MOMSMONEY .ID - Nutrisi yang tepat dapat membantu mengelola gejala asam urat. Asam urat sendiri merupakan suatu bentuk radang sendi yang menyebabkan terbentuknya kristal dan penumpukan di sekitar sendi.
Kathy W. Warwick, dokter ahli gizi menyampaikan bahwa kristal juga dapat terbentuk di ligamen, tendon yang mengelilingi sendi, serta di bawah kulit. Hal tersebut memicu peradangan, pembengkakan, dan rasa tidak nyaman yang mengganggu mobilitas.
Pada pria, kondisi ini cenderung terjadi setelah pubertas. Sedangkan pada wanita, kemungkinan besar tidak akan berkembang sebelumnya menopause.
Baca Juga: Asam Urat Tinggi Ancam Sendi & Ginjal, Makanan Hindari Ini!
Dilansir dari Medicalnewstoday.com, sekitar satu dari sepuluh kasus orang yang terkena asam urat memiliki riwayat keluarga dengan kondisi tersebut.
Gejala asam urat tinggi yang harus diwaspadai
Salah satu tanda utama asam urat adalah rasa tidak nyaman yang hebat pada kiriman yang terkena. Nyeri paling sering dirasakan pada sendi jempol kaki, tetapi dapat mempengaruhi sendi mana pun di tubuh.
Tanda-tanda lainnya termasuk kemerahan, rasa hangat, dan pembengkakan di area sendi. Gejala asam urat biasanya berkembang cepat, rasa nyeri akan memuncak dalam 6 hingga 24 jam.
Gejala dapat berlangsung selama 3 hingga 10 hari sebelum ketidaknyamanan berkurang. Serangan asam urat sering terjadi di tengah malam atau pagi hari.
Banyak penderitanya yang terbangun dengan sensasi bengkak dan nyeri di jempol kaki. Kulit juga tampak merah, mengkilap, dan dalam kasus yang parah akan terlihat mengelupas karena peradangan.
Kadang-kadang, kelelahan, kehilangan nafsu makan, dan demam ringan disertai serangan asam urat akut. Meski pengobatan tetap penting untuk mengelola nyeri dan mengurangi kadar asam urat, menerapkan diet yang tepat secara signifikan melengkapi upaya pengobatan, mengurangi frekuensi serta keparahan serangan asam urat.
Diet Peran dalam mengelola asam urat tinggi
Asam urat terbentuk ketika tubuh memecah purin , zat yang ditemukan secara alami dalam tubuh dan makanan tertentu. Diet asam urat bertujuan untuk menurunkan kadar asam urat dalam darah.
Sehingga, mengurangi risiko serangan asam urat berulang dan memperlambat perkembangan kerusakan sendi. Berikut ini nutrisi yang tepat dapat membantu mengelola gejala asam urat:
1. Karbohidrat kompleks
Konsumsi lebih banyak biji-bijian utuh seperti beras merah, tepung jagung, gandum utuh, buah dan sayuran mampu mengurangi gejala asam urat. Selain itu, kurangi karbohidrat pada makanan seperti roti putih, kue, dan permen.
Makanan-makanan ini menyediakan karbohidrat kompleks yang berkontribusi dalam menjaga kadar asam urat tetap stabil. Sangat penting untuk mengonsumsi setidaknya 5 porsi buah dan sayuran sehari.
Hal ini disebabkan buah dan sayuran menyediakan serat, vitamin, mineral, dan fitonutrien yang penting untuk kesehatan yang baik.
2. Asupan cairan yang cukup
Asupan cairan yang tinggi dapat membantu mengeluarkan asam urat melalui ginjal. Usahakan untuk setidaknya 8 gelas besar cairan sehari atau sekitar 2,5 liter untuk membantu mengeluarkan asam urat.
Jika Anda sedang mengonsumsi diuretik atau memiliki masalah ginjal, konsultasikan dengan dokter untuk memastikan bahwa asupan cairan yang tinggi aman untuk Anda.
3. Lemak dan protein
Protein merupakan bagian yang sangat penting dari pola makan, digunakan untuk pertumbuhan serta sebagai sumber energi. Tidak hanya itu, mengonsumsi protein yang cukup meningkatkan rasa kenyang dan mengontrol kadar asam urat.
Namun, penting untuk menghindari atau membatasi makanan tinggi purin seperti jeroan, seperti hati, ginjal, dan seafood. Daging merah, tuna, udang, lobster, dan sarden dikaitkan dengan peningkatan risiko asam urat.
Karena semua protein hewani mengandung purin, batasi asupan 113 hingga 170 gram per hari. Pilihlah sumber protein tanpa lemak seperti unggas, produk susu rendah lemak, dan konsumsi lebih banyak protein nabati.
Anda dapat meningkatkan asupan protein dengan memasukkan lebih banyak sumber nabati. Coba konsumsi seperti kacang-kacangan dan polong-polongan.
Peralihan ini juga akan membantu mengurangi lemak jenuh yang secara tidak langsung berkontribusi pada obesitas dan asam urat.
4. Konsumsi vitamin C
Vitamin C dapat membantu menurunkan kadar asam urat. Selalu berdiskusi dengan dokter Anda apakah suplemen vitamin C 500 miligram sesuai dengan diet dan rencana pengobatan atau tidak.
Anda juga bisa mengonsumsi buah-buahan seperti jeruk, tomat, dan lemon untuk mengontrol kadar asam urat. Penting untuk dicatat bahwa diet asam urat tidak dapat menggantikan pengobatan medis, diet ini hanya berfungsi sebagai tindakan pendukung untuk mengelola gejala dan meningkatkan hasil kesehatan.
Baca Juga: Nyeri Asam Urat Mereda Tanpa Obat, Coba 5 Teknik Pijat Ini!
Penderita asam urat harus selalu menerapkan kebiasaan makan sehat, membatasi makanan kaya purin dan tetap terhidrasi . Sekian informasi mengenai nutrisi yang tepat dapat membantu mengelola gejala asam urat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News