MOMSMONEY.ID - Tren menggunakan aplikasi untuk urusan bersih-bersih rumah makin menguat di kalangan masyarakat Indonesia, terutama keluarga urban.
Data bTaskee Indonesia periode 2024–2025 menunjukkan, layanan rumah tangga berbasis aplikasi kini bukan lagi solusi sesekali, melainkan bagian dari rutinitas.
Layanan Home Cleaning menjadi yang paling banyak digunakan, dengan kontribusi sekitar 58% dari total pemesanan.
Hal ini menandakan kebersihan rumah sudah dikelola secara profesional dan terjadwal. Kebersihan rumah telah bertransformasi menjadi kebutuhan rutin yang secara profesional.
Mayoritas pengguna berada di usia 25–35 tahun, didominasi profesional muda dan keluarga baru yang mengutamakan efisiensi waktu serta layanan yang konsisten dan terpercaya.
Dari sisi hunian, 74% pengguna tinggal di rumah tapak dan 24% di apartemen, mencerminkan kebutuhan layanan yang berkelanjutan.
Baca Juga: Panduan Gaya Hidup Frugal Living untuk Moms yang Ingin Hidup Hemat dan Bahagia
Selain bersih-bersih, layanan lain juga diminati sesuai kebutuhan. Family Massage menyumbang sekitar 22% pemesanan, sementara AC Cleaning berkontribusi 14%.
Pola ini menunjukkan masyarakat semakin selektif dalam menggunakan jasa rumah tangga.
“Kami melihat bahwa layanan rumah tangga kini menjadi bagian dari pengelolaan kebutuhan masyarakat, bukan hanya solusi sesekali,” ujar Diana Liudin, Manager Marketing bTaskee Indonesia, dalam keterangan resmi Kamis (22/1).
Sebab, pengguna menginginkan layanan yang mudah diakses, konsisten, dan relevan dengan kebutuhan mereka.
Ke depan, tren penggunaan aplikasi untuk layanan rumah tangga diperkirakan terus tumbuh seiring gaya hidup urban yang semakin dinamis serta kebutuhan akan solusi praktis dan fleksibel.
Selanjutnya: Hartadinata (HRTA) Perkuat Ekspansi Produk Emas untuk Ibadah Umrah pada 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News