MOMSMONEY.ID - Roemah Koffie resmi memperkenalkan pengalaman menikmati kopi yang tidak biasa melalui Omakase Coffee Experience. Mengambil inspirasi dari tradisi kuliner Jepang omakase yang berarti Leave it to me, konsep ini mempercayakan barista untuk meracik, menentukan, dan menyajikan kopi secara langsung di hadapan pelanggan.
Setelah menggelar soft launching pada Minggu (27/9), konsep omakase ini akan dibuka untuk publik mulai 15 Oktober 2026. Sebagai awal, nantinya pengalaman omakase ini akan tersedia di Roemah Koffie Gunawarman lebih dulu sebelum dihadirkan di outlet lainnya.
Di balik peluncuran inovasi ini, CEO dan Founder Roemah Koffie, Felix TJ, menegaskan, pengalaman omakase ini diluncurkan bukan karena mengikuti tren. Langkah ini berakar dari keyakinan bahwa Indonesia memiliki kekayaan komoditas kopi yang luar biasa.
"Indonesia itu terlalu kaya untuk tidak diceritakan. Kalau kita bisa bawa contoh seperti saat ini, cerita Cing Cangkeling dari petani Garut yang saya bawa, itu ternyata bisa dibawa sampai ke kelas internasional. Artinya kopi kita itu terlalu kaya," ungkap Felix saat ditemui di Roemah Koffie Gunawarman, Minggu (27/9).
Dia mencontohkan biji kopi Cing Cangkeling, biji kopi premium Roemah Koffie dengan varietas yellow bourbon yang berasal dari Mandalagiri, Garut. Biji kopi ini diolah secara kreatif menjadi gelato dan disajikan kepada para pengunjung dalam soft launching Omakase Coffee Experience.
"Banyak biji kopi Indonesia yang terlalu baik dan enak sekali yang bisa mencapai kelas tersebut. Dan itulah yang bisa kita sajikan di level omakase," ujar Felix.
Baca Juga: Jelajah Rasa Kopi Panama hingga Garut Lewat Omakase Coffee Experience Roemah Koffie
Felix melanjutkan, konsep omakase ini juga jadi salah satu cara yang tepat dan lebih intim untuk menceritakan kopi dari hulu ke hilir. Apalagi menurutnya, karena omakase bersifat lebih santai, pelanggan bisa mengikuti ritual dan merasakan pengalaman menikmati kopi tersebut dari awal hingga akhir.
Inovasi ini dihadirkan agar kopi Indonesia tidak sekadar dinikmati sebagai minuman harian, melainkan dipahami, dibicarakan, dan dihargai sebagai sebuah karya seni bernilai tinggi di panggung global.
“Bagi kami, inovasi omakase merupakan bagian dari pendekatan diplomasi kopi yang kami terus dorong, menciptakan ruang agar kopi tidak hanya diminum, tetapi juga dibicarakan, dipahami, dan diapresiasi. Melalui format ini, kami ingin menyuarakan bahwa kualitas beans kopi dari Indonesia mampu bersaing di panggung yang sama dengan beans global. Ketika craftsmanship di balik secangkir kopi semakin dipahami, kopi pun dapat dilihat bukan sekadar sebagai minuman, tetapi sebagai seni yang layak dihargai,” ujar Felix.
Nantinya, konsep omakase yang dihadirkan ini dibatasi hanya delapan orang per sesi dengan durasi sekitar 50 menit per sesinya.
Zikri Mubarak, Head of Beverage Roemah Koffie menambahkan, perbedaan utama konsep omakase ini terletak pada penyajian menu yang dikurasi dengan pairing makanan serta penggunaan bahan-bahan lokal khas Indonesia.
"Jadi nanti akan dipasangkan dengan makanan, dan kopinya pun akan dicampur dengan bahan-bahan Indonesia lainnya," ujar Zikri.
Ia juga memastikan para pengunjung akan merasakan unsur kejutan karena rangkaian menu course ini baru akan diperbarui secara berkala setiap tiga bulan sekali.
Dalam soft launching yang telah digelar, pengunjung diajak menyelami perjalanan rasa yang memadukan biji kopi global asal Panama dengan biji kopi Cing Cangkeling.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News