MOMSMONEY.ID - Pengelolaan sampah rumah tangga kini tak hanya berdampak baik bagi lingkungan, tetapi juga bisa memberi nilai ekonomi bagi warga. Hal itu terlihat dari kolaborasi Alfamidi dengan Bank Sampah Sakura di Srengseng Sawah, Jakarta Selatan.
Program yang dijalankan melalui Kampung Merdeka Alfamidi ini mendapat perhatian dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) DKI Jakarta. Dalam kunjungan ke lokasi, Auditor Madya BPKP DKI Jakarta Sandy Harbin menilai kegiatan yang dilakukan sudah berjalan positif.
Menurutnya, program ini tidak hanya berfokus pada pemilahan dan penyetoran sampah, tetapi juga disertai pelatihan rutin bagi nasabah serta komunitas sekitar.
“Kami sudah melihat bank sampah ini, apa yang mereka lakukan sudah baik dan ke depannya supaya berkembang lebih baik lagi,” ujarnya, Rabu (13/5).
Corporate Communication Manager Alfamidi Retriantina Marhendra mengatakan, kerja sama dengan bank sampah merupakan bagian dari upaya meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga.
Baca Juga: Ini Cara Bank Sampah dan Wings Dorong Pilah Sampah di Masyarakat
Lewat program ini, masyarakat didorong untuk mengelola sampah dengan konsep ekonomi sirkular, yaitu mengubah limbah menjadi barang bernilai guna maupun bernilai jual.
Selain menyetor sampah yang sudah dipilah, para nasabah juga mengikuti berbagai pelatihan, seperti membuat eco enzyme dari sampah organik, sabun dari minyak jelantah, anyaman tikar dari bungkus sachet bekas, hingga bercocok tanam menggunakan pot dari galon bekas.
Tak hanya itu, edukasi lingkungan juga diberikan kepada anak-anak sekolah agar kebiasaan mengelola sampah bisa dimulai sejak dini.
Saat ini, program Kampung Merdeka Alfamidi telah berjalan di sejumlah kota, seperti Jakarta, Medan, Makassar, Samarinda, Manado, Palu, dan Kendari. Program tersebut menggandeng berbagai bank sampah dengan total lebih dari 700 nasabah.
Baca Juga: 5 Kuliner Unik Jogja: Soto Sampah hingga Kopi Joss dengan Arang Membara, Berani Coba?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News