MOMSMONEY.ID - Penggunaan gadget dan perangkat digital yang semakin intensif dalam kehidupan sehari-hari meningkatkan risiko berbagai gangguan penglihatan.
Dokter Spesialis Mata Mayapada Eye Centre, dr. Zoraya Ariefia Feranthy, Sp.M, mengatakan penggunaan perangkat digital dalam waktu lama menjadi salah satu faktor yang mendorong meningkatnya kasus gangguan refraksi, terutama pada kelompok usia produktif.
“Miopia (rabun jauh) dan astigmatisme (silinder) semakin banyak ditemukan pada kelompok usia produktif seiring tingginya penggunaan perangkat digital sejak usia dini. Padahal, kualitas penglihatan merupakan fondasi penting dalam menjaga kualitas hidup,” ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (21/6/2026).
Baca Juga: Katalog Promo Alfamidi Hemat Satu Pekan Periode 22-28 Juni 2026, Bebelac Beli 2 Hemat
Zoraya menjelaskan, banyak penderita gangguan refraksi akhirnya bergantung pada kacamata atau lensa kontak untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Kondisi tersebut, menurutnya, dapat memengaruhi kenyamanan dan produktivitas, terutama bagi mereka yang bekerja dengan intensitas tinggi menggunakan perangkat digital.
Selain meningkatkan risiko miopia dan astigmatisme, penggunaan gadget yang terus-menerus juga dapat mempercepat munculnya keluhan penglihatan pada usia yang lebih tua.
Dokter Konsultan Spesialis Mata Mayapada Eye Centre, dr. Ucok P. Pasaribu, Sp.M(K), mengatakan presbiopia atau mata tua umumnya mulai muncul pada usia sekitar 40 tahun.
Baca Juga: 7 Promo HUT Jakarta ke-499, Jangan Lewatkan Diskon Terbatas Starbucks hingga HokBen
Namun, tingginya aktivitas melihat layar dalam kehidupan modern membuat banyak orang semakin merasakan penurunan kemampuan fokus mata terhadap objek dekat.
“Di era digital saat ini, mata bekerja lebih keras karena aktivitas melihat layar berlangsung hampir sepanjang hari. Seiring bertambahnya usia, kemampuan fokus mata juga akan menurun sehingga mata mulai sulit melihat objek dekat,” kata Ucok.
Ia mengimbau masyarakat untuk memulai kebiasaan sederhana seperti membatasi penggunaan gawai secara berlebihan, memberikan waktu istirahat bagi mata, tidak mengabaikan gejala gangguan penglihatan, serta melakukan pemeriksaan mata secara berkala agar kondisi yang dialami dapat dideteksi lebih dini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News