MOMSMONEY.ID - Memasuki usia sekolah, anak mulai memiliki pilihan sendiri terhadap makanan dan minuman yang mereka konsumsi.
Kondisi ini bisa menjadi tantangan bagi orangtua untuk memastikan kebutuhan nutrisi anak tetap terpenuhi.
Pada usia 7-12 tahun, kebutuhan nutrisi perlu diperhatikan karena anak menjalani berbagai aktivitas, mulai dari belajar di sekolah hingga kegiatan akademis dan non-akademis.
Asupan nutrisi juga berperan dalam mendukung perkembangan dan fungsi otak anak.
Salah satu nutrisi yang penting diperhatikan adalah Docosahexaenoic Acid (DHA). Asam lemak esensial ini merupakan salah satu komponen penyusun jaringan otak dan berperan dalam mendukung perkembangan fungsi kognitif, daya ingat, serta fokus anak.
Baca Juga: Anak Usia 1 Tahun Butuh Nutrisi Apa? Simak Penjelasan Dokter Berikut
Namun, pemenuhan DHA masih menjadi tantangan. Studi yang dipublikasikan dalam British Journal of Nutrition pada 2016 menunjukkan, sebanyak 8 dari 10 anak Indonesia usia 4-12 tahun memiliki asupan EPA dan DHA di bawah standar minimum yang direkomendasikan FAO/WHO.
Di sisi lain, preferensi rasa dapat membuat orangtua perlu lebih kreatif dalam memberikan asupan nutrisi.
Penelitian Universitas Gadjah Mada pada 2015 terhadap siswa SD dan SMP di Purbalingga, misalnya, menunjukkan adanya kecenderungan penolakan terhadap susu plain, masing-masing 53% pada siswa SD dan 39,5% pada siswa SMP.
Sementara itu, studi Universitas Negeri Surabaya pada 2016 menemukan rasa cokelat menjadi varian favorit bagi 52,7% siswa SD yang diteliti.
Artinya, orangtua perlu memperhatikan bukan hanya jenis nutrisi yang diberikan, tetapi juga bagaimana membuat anak mau mengonsumsi makanan atau minuman yang menjadi sumber nutrisi tersebut.
"Setiap ibu punya cara sendiri untuk menunjukkan cintanya, dan salah satunya lewat apa yang mereka sajikan untuk keluarganya," kata Marketing Director Coffee & Health Food PT Mayora Indah Tbk, Haruman Rustandi dalam keterangan resmi, Selasa (8/9).
"Kami ingin Champion menjadi bagian dari perjalanan dan cerita itu, membantu para ibu menghadirkan pilihan yang membantu kebutuhan nutrisi anak, sekaligus tetap memiliki rasa yang enak dan dapat dinikmati oleh anak-anak," imbuh Haruman.
Salah satu produk yang hadir dengan pendekatan tersebut adalah Champion, minuman cokelat yang diperkaya DHA untuk anak usia 7-12 tahun.
Produk ini juga mengandung 10 jenis vitamin dan cokelat malt yang disebut memberikan pelepasan energi secara berkala (sustained energy).
Dengan begitu, orangtua tetap perlu melihat pola makan dan minum anak secara keseluruhan. Minuman bernutrisi dapat menjadi salah satu bagian dari pola makan, tetapi bukan pengganti makanan bergizi seimbang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News