M O M S M O N E Y I D
AturUang

Anak Minta Gawai Mahal untuk Sekolah? Begini Cara Orang Tua Menyikapinya

Anak Minta Gawai Mahal untuk Sekolah? Begini Cara Orang Tua Menyikapinya
Penulis: Ramadhan Widiantoro  |  Editor: Ramadhan Widiantoro


MOMSMONEY.ID - Anak minta gawai mahal untuk sekolah? Ini cara orang tua menilai kebutuhan, anggaran, dan tanggung jawab sebelum membeli.

Ketika sang anak mulai tumbuh menjadi remaja dan meminta gawai mahal untuk menunjang sekolah, orang tua sering berada di posisi serba salah. 

Membelikan perangkat yang diinginkan memang terasa seperti bentuk dukungan, tetapi kebutuhan belajar belum tentu membutuhkan spesifikasi setinggi itu.

Sebaliknya, langsung menolak juga bisa membuat anak merasa tidak didengarkan atau justru semakin terpengaruh tren di lingkungan pertemanan. 

Jalan tengahnya adalah membicarakan kebutuhan, kemampuan anggaran keluarga, serta tanggung jawab anak sebelum keputusan dibuat. 

Cara seperti ini membuat pembelian gawai bukan sekadar urusan harga, tetapi juga kesempatan belajar mengambil keputusan secara bijak.

“Orang tua sebaiknya memastikan terlebih dahulu kebutuhan perangkat kepada guru atau pihak sekolah sebelum membeli,” dikutip dari schooldays.

Baca Juga: 5 Keterampilan Charlie Munger untuk Meraih Financial Freedom yang Bisa Dicoba

Cari tahu kebutuhan sebenarnya

Sebelum membahas merek atau model, cari tahu dulu apa yang sebenarnya dibutuhkan anak untuk sekolah. Tanyakan tugas apa yang tidak bisa dikerjakan dengan perangkat yang sekarang, aplikasi apa yang digunakan, hingga apakah sekolah mempunyai persyaratan perangkat tertentu. 

Melansir dari thewalletwisdom, menghubungi guru atau pihak sekolah dapat membantu memastikan perangkat yang dibeli memang sesuai kebutuhan pembelajaran.

Perhatikan juga fitur yang benar-benar berguna, seperti baterai tahan lama, kompatibilitas aplikasi, keyboard, serta penyimpanan yang memadai. Kamera premium atau spesifikasi tinggi untuk aktivitas hiburan belum tentu diperlukan untuk menyelesaikan tugas sekolah.

Tetapkan batas anggaran keluarga

Setelah kebutuhan diketahui, tentukan anggaran yang realistis dan sampaikan kepada anak secara terbuka.

Misalnya, keluarga memiliki dana Rp5 juta untuk perangkat sekolah. Jika anak memilih perangkat Rp8 juta karena fitur tambahan yang tidak wajib untuk belajar, selisih Rp3 juta tersebut dapat dibicarakan bersama.

Pembagian sederhana bisa dibuat seperti ini:

  • Kebutuhan sekolah dibantu orang tua sesuai kemampuan.
  • Fitur tambahan dapat dipertimbangkan dengan kontribusi anak.
  • Keinginan pribadi bisa ditunda atau dibeli menggunakan tabungan.

Dengan begitu, anak belajar bahwa kebutuhan dan keinginan mempunyai prioritas berbeda.

Terapkan aturan menunggu sebelum membeli

Kalau perangkat lama masih dapat digunakan, tidak ada salahnya membuat masa tunggu sebelum membeli. Waktunya bisa 24 jam hingga satu minggu. Selama periode tersebut, minta anak:

  1. Membandingkan minimal tiga perangkat.
  2. Menjelaskan manfaatnya untuk kegiatan sekolah.
  3. Menghitung biaya aksesori dan perawatan.
  4. Memastikan spesifikasinya memang diperlukan.
  5. Memikirkan kembali apakah pembelian tersebut benar-benar mendesak.

Cara mudah ini dapat membantu mengurangi keputusan yang muncul karena tren atau tekanan teman sebaya.

Baca Juga: pengaturan Waktu dan Keuangan biar Orang Tua Bisa Kurangi Jam Kerja Demi Keluarga

Cari alternatif yang lebih hemat

Perangkat sekolah tidak selalu harus model terbaru. Model satu atau dua generasi sebelumnya bisa menjadi pilihan selama masih kompatibel dengan kebutuhan belajar.

Perangkat refurbished atau bekas juga dapat dipertimbangkan, asalkan kondisinya jelas dan berasal dari sumber yang dapat dipercaya. Periksa baterai, kondisi fisik, fungsi utama, serta ketersediaan garansi jika ada.

Selain itu, tidak semua aksesori perlu langsung dibeli. Keyboard, stylus, penyimpanan tambahan, atau perlengkapan lain sebaiknya dipilih berdasarkan kebutuhan nyata.

Minta anak ikut menanggung selisih

Jika anak menginginkan perangkat yang lebih mahal daripada kebutuhan sekolah, kontribusi pribadi bisa menjadi bagian dari kesepakatan.

Sumbernya dapat berasal dari tabungan, uang saku, sebagian uang hadiah, menjual barang yang sudah tidak digunakan, atau pekerjaan yang sesuai usia dan aturan setempat.

Tujuannya bukan menghukum anak karena menginginkan perangkat tertentu. Justru, cara ini mengajarkan bahwa pilihan dengan spesifikasi lebih tinggi juga mempunyai konsekuensi biaya.

Buat kesepakatan penggunaan

Setelah perangkat dibeli, tanggung jawab anak perlu tetap berjalan. Melansir dari schooldays, orang tua dapat membicarakan kapan dan untuk apa teknologi digunakan agar penggunaannya tetap seimbang. Kesepakatan dapat mencakup:

  • Menggunakan casing dan pelindung layar.
  • Membawa perangkat dengan aman.
  • Merawat dan mengisi daya secara teratur.
  • Tidak memasang aplikasi yang berisiko.
  • Mematikan notifikasi ketika belajar.
  • Menentukan waktu tanpa gawai, seperti saat makan atau menjelang tidur.
  • Membicarakan tanggung jawab jika kerusakan terjadi akibat kelalaian.

Aturan tersebut sebaiknya dibuat bersama agar anak merasa ikut memiliki tanggung jawab, bukan hanya menerima larangan dari orang tua.

Baca Juga: Reksadana Pasar Uang Pimpin Penguatan Sepekan, Ini 5 Terbaiknya

Jangan jadikan harga sebagai satu-satunya ukuran

Gawai paling mahal belum tentu menjadi pilihan paling tepat untuk kebutuhan sekolah. Yang lebih penting adalah kecocokan antara perangkat, kebutuhan belajar, dan kemampuan keuangan keluarga.

Bagi orang tua, proses ini juga bisa menjadi kesempatan mengenalkan literasi finansial secara nyata. Anak belajar membedakan kebutuhan dan keinginan, menyusun prioritas, membandingkan pilihan, serta memahami bahwa setiap keputusan pembelian memiliki konsekuensi.

Jadi, ketika remaja meminta gawai mahal, tidak perlu buru-buru mengiyakan atau menolak. Ajak mereka mencari tahu kebutuhan sekolah, tetapkan batas anggaran, bandingkan pilihan, lalu sepakati tanggung jawab penggunaannya. 

Melalui cara ini, keputusan membeli perangkat bukan hanya menyelesaikan kebutuhan belajar, tetapi juga membantu remaja belajar mengambil keputusan yang lebih matang.

 
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Cegah Uban di Usia Muda, Konsumsi 5 Makanan Ini Secara Rutin

Berikut 5 makanan untuk mencegah uban di usia muda yang patut Anda konsumsi secara rutin. Catat, ya!

4 Kesalahan Saat Keramas yang Bisa Bikin Rambut Rusak dan Cepat Lepek

Teknik keramas yang tidak tepat dapat memicu berbagai masalah. Pastikan Anda menghindari 4 kesalahan saat keramas ini.

4 Manfaat Toge untuk Kecantikan Kulit, Cegah Jerawat hingga Samarkan Noda Hitam

Mengonsumsi toge secara rutin dapat menjadi investasi perawatan kulit alami. Ini 4 manfaat toge untuk kecantikan kulit.

5 Resep Minuman Protein untuk Diet yang Mudah Dibuat di Rumah, Sehat dan Lezat lo

Ingin turunkan berat badan lebih efektif? Coba buat sendiri minuman protein untuk diet yang tinggi nutrisi, mengenyangkan, dan ekonomis ini.  

Ampuh & Ekonomis! Inilah 7 Cara Mencerahkan Ketiak Hitam dengan Bahan Alami, Coba yuk

Ketahui langkah mudah dan cara mencerahkan ketiak gelap menggunakan bahan-bahan rumahan yang aman untuk mengembalikan kesehatan kulit Anda.  

Ini Dia 6 Makanan dan Minuman Pembersih Lambung untuk Kurangi Peradangan Pencernaan

Ketahui pilihan makanan dan minuman pembersih lambung alami seperti air kelapa, pisang, hingga jahe untuk bantu pulihkan sistem pencernaan Anda.

Inilah 6 Pilihan Desa Wisata Edukasi Yang Bisa Menjadi Pilihan Pelesir

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) merekomendasikan enam desa wisata dalam ajang 9th Annual Convention SPK Indonesia 2026.

10 Tips Dekorasi Rumah Biar Makin Nyaman, Estetik dan Nggak Terasa Monoton

Berikut ini 10 tips dekorasi rumah yang simpel dan kekinian untuk bikin ruangan lebih nyaman, estetik, berkarakter, tanpa renovasi besar.  

Anak Minta Gawai Mahal untuk Sekolah? Begini Cara Orang Tua Menyikapinya

Anak minta gawai mahal untuk sekolah? Ini cara orang tua menilai kebutuhan, anggaran, dan tanggung jawab sebelum membeli.    

6 Perbaikan Rumah Murah Sebelum Dijual, Bikin Calon Pembeli Minat Membeli

Menjual rumah tidak selalu berarti harus melakukan renovasi besar agar terlihat menarik. Berikut cara mudah biar pembeli makin minat.