M O M S M O N E Y I D
AturUang

BCA dan Manulife Aset Manajemen Indonesia Hadirkan Reksadana USD

Reporter: Nina Dwiantika  |  Editor: Nina Dwiantika


MOMSMONEY.ID – Anda ingin berinvestasi di reksadana? Ada informasi terbaru dari PT Bank Central Asia Tbk (BCA) yang baru saja bekerja sama dengan PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) dalam peluncuran produk reksadana pasar uang USD Manulife Liquid Fund USD Kelas A. Hadirnya produk reksadana terbaru ini menjadi wujud komitmen BCA untuk melengkapi ragam pilihan investasi dan keuangan yang berkualitas bagi segenap nasabah. 

Nah, reksadana pasar uang USD Manulife Liquid Fund USD Kelas A merupakan produk reksadana pasar uang dalam mata uang Dolar Amerika Serikat (USD). Bertujuan untuk menyuguhkan pertumbuhan modal yang relatif stabil dan likuiditas tinggi, reksadana ini berinvestasi sepenuhnya pada instrumen keuangan dengan tenor di bawah 1 tahun, seperti deposito, obligasi, serta instrumen lainnya yang berdenominasi USD.

Adapun, reksadana ini juga dapat menjadi solusi untuk memenuhi tujuan finansial jangka pendek sekaligus strategi diversifikasi kelas aset dan mata uang yang likuid. Pasalnya, reksadana ini dapat dicairkan kapan saja, serta bebas dari biaya pembelian dan penjualan kembali. 

Direktur BCA, Haryanto T. Budiman menyampaikan, pihaknya senantiasa menghadirkan ragam produk keuangan yang relevan dengan kebutuhan berbagai segmen nasabah. MAMI telah menjadi mitra strategis BCA dalam menyediakan produk reksadana berkualitas. Kehadiran reksadana ini di BCA diharapkan dapat memperluas pilihan investasi berbasis USD bagi nasabah, serta menjadi alternatif menarik bagi mereka yang mengutamakan stabilitas dengan potensi imbal hasil optimal.

“Kami meyakini kolaborasi ini juga turut mendorong inklusi keuangan dengan membuka akses yang lebih luas terhadap produk investasi yang dikelola secara profesional dan transparan,” katanya dalam siaran pers, Selasa (3/6).

Baca Juga: Siapkan Dana Pensiun dengan Instrumen Investasi Ini, Ada Obligasi dan Reksadana

Saat ini, reksadana pasar uang USD Manulife Liquid Fund USD Kelas A juga hadir sebagai respons terhadap meningkatnya minat masyarakat dalam berinvestasi. Tren positif ini tecermin dari meningkatnya jumlah investor pasar modal hingga lebih dari 20% secara tahunan (year-on-year/YoY) per Maret 2025. Sejalan dengan tren peningkatan investor tersebut, dana kelolaan wealth management BCA untuk produk investasi meningkat lebih dari 30% secara YoY per Maret 2025. Menyikapi perkembangan ini, BCA menggandeng MAMI untuk memperluas portofolio produk investasi yang ditawarkan. 

Afifa, CEO & Presiden Direktur MAMI mengatakan, reksadana Manulife Liquid Fund USD Kelas A merupakan reksadana dalam mata uang USD yang dirancang sebagai solusi investasi untuk beragam tujuan jangka pendek, di mana likuiditas modal serta kemampuan untuk mempertahankan nilai dana simpanan USD sangat dibutuhkan.

 Selain itu, bagi investor yang telah memiliki portofolio reksadana saham dan Obligasi dalam USD, reksadana ini hadir sebagai alternatif diversifikasi yang membantu mengurangi risiko dan menjadi penyeimbang portofolio melalui stabilitas kinerja saat market tengah bergejolak.

Reksadana Manulife Liquid Fund USD Kelas A dapat dibeli mulai dari US$ 100 melalui kantor cabang BCA yang melayani transaksi reksadana. Selain itu, untuk investor yang sudah pernah membeli reksadana USD dapat membeli langsung di fitur Investasi yang terdapat di aplikasi myBCA.

Sebagai informasi, BCA senantiasa melakukan inovasi pada aplikasi myBCA dengan menghadirkan beragam solusi perbankan serta investasi dalam satu aplikasi. Melalui fitur Investasi pada aplikasi myBCA, nasabah dapat menikmati berbagai kemudahan investasi seperti jual-beli produk investasi reksadana, obligasi, dan Surat Berharga Negara (SBN), membandingkan produk, mengelola portofolio investasi, akses market update, edukasi seputar investasi, notifikasi produk investasi jatuh tempo, serta berbagai promo investasi yang menarik.

Baca Juga: Banyak Peminat, Volume Pemesanan Sukuk Tabungan ST014 Naik di Bank Muamalat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

4 Waktu Terburuk untuk Olahraga yang Bisa Membahayakan Tubuh, Hindari Ya!

Sudah tahu belum? Ada 4 waktu terburuk untuk olahraga yang wajib Anda hindari. Klik untuk penjelasan selengkapnya.

IHSG Pekan Ini Siap Bullish, IPOT Jagokan Tiga Saham Berikut

Pergerakan IHSG pada pekan ini diperkirakan lebih dipengaruhi musim laporan keuangan emiten kuartalan.

Volatilitas SUN Tetap Tinggi Pasca-Rating S&P, Yield SUN 10 Tahun Ditaksir 6,8%-7,3%

Prospek obligasi dinilai tetap menarik hingga akhir 2026, didukung permintaan domestik dan risiko downgrade yang mereda.

Hujan Lebat Masih Turun di Provinsi Ini, Cek Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (21/7)

BMKG merilis peringatan dini cuaca besok Selasa 21 Juli 2026 dengan status Waspada hujan lebat di provinsi berikut ini.

S&P Pertahankan Rating Indonesia, Apa Artinya bagi Pasar Obligasi & Rupiah?

Yield obligasi pemerintah, CDS, rupiah belum menunjukkan perubahan signifikan usai S&P mempertahankan rating Indonesia. Apa sebabnya?

Risiko Rambut Rontok, Mengapa Cat Rambut Permanen Bikin Batang Rambut Rapuh?

Bahan kimia dalam cat rambut permanen bisa mengikis protein alami rambut. Simak alasan mengapa batang rambut rontok setelah diwarnai.

Bitcoin Bertahan di US$ 64.000 Saat Geopolitik Memanas, Apa sebabnya?

Harga Bitcoin bertahan di atas US$ 64.000 meski harga minyak dunia melonjak akibat memanasnya konflik AS-Iran.

Beli Emas Jangan Asal Murah, Selisih Harga Jual dan Buyback Bisa Beda Jauh

Semakin kecil spread, umumnya semakin cepat peluang untuk mendapatkan cuan saat menjual kembali emas.

Prakiraan Cuaca Besok (21/7) dan Lusa di Banten, Diprediksi Cerah dan Berawan

​BMKG memperkirakan cuaca besok, Selasa (21/7) dan lusa, Rabu (22/7) di wilayah Banten akan cerah dan berawan.

Prakiraan Cuaca Jawa Timur Besok Selasa (21/7), Hujan Ringan di Tiga Wilayah

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Timur pada Selasa (21/7) didominasi berawan, hujan ringan hanya di tiga wilayah.