MOMSMONEY.ID - Penting untuk memahami cara kerja obat Allopurinol dan Febuxostat dalam menangani penyakit asam urat lo. Secara umum, asam urat terjadi karena ada penumpukan asam urat yang mengkristal di persendian.
Hal ini dapat menyebabkan rasa sakit yang tiba-tiba dan hebat. Ketika serangan asam urat terjadi, rasa tidak nyaman akan mengganggu kualitas hidup penderitanya.
Joshua Murdock, apoteker berlisensi di Arizona, AS, bilang, ada obat-obatan yang dapat membantu mengobati atau mencegah gejala asam urat. Dua pilihan pencegahan yang umum yakni Allopurinol dan Febuxostat
Dilansir dari Goodrx.com, berikut ini penjelasan mengenai cara kerja obat Allopurinol dan Febuxostat:
Baca Juga: Kadar Asam Urat Naik Drastis? Waspada, Stres Diam-Diam Merusak Tubuh
Apa itu obat asam urat Allopurinol?
Allopurinol adalah inhibitor oksitosin, bekerja dengan menurunkan kadar asam urat dalam tubuh. Selain asam urat, Allopurinol juga bisa diresepkan untuk beberapa kondisi kesehatan lainnya seperti sindrom lisis tumor.
Sindrom lisis tumor memengaruhi orang-orang tertentu yang menderita kanker. Saat sel kanker mati, sel-sel tersebut dapat melepaskan isi dalamnya ke dalam tubuh.
Hal ini dapat menyebabkan perubahan pada garam dan bahan kimia seperti asam urat dalam tubuh . Perubahan ini bisa berlebihan dan mengakibatkan kerusakan jantung, ginjal, dan hati.
Ini adalah keadaan darurat medis yang disebut sindrom lisis tumor (TLS) dan biasanya disebabkan oleh pengobatan kemoterapi.
Apa itu obat asam urat Febuxostat?
Seperti Allopurinol, Febuxostat adalah XOI yang cara kerjanya sama seperti Allopurinol. Obat ini dianggap sebagai pilihan alternatif untuk Alopurinol dalam pengobatan asam urat.
Tidak seperti Allopurinol, Febuxostat hanya disetujui untuk pencegahan asam urat. Obat ini tidak disetujui untuk mengobati atau mencegah kondisi kesehatan lainnya.
Selain itu, Febuxostat hanya boleh digunakan untuk asam urat dalam situasi tertentu seperti konsumsi Allopurinol yang tidak berhasil menurunkan asam urat. Allopurinol menyebabkan efek samping yang tidak dapat ditoleransi.
Allopurinol tidak direkomendasikan jika Anda mengalami reaksi alergi parah, maka Febuxostat adalah alternatif gantinya.
Seberapa efektifkah Allopurinol dan Febuxostat untuk penyakit asam urat?
Selain perubahan gejala dari waktu ke waktu, pemeriksaan darah membantu menentukan seberapa efektif obat-obatan ini. Jika suatu obat dapat menurunkan kadar asam urat hingga kurang dari 6 mg/dL , maka dokter akan menganggapnya efektif untuk penyakit asam urat.
Kedua obat tersebut merupakan pilihan yang efektif. Baik Allopurinol maupun Febuxostat dapat membantu orang mencapai kadar asam urat di bawah 6 mg/dL.
Febuxostat membantu lebih banyak orang mencapai kadar asam urat ideal, tetapi juga memiliki lebih banyak risiko.
Baca Juga: Pencegahan Asam Urat: Hidup Bebas Nyeri Sendi, Ini Caranya!
Apa saja efek samping dari Allopurinol dan Febuxostat?
Kedua obat tersebut memiliki sejumlah kemungkinan efek samping. Allopurinol dan Febuxostat berisiko menyebabkan infeksi saluran pernapasan bagian atas, efek samping yang berkaitan dengan otot hingga tulang, diare dan sakit kepala.
Meskipun kurang umum dibandingkan efek samping yang disebutkan di atas, efek samping serius mungkin terjadi dengan Allopurinol atau Febuxostat.
Apakah bisa mengonsumsi Allopurinol dan Febuxostat secara bersamaan?
Karena Allopurinol dan Febuxostat bekerja dengan cara yang sama, keduanya tidak boleh dikonsumsi bersamaan. Jika terapi kombinasi diperlukan untuk membantu mengendalikan gejala asam urat, maka dokter akan menggabungkan Allopurinol dengan urikosurik seperti Probenecid.
Obat urikosurik bekerja dengan mengeluarkan lebih banyak asam urat melalui urin. Demikian ulasan tentang cara kerja obat Allopurinol dan Febuxostat dalam menangani penyakit asam urat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News