru ini hadirkan tampilan segar dan interaksi lebih intuitif. 

HP Samsung Terbaru: Fitur Kamera S25 Ultra Unggul Jauh dari Seri Lain

Mencari HP Samsung terbaik? Galaxy S25 Ultra hadir dengan Snapdragon 8 Elite, namun ada kejutan di seri S25 & A35. Simak perbandingannya!

Kesehatan Anak Optimal: 7 Manfaat Labu Siam untuk MPASI, Kunci Tingkatkan Imun

Penting memberikan MPASI dengan nutrisi penting. Labu siam murah meriah ini bisa jadi solusi cegah obesitas dan tingkatkan imunitas anak.

Tablet Mini Terbaik: Ukuran Kecil, Performa Juara di 2026

Jangan salah pilih tablet mini. Huawei MatePad Mini dirilis dengan M-Pencil Pro dan layar OLED tajam. Lihat perbandingannya dengan tablet lain!

DBD Bukan Hanya Urusan Anak, Dokter Internist Desak Orang Dewasa Segera Vaksinasi

PAPDI desak vaksinasi DBD untuk dewasa 18–60 tahun karena komorbiditas perbesar risiko komplikasi hingga 7 kali lipat  

12 Daftar Makanan dan Minuman yang Mengandung Kalori Tinggi

Intip beberapa daftar makanan dan minuman yang mengandung kalori tinggi berikut ini, yuk!