MOMSMONEY.ID - Petani kopi punya peluang untuk mengembangkan usaha melalui peningkatan produktivitas dan kualitas hasil panen. Salah satu caranya dengan memperbaiki cara merawat tanaman hingga mengolah biji kopi setelah dipanen.
Upaya ini menjadi salah satu fokus program Coffee Master Trainer Upgrade (Coffee MUG) yang dijalankan International Islamic Trade Finance Corporation (ITFC) bersama Sustainable Coffee Platform of Indonesia (SCOPI).
Selama lima tahun sejak Oktober 2021, program tersebut telah melatih 5.156 petani kopi di empat provinsi di Indonesia. SCOPI mencatat, program ini menunjukkan peningkatan produktivitas sebesar 13,7%.
Ketua Dewan Eksekutif SCOPI Irvan Helmi mengatakan, peningkatan produktivitas tersebut berpotensi mendukung kesejahteraan petani dan pengembangan usaha kopi.
“Pencapaian program Coffee MUG ini menunjukkan peningkatan produktivitas sebesar 13,7%, yang menyoroti potensi besarnya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan,” ujar Irvan dalam siaran pers, Senin (26/10).
Baca Juga: Kopi Decaf Bantu Menurunkan Kadar Asam Urat Tinggi, Begini Cara Kerjanya
Ia menambahkan, pendampingan dari pelatih lokal dapat membantu petani mengembangkan hasil yang telah dicapai.
Upaya tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan mata pencaharian petani dan memperluas jangkauan kopi Indonesia ke pasar ekspor.
Program Coffee MUG menjangkau 234 kelompok tani di 157 desa di Aceh Tengah, Kabupaten Karo, Kerinci, dan Toraja Utara. Dari seluruh petani yang mengikuti pelatihan, sebanyak 37% merupakan perempuan.
Pelatihan mencakup praktik pertanian yang baik (good agricultural practices/GAP), mulai dari budidaya, peremajaan kebun, hingga pengolahan pascapanen.
Pengetahuan tersebut dapat menjadi bekal petani untuk menjaga kualitas kopi sekaligus meningkatkan produktivitas kebun.
Baca Juga: Ini Dampak Negatif pada Tubuh jika Terlalu Banyak Minum Kopi
Agar pendampingan tetap berjalan setelah program berakhir, Coffee MUG telah mengidentifikasi 16 pelatih bersertifikat nasional dan 11 calon pelatih.
Program ini juga menyiapkan kurikulum agroforestri kopi serta video pembelajaran daring untuk mendukung kegiatan pelatihan.
General Manager Trade & Business Development ITFC Nasser Al-Thekair mengatakan, jaringan pelatih lokal diharapkan dapat terus membagikan pengetahuan kepada petani.
“Program ini mungkin telah berakhir, namun dampaknya akan terus berlanjut melalui para petani dan pelatih yang melanjutkan pekerjaan ini,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News