M O M S M O N E Y I D
Keluarga

Begini Cara Membersihkan Botol Minum untuk Mencegah Jamur & Bakteri Berkembang

Reporter: Benedicta Prima  |  Editor: Benedicta Alvinta


MOMSMONEY.ID - Yuk, simak cara membersihkan botol minum untuk mencegah jamur dan bakteri yang berkembang di dalamnya. 

Botol minum jadi salah satu teman setia di setiap aktivitas Anda. Mulai dari dibawa ke kantor, sekolah, bermain, bahkan sekadar jalan-jalan pagi.

Nah, botol minum yang menyimpan air segar penghilang dahaga ini tentu bisa menjadi tempat berkembang biak bakteri bahkan jamur, lo.

Baca Juga: Begini Cara Membersihkan Botol Susu Bayi demi Kesehatan Si Kecil

Melansir Better Homes and Gardens, Anda sebaiknya mencuci botol minum setiap kali selesai digunakan.

Menurut para peneliti di Tradmill Reviews, botol air rata-rata menampung 313.499 koloni kuman per sentimeter persegi.

Sebagai perbandingan, mainan hewan peliharaan hanya memiliki 2.937 koloni per sentimeter persegi kuman. 

Selain itu, suatu tempat yang hangat dan lembab adalah tempat yang cocok untuk jamur berkembangbiak.

Baca Juga: Yuk Simak Cara Membersihkan Kursi Plastik Berwarna Putih

Yuk, intip cara membersihkan botol minum untuk mencegah jamur dan bakteri berkembang. 

Cara membersihkan botol minum bisa dengan menggunakan cairan sabun cuci. Anda hanya cukup menyiapkan air hangat dan produk sabun cuci piring kesuakaan Anda. 

Pertama, kosongkan isi botol terlebih dahulu. Gunakan air hangat dan beberapa tetes sabun cuci piring. Ini efektif untuk menghilangkan cairan yang sudah mengerak pada botol. 

Baca Juga: Begini Cara Membersihkan Cincin Perak, Mudah & Aman!

Setelah itu, tutup kembali botol minum kemudian kocok hingga air sabun mulai berbusa. Kemudian, buang air busa dan gunakan sikat pembersih botol untuk menggosok bagian bawah botol.

Jika sudah, jangan lupa untuk menggosok bagian luar botol minum dan tutupnya ya. Jika sudah, bilas bagian dalam dan luar botol dengan air hangat sampai tidak ada gelembung sabun. 

Demikian cara mudah membersihkan botol minum. Cukup dengan menggunakan air hangat, sabun cuci piring dan sikat khusus botol.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Tren Teras 2026 yang Nggak Cuma Estetik, Tapi Bikin Rumah Lebih Berkesan

Tren teras 2026 fokus pada kenyamanan, fungsi, dan nilai rumah agar tetap relevan dan menarik dalam jangka panjang. Berikut ini bisa kamu coba.​

Tren Warna Cat Rumah 2026, Ini 5 Aturan Lama yang Sudah Tidak Cocok Lagi

Aturan warna cat lama mulai ditinggalkan, ini cara baru bikin rumah tampil estetik, modern, dan lebih hidup tanpa ribet.​

Dapur Kecil Terasa Luas Tanpa Renovasi Mahal? Ini 6 Trik Simpel yang Bisa Dicoba

Membongkar kesalahan umum desain dapur kecil yang bikin sempit. Ini cara mengubahnya dengan trik sederhana tanpa renovasi mahal.

Harga Gadget Naik di Era AI, Ini Penyebab dan Cara Mudah Menyiasatinya

Harga gadget makin mahal di era AI, pahami penyebabnya dan temukan cara hemat agar tetap bisa upgrade tanpa boros.​  

Gaji Naik Belum Tentu Aman, Ini Tips Atasi Stres Keuangan yang Bisa Dicoba

Stres keuangan tak selalu karena gaji kecil, pahami kebiasaan finansial yang sering jadi penyebab dan cara mudah mengatasinya.​

Reksa Dana atau Emas Digital? Ini Tips untuk Cuan dan Jaga Stabilitas Keuangan

Pilih reksa dana atau emas digital di tahun 2026? Pahami dahulu perbedaan, risiko, dan simulasi keuntungan agar investasi lebih tepat.​  

Prakiraan Cuaca Jawa Timur Besok Hari Kamis (23/4), Hujan Ringan di Kota Ini!

Hujan ringan mendominasi cuaca Jawa Timur pada Kamis, 23 April 2026, sementara sebagian kota akan berawan

Virus dan Penyakit Kian Banyak, Layanan Kesehatan Ini Dibutuhkan

Layanan kesehatan yang modern dan terintegrasi jadi kebutuhan banyak orang, rumah sakit ini hadirkan layanan ini  

Mau Bisnis Kuliner Makin Cuan, Ini Strategi Digital ala Bakso Lapangan Tembak Senayan

​Bersama OttoDigital, BLTS memanfaatkan sistem POS digital untuk memantau penjualan dan stok secara real-time.  

Minat Investor Ritel Indonesia terhadap Instrumen Pasif Meningkat

Tren investor ritel menarih dana investasi di instrumen pasif meningkat. Hal ini disebabkan oleh fluktuasi IHSG beberapa bulan terakhir. ​