M O M S M O N E Y I D
Keluarga

Belum Ada Pengobatan Efektif, Ini Cara Cegah Penularan Hepatitis

Reporter: SS. Kurniawan  |  Editor: S.S. Kurniawan


MOMSMONEY.ID - Sejauh ini, belum ada pengobatan yang efektif untuk hepatitis. Nah, berikut ini cara mencegah penularan hepatitis yang bisa masyarakat lakukan.

Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunjukkan, pada 2022 lalu, sebanyak 35.757 bayi lahir dari ibu yang positif hepatitis.

Dan, puluhan ribu bayi tersebut beresiko menjadi pengidap hepatitis apabila tidak mendapatkan pelayanan lanjut. 

Juru bicara Kemenkes Mohammad Syahril menyampaikan, penularan kasus didominasi oleh penularan langsung dari ibu ke anak.

Baca Juga: Catat! Ini 5 Fakta Penting dari Penyakit Hepatitis E yang Perlu Diketahui

Secara umum, penularan hepatitis B, C, dan D terjadi:

  • secara vertikal langsung dari ibu ke anak
  • dari cairan tubuh (air ludah, cairan sperma)
  • aktivitas seksual tidak aman 
  • menggunakan tindik atau tato
  • penggunaan jarum suntik tidak steril pada pengguna narkoba

"Penularan Hepatitis B dari secara vertikal ibu ke anak menyumbang sebesar 90%-95% dari seluruh sumber penularan lainnya," ungkap Syahril dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat (19/5).

Bayi yang terinfeksi hepatitis B kemungkinan untuk menjadi kronis dan sirosis hingga 80%. 

Baca Juga: Wajib Dikonsumsi, Ini 5 Makanan yang Bisa Menyembuhkan Penyakit Hepatitis B

Dan sayangnya, belum ada pengobatan yang efektif. Sehingga, penting untuk memutus alur penularan, Syahril menegaskan.

"Pemberian vaksin hepatitis B secara lengkap dan tepat dapat menurunkan prevalensi hepatitis B," katanya.

"Tetapi, masih terdapat permasalahan yang harus dihadapi, yaitu risiko untuk menjadi sirosis dan hepatoma serta belum ada pengobatan yang efektif," imbuh dia.

Mengacu data Kemenkes, sebanyak 7,1% atau 18 juta masyarakat Indonesia terinfeksi hepatitis B. 

Dari jumlah tersebut 50% diantaranya berisiko menjadi kronis dan 900.000 dapat menjadi kanker hati. 

Bahkan, hepatitis B menjadi empat besar penyebab kematian di Indonesia, dengan perkiraan kematian setiap tahun sebanyak 51.100 kematian.

Baca Juga: Kasusnya Tinggi di Indonesia, Berikut 4 Cara Agar Terhindar dari HIV

Sebanyak 50.744 ibu hamil positif hepatitis B pada 2022. Dari jumlah ini, sebanyak 35.757 bayi lahir dari ibu yang positif hepatitis B. 

Kendati sebagian besarnya sudah mendapatkan imunisasi Hb0 dan HBg kurang dari 24 jam, masih ada 135 bayi positif hepatitis B pada usia 9-12 bulan.

Cara mencegah penularan hepatitis 

Syahril bilang, memutus atau mencegah sedini mungkin penularan hepatitis menjadi prioritas pemerintah saat ini. 

Khusus untuk hepatitis B, pemerintah melakukan deteksi dini hepatitis B yang terintegrasi dengan pemeriksaan HIV dan sifilis untuk minimal 80% ibu hamil, atau disebut juga dengan triple eliminasi. 

Tujuannya, untuk memutus atau mencegah penularan secara vertikal dari ibu ke anak.

Baca Juga: Waspadai! Ini Kebiasaan yang Meningkatkan Risiko Tertular Hepatitis

Pemberian imunisasi Hepatitis B tiga dosis pada bayi juga masuk ke dalam program imunisasi nasional untuk mengurangi insiden.

Lalu, pemberian HB0 kurang dari 24 jam untuk mengurangi transmisi dari ibu ke bayi. 

Selain itu, pemberian HBIg pada bayi lahir dari ibu reaktif HBsAg, dan pemberian Tenofovir pada bumil dengan viral load tinggi.

Deteksi dini untuk memutus penularan juga harus dilakukan bagi kelompok berisiko, seperti pengguna jarum suntik (penasun) dan eks penasun, orang dengan HIV, dan pasien hemodialisa.

Kemudian, populasi kunci seperti WBP, PS, dan LSL, riwayat transfusi, riwayat tato, tindik, dan penggunaan alat medis tidak steril.

Baca Juga: Ini 5 Gejala Hepatitis B yang Tidak Boleh Disepelekan. Simak di Sini Moms!

Syahril juga mengimbau masyarakat Indonesia untuk menghindari praktek seks berisiko. Ingat, penularan Hepatitis melalui cairan tubuh termasuk dari air mani dan air liur. 

Contohnya, melakukan ciuman sampai terjadi perlukaan bisa menularkan virus Hepatitis.

Dan, jangan lupa untuk menggunakan pengaman agar menghindari hal-hal yang dapat beresiko penularan untuk kesehatan dan pertumbuhan anak.

Itulah cara mencegah penularan hepatitis yang bisa masyarakat lakukan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Promo JSM Hypermart Periode 11-14 September 2026, Aneka Beef Slice Diskon 50%

Cek dan manfaatkan katalog promo JSM Hypermart Hyper Diskon Weekend periode 11-14 September 2026 untuk belanja di akhir pekan.

Cuaca Jawa Tengah Akhir Pekan Didominasi Berawan, Suhu Capai 36°C

Prakiraan BMKG Jawa Tengah Sabtu (12/9) dan lusa didominasi berawan, suhu tertinggi mencapai 36 derajat Celsius.

Waspada Udara Kabur di 7 Wilayah Jawa Timur, Cek Prakiraan Cuaca Besok (12/9)

Prakiraan BMKG Jawa Timur Sabtu (12/9) didominasi berawan, dengan suhu udara mencapai 35 derajat Celsius.

Cek Sebelum Bepergian, Ini Prakiraan Cuaca 27 Kabupaten/Kota Jawa Barat Besok (12/9)

Prakiraan BMKG menunjukkan cuaca Jawa Barat Sabtu (12/9) dan lusa didominasi berawan, dengan hujan di sejumlah wilayah.

Jualan Online Makin Ramai, Ini Tantangan UMKM di Era Digital

Tantangan UMKM di era digital juga bagaimana produk tersebut dapat bersaing dan bisnisnya tetap sehat setelah transaksi terjadi.

Promo Subway & Mister Donut Spesial Weekend, Cek Diskon Paket Hematnya di Sini

Bikin akhir pekan makin seru dengan promo Subway dan Mister Donut untuk bundling sandwich hemat serta paket donat mulai Rp 50.000 saja.

Lompatan Baterai 5.088 mAh iPhone 17 Pro Max, Tahan 7 Jam Lebih Lama

Kapasitas baterai iPhone 17 Pro Max tembus 5.088 mAh dan sanggup bertahan 26 jam. Pelajari hasil uji daya terbarunya di sini.

Katalog Promo JSM Alfamart Periode 11-13 September 2026, Cat Food Beli 2 Gratis 1

Berikut katalog promo JSM Alfamart periode 11-13 September 2026 yang dilansir dari Instagram Alfamart.

Wisatawan Makin Cermat Atur Budget Liburan, Ini 5 Tren Perjalanannya

​Data AirAsia Move menunjukkan, wisatawan semakin selektif menentukan waktu, destinasi, dan anggaran liburan.

Temuan Baru soal Bipolar, Risiko Rawat Inap Bisa Lebih Rendah Lewat Obat Ini

​Studi Griffith University melihat data 15.000 orang selama 15 tahun dan menemukan kaitan semaglutide dengan risiko rawat inap yang lebih rendah.