MOMSMONEY.ID - Antioksidan seperti astaxanthin bisa membantu meredakan kolesterol. Astaxanthin terbukti berpengaruh positif terhadap metabolisme lipid. Sifat antioksidannya membantu memperlambat oksidasi partikel LDL.
Ketika LDL dan sel membran lipid menjadi lebih rentan terhadap kerusakan oksidatif, hal itu berkontribusi pada penumpukan plak. Jabeen Begum, dokter umum, memaparkan, hamparan ini dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah.
Untungnya, astaxanthin telah terbukti melindungi LDL dari kerusakan oksidatif. Selain itu, astaxanthin telah terbukti meningkatkan HDL yang sering disebut kolesterol baik yang berperan penting dalam menjaga kesehatan arteri.
Baca Juga: 7 Manfaat Buah Anggur, Kaya Nutrisi untuk Cegah Kanker hingga Kolesterol
Tujuan utamanya adalah membantu membuang kelebihan kolesterol dari jaringan, termasuk sel-sel yang terbentuk di dinding arteri kembali ke hati. Hati kemudian dapat memproses dan menghilangkan kolesterol ini.
Dilansir dari Webmd.com, proses ini membantu mengurangi kolesterol yang menyebabkan plak, penyempitan dan pengerasan arteri. Sebuah studi tahun 2010 yang diterbitkan dalam jurnal Atherosclerosis meneliti efek kadar Kolesterol HDL sebagai respon terhadap suplementasi.
Studi ini melibatkan 61 peserta berusia 25 hingga 60 tahun yang diberi suplemen selama 12 minggu. Pada minggu ke-12, Kolesterol HDL meningkat secara signifikan pada peserta yang mengonsumsi dosis 6 mg atau 12 mg.
Konsumsi antioksidan & alternatif lain untuk mengelola kolesterol
Tak hanya konsumsi antioksidan, alternatif berikut membantu mengelola kolesterol:
1. Teh hijau dengan antioksidan
Teh hijau mengandung antioksidan yang dapat menurunkan kadar kolesterol. Teh tersebut terbuat dari daun yang tidak difermentasi, cukup kurangi penggunaan krim dan gula.
2. Dark cokelat mengandung antioksida flavonoid
Dark cokelat mengandung flavonoid, antioksidan yang membantu menurunkan kadar LDL. Pastikan untuk mengonsumsinya dalam jumlah sedang, karena cokelat juga tinggi lemak jenuh dan gula.
Anda juga dapat menggunakan bubuk kakao hitam tanpa pemanis dalam masakan dan mendapatkan efek yang sama bagi kesehatan jantung.
3. Alpukat dengan kandungan guacamole & asam oleat
Alpukat bukan hanya untuk guacamole. Alpukat mengandung asam oleat yang membantu menurunkan kolesterol jahat dalam darah. Tambahkan beberapa irisan alpukat pada sandwich atau salad .
Minyak alpukat yang memiliki rasa manis dan lembut juga dapat digunakan sebagai pengganti minyak lain untuk memasak.
4. Konsumsi kacang-kacangan kaya akan asam lemak tak jenuh ganda
kacang-kacangan kaya akan asam lemak tak jenuh ganda. Saya akan rutin mengonsumsi kacang almond , kenari, atau pistachio untuk membantu menurunkan kadar LDL.
Anda bisa menaburkannya di atas salad atau makan langsung sebagai camilan. Pastikan untuk memilih yang rendah garam dan batas konsumsinya sekitar 1,5 ons per hari karena tinggi kalori.
Untuk konsumsi kacang almond , cobalah sekitar 30 butir atau 1/3 cangkir.
Baca Juga: Lonjakan Kolesterol Akibat Kebiasaan Minum Manis yang Sering Disepelekan
Manfaat antioksidan astaxanthin untuk jantung
Astaxanthin dapat membantu kesehatan jantung, karotenoid ini dapat menurunkan stres oksidatif. Hal ini dapat mempengaruhi plak di arteri.
Astaxanthin dapat membantu mengatasi kondisi jantung seperti aterosklerosis. Karotenoid bekerja dengan menurunkan stres oksidatif, peradangan pada pembuluh darah dan memperlambat penumpukan plak di arteri.
Astaxanthin juga dapat membantu:
- Menurunkan kadar lemak darah (lipid)
- Menurunkan kolesterol LDL
- Tingkatkan kolesterol HDL
- Menekankan
- Menurunkan tekanan darah
Demikian informasi mengenai antioksidan bantu meredakan kolesterol, semoga bermanfaat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News